Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Monitoring Hidroponik NFT Pada Tanaman Selada Menggunakan Fuzzy Mamdani Hanif Azhar Ramadhan; Mufti Ari Bianto; Bagus Dwi Saputra
Jurnal Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2026.v17i2.001

Abstract

Budidaya tanaman selada pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique memerlukan pengendalian kondisi larutan nutrisi secara tepat agar pertumbuhan tanaman berlangsung optimal. Parameter seperti derajat keasaman, konduktivitas listrik, total padatan terlarut, dan suhu air memiliki pengaruh langsung terhadap kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara. Perubahan nilai parameter tersebut dapat terjadi secara dinamis sehingga pemantauan manual dinilai kurang efektif untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring kondisi hidroponik berbasis Internet of Things dengan menerapkan metode Fuzzy Mamdani untuk menganalisis kondisi larutan nutrisi dan memberikan rekomendasi tindakan secara adaptif. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor derajat keasaman, sensor konduktivitas listrik dan total padatan terlarut, sensor suhu air, backend server, Firebase, serta aplikasi bergerak berbasis Flutter. Sistem menganalisis empat parameter utama secara simultan, yaitu derajat keasaman, konduktivitas listrik, total padatan terlarut, dan suhu air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca, memproses, dan mengirimkan data sensor secara real-time ke aplikasi pengguna dengan delay pengiriman data berkisar 1–3 detik. Hasil kalibrasi menunjukkan nilai Mean Absolute Error sensor derajat keasaman sebesar 0,050 dan sensor suhu sebesar 0,943. Pengujian pada lima skenario kondisi larutan menunjukkan bahwa metode Fuzzy Mamdani mampu menghasilkan rekomendasi tindakan yang sesuai terhadap perubahan parameter yang terjadi. Sistem yang dikembangkan dinilai mampu mendukung pemantauan kondisi hidroponik secara lebih efektif, adaptif, dan terintegrasi.
Penerapan Irigasi Tetes Bertenaga Surya dengan Sistem Otomatis Mikrokontroler Pada Kelompok Tani Kabupaten Lamongan Heri Ardiansyah; Muhammad Shodiq; M Ainul Mahbubillah; Rohmatin Agustina; Abdullah Hakim Gymnastiar; Muhammad Rizky Rahmadani; Fatahillah Akrom; Ahmad Faris Rachmad Putra; Hanif Azhar Ramadhan; Zufar Faiil Haq
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.93488

Abstract

Keterbatasan sumber daya air di lahan tadah hujan menjadi tantangan utama bagi petani, terutama selama musim kemarau, yang membatasi aktivitas budidaya dan berdampak pada pendapatan rumah tangga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui penerapan teknologi irigasi tetes bertenaga surya dengan sistem kecerdasan buatan menggunakan sensor kelembaban dan suhu tanah di Kelompok Tani Kabupaten Lamongan. Metode pelaksanaan meliputi perancangan dan instalasi sistem irigasi otomatis, pelatihan penggunaan teknologi kepada petani, serta pendampingan budidaya cabai selama musim kemarau. Hasil program menunjukkan bahwa lebih dari 90% petani mengakui manfaat dari irigasi otomatis ini dan berencana untuk menerapkannya, baik secara mandiri (25%) maupun melalui kelompok tani (32,5%). Selain itu, 35% petani memilih untuk mengombinasikan sistem irigasi otomatis dengan metode konvensional untuk menyesuaikan kebutuhan air sesuai musim. Penerapan teknologi ini tidak hanya memungkinkan petani untuk tetap menanam di musim kemarau, tetapi juga meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan. Kesimpulannya, teknologi irigasi tetes bertenaga surya yang dilengkapi kecerdasan buatan terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan kesejahteraan petani, serta dapat direplikasi untuk mendukung ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di wilayah lain.