Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

TIME RISK ANALYSIS OF IMPLEMENTATION SELF-MANAGED COMMUNITY PROJECT IN BANGIL – KALIANYAR VILLAGE Luqman Cahyono; Mirna Apriani; Anggara Trisna Nugraha; Agung Prasetyo Utomo
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.633 KB) | DOI: 10.21009/jpensil.v11i2.25078

Abstract

Self-managed project through of KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) program managed by Lembaga Keswadayaan Masyarakat Abdi Karya Amanah Kalianyar - Bangil Village received around 1 billion funds from Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat. The implementation of self-managed projects is carried out entirely by the community with less knowledge regarding building construction. The research objective is to identify and analyze time risks in implementing community self-managed projects. The data analysis method used is literature study, observation, average analysis, risk analysis and risk matrix preparation. The results of the analysis show that there are 20 risk variables with the highest ranking being low labor productivity where the measurement scale is likely to occur >60–80% and the risk impact on time is >7-30 days from the duration of the project, then the risk response decision "Avoidance" risk must be avoided.
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah Sebagai Sarana Peduli Lingkungan Perairan dan Implementasi Konsep Ekonomi Sirkular Warga Bumi Suko Indah Luqman Cahyono; Mirna Apriani; Agung Prasetyo Utomo; Anggara Trisna Nugraha; Adhi Setiawan; Achmad Fatoni; Vira Fadilah Qurani; Ananda Augista Firtsanti; Rizki Medy Prasetyo; Inayatul Wulandari
DHARMA RAFLESIA Vol 20, No 1 (2022): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v20i1.19271

Abstract

Minyak jelantah berpotensi menjadi bahan dasar untuk dijadikan benda yang bermanfaat dan bernilai ekonomi seperti lilin aromaterapi. Berdasarkan wawancara dengan ibu-ibu warga Bumi Suko Indah RT 56 Sidoarjo dan pengamatan di lokasi, warga membuang minyak bekas penggorengan setelah terjadi perubahan warnanya menjadi hitam. Pembuangan minyak jelantah juga dilakukan di badan air seperti selokan dan sungai di sekitar perumahan, hal ini berpotensi mengganggu ekosistem perairan. Diperlukan pemberian informasi, pemberdayaan kepada masyarakat agar dapat memberikan kesempatan berwirausaha sekaligus mengolah limbah rumah tangga melalui paradigma recovery. Upaya menumbuhkan ekonomi kreatif bagi ibu-ibu rumah tangga dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan untuk melestarikan lingkungan dengan mengelola limbah menjadi produk layak jual dan bermanfaat seperti produk lilin aroma terapi berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan pelatihan di laksanakan di Bumi Suko RT 56 Sidoarjo. Kegiatan diawali dengan pemberian materi kepada 10 orang warga yang akan menjadi peserta pelatihan, kemudian dilanjut dengan diskusi interaktif dan praktik langsung membuat lilin aroma terapi. Hasil praktik langsung di lapangan, minyak jelantah sebanyak 600 gram dapat menghasilkan 25 lilin aromaterapi dalam gelas kaca setinggi 5 cm dan diameter 1.5 cm. Lilin yang dihasilkan telah diuji melalui pembakaran menggunakan pemantik api gas mekanik.
POTENSI RISIKO WAKTU PELAKSANAAN PROYEK SWAKELOLA DI KABUPATEN PASURUAN MELALUI PROGRAM KOTAKU KEMENTERIAN PUPR Luqman Cahyono; Mirna Apriani; Anggara Trisna Nugraha; Agung Prasetyo Utomo
JURNAL SPEKTRAN Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2022.v10.i02.p08

Abstract

Pelaksanaan proyek swakelola dilakukan sepenuhnya oleh masyarakat mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Masyarakat pengelola proyek mempunyai latar belakang pendidikan maupun pekerjaan yang kurang sesuai dengan bidangnya. Berbeda dengan kontraktual yang dikerjakan pihak ketiga yakni kontraktor atau konsultan yang memang sesuai bidangnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko waktu dalam melaksanakan proyek swakelola masyarakat. Metode analisis data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi, analisis mean, analisis risiko dan penyusunan matriks risiko. Hasil analisis menunjukkan terdapat 20 variabel risiko dengan rangking tertinggi produktivitas tenaga kerja rendah dimana skala pengukuran kemungkinan terjadi >60–80% dan dampak risiko terhadap waktu >7-30 hari dari durasi kerja. proyek, maka keputusan respons risiko "Avoidance" risiko harus dihindari.
EFFECT OF CANDLENUT SHELL ASH AS A SAND SUBSTITUTION ON COMPRESSIVE STRENGH OF PAVING BLOCK Luqman Cahyono; Yulia Riska Dwi Sinta; Nabillah Rodhifatul Jannah; Inas Aidah Fikriyah; Putri Nabiilah Anwar; Desita Romadona Syah Putri; Agung Prasetyo Utomo
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v12i2.34382

Abstract

Candlenut is a superior commodity with great opportunities. Processing of candlenut seeds produces candlenut shells which are hard with a calorific value of 4164 cal/g so can be used as fuel. Processing candlenut shells as fuel produces waste of ash and not been utilized optimally. In this research, candlenut shell ash was used as a new alternative in making paving blocks, namely to substitute sand by 13%, 18% and 25% by weight of sand. The method used to analyze the chemical content of candlenut shell ash through XRF testing and compressive strength testing with a Compression Testing Machine after 28 days of curing time. Based on the results of the XRF test, hazelnut shell ash has a CaO content of 93.3%, where CaO is the main ingredient for making cement. In addition, the results of the average compressive strength of paving blocks at 13% substitution of candlenut shell ash produced a compressive strength of 5.89 Mpa, 18% substitution of candlenut shell ash of 8.72 Mpa, and 25% substitution of candlenut shell ash of 11.07 Mpa. The results of the compressive strength of paving blocks with the substitution of hazelnut shell ash produced standard standard paving block strength of D quality.
PEMANFAATAN LIMBAH ABU CANGKANG KEMIRI INDUSTRI MAKANAN SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PAVING BLOCK Luqman Cahyono Cahyono; Yulia Riska Dwi Sinta; Nabillah Rodhifatul Jannah; Inas Aidah Fikriyah; Putri Nabiilah Anwar; Desita Ramadona Syah Putri; Agung Prasetyo Utomo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Agustus 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.23155

Abstract

Paving block is a road pavement consisting of a mixture of water, aggregate and cement. Paving blocks have different quality classifications according to their use. Hazelnut shell has a good calorific value so it can be used as fuel by one of the food industries. Processing hazelnut shells as fuel produces  3 tons of ash waste per day. So far, ash waste has not been used optimally and is just thrown away. In this study, hazelnut shell ash was used as a new alternative in making paving blocks, namely to substitute sand by 13%, 18% and 25% by weight of sand. This research is experimental. The paving block experiment was carried out at the age of 28 days and a compressive strength test was carried out to influence the addition of candlenut shell ash to compressive strength. Based on the test, it was found that the average paving block at 13% substitution of hazelnut shell ash produced a compressive strength of 5.89 MPa, 18% substitution of hazelnut shell ash of 8.72 MPa, and 25% substitution of hazelnut shell ash of 11.07 MPa. Maximum compressive strength is obtained by adding 25% of hazelnut shell ash and can be used for garden pavements. Abstrak Paving block merupakan perkerasan jalan terdiri dari campuran air, agregat, dan semen. Paving block memiliki klasifikasi mutu yang berbeda sesuai kegunaannya. Cangkang kemiri memiliki nilai kalor yang baik sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar oleh salah satu industri makanan. Pengolahan cangkang kemiri sebagai bahan bakar mengasilkan limbah berupa abu sebesar ± 3 ton perhari. Sejauh ini limbah abu belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dibuang begitu saja. Pada penelitian ini, abu cangkang kemiri digunakan sebagai alternatif baru dalam pembuatan paving block yaitu untuk substitusi pasir sebesar 13%, 18%, dan 25% dari berat pasir. Penelitian ini bersifat eksperimental. Eksperimen paving block dilakukan pada umur 28 hari dan dilakukan pengujian kuat tekan untuk pengaruh penambahan abu cangkang kemiri terhadap kuat tekan. Berdasarkan pengujian didapatkan rata – rata paving block pada substitusi 13% abu cangkang kemiri menghasilkan kuat tekan sebesar 5,89 MPa, substitusi 18% abu cangkang kemiri sebesar 8,72 MPa, dan substitusi 25% abu cangkang kemiri sebesar 11,07 Mpa. Kuat tekan maksimal didapat dengan penambahan 25% abu cangkang kemiri dan dapat digunakan untuk perkerasan taman.
SUSTAINABLE MATERIALS MELALUI SOLIDIFIKASI-STABILISASI LIMBAH SANDBLASTING MENJADI BETON FEROSEMEN Luqman Cahyono; Annisa' Carina; Wiwik Dwi Pratiwi; muhammad Koderi Hendrik Waluyo; Firda Fardina; Dika Rahayu Widiana; Agung Rahayu Prasetyo Utomo; M. Rizal Fahmi
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol. 4 No. 02 (2024): Juli - November 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v4i02.7877

Abstract

Limbah sandblasting dari proses pembersihan permukaan kapal dengan cara menyemprotkan partikel pasir silica dengan tekanan tinggi. Limbah ini dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) karena mengandung berbagai jenis polutan, terutama logam berat. Berdasarkan data jumlah timbulan limbah sandblasting digalangan kapal bisa mencapai 12.100 kg/bulan. Limbah sandblasting berpotensi digunakan sebagai bahan pengganti agregat halus dalam pembuatan material konstruksi dengan metode solidifikasi-stabilisasi. Salah satu aplikasi potensial pemanfaatan limbah sandblasting adalah pembuatan beton ferosemen. Ferosemen merupakan material komposit terdiri mortar semen yang diperkuat tulangan wiremesh. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan limbah sandblasting sebagai penggati agregat halus beton ferosemen yang tentunya memenuhi standar mutu teknis dan lingkungan guna menghasilkan material ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif, dimana material akan diuji dengan pengujian gradasi, berat jenis, daya serap air, XRF, TCLP, Kuat Tekan dan Kuat Lentur. Hasil uji karakterisasi bahan yang dipakai hasilnya memenuhi standar gradasi dalam SNI 03 2834 2000, standar berat jenis dan daya serap air dalam SNI 03 1970 2008, serta hasil uji XRF dan TCLP yang menunjukkan bahwa kandungan logam berat B3 berupa Barium, Seng, dan Copper dalam limbah sandblasting nilainya berada kurang dari baku mutu PP No. 22 Tahun 2021 Lampiran XI. Keseluruhan hasil uji karakteristik tersebut akan digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan peraturan sehingga dapat dipakai untuk mix design beton ferosemen. Selanjutnya, mix design yang dibuat memiliki komposisi dengan rasio 1 semen : 1,5 limbah sandblasting dan 1 semen : 2 limbah sandblasting. Hasil kuat tekan nilai tertinggi rata-rata sebesar 34,30 MPa pada campuran 1S-2LSB. Hasil uji kuat lentur juga menunjukkan beton ferosemen dengan rasio 1 semen : 2 limbah sandblasting memiliki rata-rata kuat lentur tertinggi yaitu 18,87 Mpa. Nilai tertinggi pada uji tekan dan lentur dihasilkan campuran 1S-2LSB. Hal ini menunjukan penggunaan limbah sandblasting tidak hanya meningkatkan kekuatan material pada campuran tertentu, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah industri, sehingga mendukung upaya konstruksi berkelanjutan.
Performance Study of Glassfibre Reinforced Concrete (GRC) with Ferric Oxide Waste Additive Vivin Setiani; Wiwik Dwi Pratiwi; Denny Dermawan; Luqman Cahyono; Mohamad Hakam; Ryan Yudha Adhitya; Mochammad Karim Al Amin; Nur Fajar Aprilia Sari; Wanda Cahyaning Ati; Lina Indawati
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 23, No 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v23i2.445-458

Abstract

Portland cement production is a major contributor to carbon emissions in the construction sector because the high-temperature calcination process produces CO₂ emissions that are nearly equivalent to the mass of cement produced. This study focuses on evaluating the potential of ferric oxide waste material in glass fiber-reinforced concrete as a filler to reduce carbon emissions, making it more environmentally friendly. An experimental method was used with a 1:1 binder-to-aggregate ratio and a constant 3% glass fiber addition. The percentage of ferric oxide replacement in the cement was 0–40%. X-ray fluorescence, X-ray diffraction, particle size distribution analysis, sand gradation testing, and mud content were used to obtain the material data. Tests were also conducted to determine compressive strength, flexural strength, water absorption, and dry and wet bulk density. Based on the results obtained, the addition of ferric oxide improved the mechanical properties of glass fiber-reinforced concrete and added to the aesthetic value of the final product. These findings indicate that the application of Glassfibre Reinforced Concrete is environmentally friendly
PELATIHAN PEMANFAATAN MINYAK BERLEBIH DAN TERSISA MENJADI LILIN RELAKSASI SEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG EKONOMI SIRKULAR DAN PENGELOLAAN LIMBAH BERKELANJUTAN Agung Prasetyo Utomo; Luqman Cahyono; M Rizal Fahmi; Mirna Apriani; Anggara Trisna Nugraha; Tri Tiyasmihadi; Gaguk Suhardjito; Dwi Setia Ningrum
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i2.6391

Abstract

Minyak dari sisa penggorengan atau disebut minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sering dibuang secara sembarangan, hal ini berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan data Publikasi Indonesia Oilseeds and Products Annual 2019, konsumsi minyak goreng rumah tangga Indonesia mencapai 16,2 miliar liter atau setara dengan 13 juta ton. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 3 juta ton limbah minyak goreng per tahun, yang sebagian besar dibuang sembarangan sehingga mencemari tanah dan perairan. Di sisi lain, minyak jelantah memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin Beraroma Relaksasi. Inovasi pemanfaatan minyak berlebih dan tersisa (MELISA) menjadi lilin Beraroma Relaksasi tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola limbah sisa minyak menjadi lilin Beraroma Relaksasi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi dampak negatif dari limbah minyak tersebut. Sasaran pelatihan ini merupakan ibu-ibu dharma wanita di SMK Negeri 3 Buduran Sidoarjo. Adapun metode pelatihan ini meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam proses pembuatan lilin Beraroma Relaksasi berbasis minyak jelantah. Produk yang dihasilkan sudah sama dengan produk lilin dipasaran, hal ini menunjukan potensi untuk dikembangkan secara komersial cukup layak dan masyarakat muncul kesadaran terhadap pengelolaan limbah berkelanjutan.
ANALISIS KEKUATAN BANGKU TAMAN BERBAHAN CEMENTITIOUS COMPOSITE DENGAN CAMPURAN FLY ASH DAN PASIR LIMBAH SANDBLASTING M. Rizal Fahmi; Wiwik Dwi Pratiwi; Fitroh Resmi; Luqman Cahyono; Endang Fitria Rahmawati; Hanum Wardah Anggraeni
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v8i1.67-75

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya kebutuhan akan ruang terbuka yang nyaman dan berkelanjutan mendorong inovasi dalam pemilihan material furnitur luar ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bangku taman berbahan cementitious composite ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah industri berupa fly ash, pasir sandblasting, dan fiberglass sebagai bahan penguat. Cementitious composite yang kuat, tahan cuaca ekstrem, tahan terhadap serangan serangga serta jamur serta fleksibilitas dalam desain membuatnya menjadi pilihan ideal untuk penggunaan di luar ruangan. Empat variasi campuran dibuat dengan substitusi fly ash sebesar 0%, 20%, 30%, dan 40%. Pembuatan spesimen sampel uji tekan dan tarik dilakukan pada 4 variasi dengan 3 kali replikasi untuk masing-masing varian. Hasil cetakan didiamkan terlebih dahulu selama 24 jam kemudian dilanjutkan dengan proses curing selama 28 hari. Seluruh spesimen uji tekan dan tarik diuji dengan menggunakan standar ASTM C-39 dan C-307. Pengujian kuat tekan dan tarik dilakukan untuk menentukan varian dengan performa mekanik terbaik. Hasil menunjukkan bahwa substitusi fly ash sebesar 20% menghasilkan kekuatan tekan dan tarik tertinggi, yaitu 30,27 MPa dan 4,16 MPa. Desain bangku taman selanjutnya disimulasikan menggunakan software Fusion 360 dengan masukan data material dari hasil uji laboratorium. Analisis menunjukkan bahwa desain memiliki nilai safety factor minimum 3,46 dan nilai von misses stress maksimum 0,884 MPa yang berada jauh di bawah batas kerusakan material. Dengan demikian, bangku taman yang dirancang terbukti aman dan layak digunakan, sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan limbah industri dan peningkatan estetika ruang publik secara berkelanjutan. ABSTRACT The increasing need for comfortable and sustainable outdoor spaces drives innovation in the selection of outdoor furniture materials. This study aims to develop an environmentally friendly cementitious composite park bench by utilizing industrial waste in the form of fly ash, sandblasting sand, and fiberglass as reinforcing materials. Strong cementitious composite, resistant to extreme weather, resistant to insect and fungal attacks and flexibility in design make it an ideal choice for outdoor use. Four variations of the mixture were made with fly ash substitution of 0%, 20%, 30%, and 40%. The manufacture of compressive and tensile test sample specimens was carried out on 4 variations with 3 replications for each variant. The mold results were left for 24 hours first and then continued with a curing process for 28 days. All compressive and tensile test specimens were tested using ASTM C-39 and C-307 standards. Compressive and tensile strength tests were carried out to determine the variant with the best mechanical performance. The results showed that 20% fly ash substitution produced the highest compressive and tensile strengths, namely 30.27 MPa and 4.16 MPa. The park bench design was then simulated using Fusion 360 software with input of material data from laboratory test results. The analysis shows that the design has a minimum safety factor value of 3.46 and a maximum von misses stress value of 0.884 MPa which is far below the material damage limit. Thus, the designed park bench is proven to be safe and suitable for use, while contributing to the reduction of industrial waste and the improvement of the aesthetics of public spaces in a sustainable manner.