Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Inovasi Eco Brick dalam upaya Pengelolaan Sampah Plastik sebagai Produk Furniture: Eco-Brick Innovation for Plastic Waste Management as Furniture Products Alricha; Salim, Awwalini Maghfirah; Anita Pratiwi; Dayanun, Darasita Zahra; Pratiwi, Siti Rahmatia; M Marjan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9397

Abstract

Permasalahan sampah plastik menjadi isu global yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Plastik yang sulit terurai menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama di kawasan perkotaan. Salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah plastik adalah melalui pemanfaatan Eco Brick, yaitu botol plastik yang diisi dengan sampah anorganik untuk dijadikan bahan atau material sebagai bahan baku produk furniture ramah lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi atau sosialisi kepada masyarakat terkait pengolahan limbah anorganik menjadi Eco Brick sebagai bahan dasar pembuatan furniture yang kuat, estetis, dan fungsional, serta memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan di BTN Bumi Roviga RT 03 RW 11, Kelurahan Tondo, Kota Palu. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat Bumi Roviga memperoleh pengetahuan baru terkait cara mengolah dan memanfaatkan sampah anorganik seperti plastik dan botol mineral sebagai bahan untuk membuat produk furniture yang bernilai tambah dan tentunya berkontribusi dalam penurunan sampah di wilayah sekitar.
Perbandingan Efektivitas Marchantia polymorpha dan Sphagnum spp. sebagai Bioindikator Timbal di Kawasan Lalu Lintas Padat Kota Palu: Comparison of the Effectiveness of Marchantia polymorpha and Sphagnum spp. as Lead Bioindicators in Heavy Traffic Areas of Palu City Ardini Wulandari; Alricha; Fatimah Maulida; Darasita Zahra Dayanun; Siti Rahmatia Pratiwi; Moh. Baitullah Amaludin; Awwalini Maghfirah Salim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9411

Abstract

enelitian biomonitoring kualitas udara dengan bioindikator lumut semakin berkembang sebagai alternatif metode pemantauan konvensional yang umumnya membutuhkan biaya tinggi, peralatan canggih, dan tenaga ahli. Studi ini bertujuan membandingkan efektivitas dua jenis lumut, yaitu lumut hati Marchantia polymorpha dan lumut gambut Sphagnum spp., dalam menyerap logam berat timbal (Pb) pada lingkungan dengan tingkat pencemaran lalu lintas berbeda di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penggunaan lumut dipilih karena kemampuannya menyerap polutan langsung dari atmosfer melalui permukaan tubuh tanpa adanya sistem pembuluh atau kutikula pelindung. Penelitian dilakukan dengan dua pendekatan lokasi. Marchantia polymorpha digunakan pada kawasan SPBU Pertamina Martadinata yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi. Sementara itu, Sphagnum spp. ditempatkan pada kawasan lampu merah Jalan Suprapto, Besusu Tengah, yang merupakan titik akumulasi emisi kendaraan bermotor. Selain mengukur akumulasi timbal, penelitian ini juga menganalisis faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, curah hujan, dan arah angin untuk melihat pengaruh kondisi mikroklimat terhadap penyerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. polymorpha, dengan permukaan talus yang lebar, mampu mengakumulasi timbal secara efektif di lingkungan urban tropis yang terpapar polutan kendaraan. Di sisi lain, Sphagnum spp. memiliki sel hialin yang mampu menyerap air dan logam berat dengan lebih tinggi, sehingga responsif terhadap perubahan kelembaban dan kondisi mikroklimat. Temuan ini menegaskan bahwa kedua jenis lumut merupakan bioindikator efektif dengan keunggulan masing-masing, dan berpotensi digunakan sebagai metode biomonitoring yang murah, praktis, serta mendukung pengendalian pencemaran udara di kawasan perkotaan.
Optimalisasi Eco-Enzyme sebagai Agen Biodegradasi Limbah Organik di TPA Kawatuna, Kota Palu: Optimization of Eco-Enzyme as a Biodegradation Agent for Organic Waste at Kawatuna Landfill, Palu City Ardini Wulandari; Andi Iin Nindy Karlinda; Awwalini Maghfirah Salim; Darasita Zahra Dayanun; Marjan Marhum; Siti Fajrina J. Patunrangi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9412

Abstract

TPA Kawatuna sebagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Palu setiap harinya menerima timbulan sampah mencapai ±250 ton, dengan sekitar 65% di antaranya merupakan sampah organik. Penumpukan limbah organik tanpa pengelolaan yang baik menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti bau menyengat, pencemaran air lindi, dan peningkatan gas metana. Salah satu alternatif solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan eco-enzyme sebagai agen biodegradasi alami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis tenaga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, khususnya petugas TPA Kawatuna, dalam proses pembuatan dan pemanfaatan eco-enzyme. Metode kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep eco-enzyme, manfaatnya dalam pengelolaan sampah organik, dan penerapannya sebagai agen biodegradasi. Selain itu, peserta diharapkan mampu memproduksi eco-enzyme secara mandiri dengan memanfaatkan sampah organik yang tersedia di TPA, mulai dari pemilihan bahan, perbandingan komposisi, hingga proses fermentasi. Produk eco-enzyme diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi volume limbah organik sekaligus mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di TPA Kawatuna dan lingkungan sekitarnya.
PENGARUH RASIO KOMPOSISI LIMBAH PLASTIK DAN SERBUK KAYU TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK KUAT TEKAN SEBAGAI MATERIAL BANGUNAN RINGAN Darasita Zahra Dayanun
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.5803

Abstract

This study aims to examine the effect of the ratio of plastic waste and sawdust on the mechanical characteristics of alternative lightweight building materials. Plastic waste is used as a thermoplastic binder, while sawdust acts as a lightweight aggregate with insulating properties. The composition of the mixture is varied in several ratios (90:10, 80:20 and 70:30) to determine its effect on the mechanical properties of compressive strength test specimens according to SNI 03-3958:1995 from the resulting mortar product. The manufacturing process involves mixing melted plastic waste with sawdust, then molding and releasing. The test results show that increasing the proportion of sawdust can significantly reduce the compressive strength. Conversely, a higher plastic ratio increases the compressive strength but produces a heavier material. The optimum composition was found at a ratio of 90:10 (plastic: sawdust), which provides a balance between strength, lightness, and insulating properties. This study shows the potential for utilizing plastic waste and sawdust as environmentally friendly building materials with feasible functional performance and in accordance with compressive strength standards.
KUALITAS SANITASI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL MASYARAKAT DI KELURAHAN TAIPA KOTA PALU Anita Pratiwi; Andi Iin Nindy Karlinda Kadir; Awwalini Maghfirah Salim; Darasita Zahra Dayanun; M.Marjan; Alricha
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.5806

Abstract

Proper environmental sanitation is an essential component in ensuring a healthy and safe quality of life for communities. Taipa Subdistrict in Palu City has experienced significant growth in infrastructure and population; however, challenges remain in the areas of sanitation and household waste management. This study aims to evaluate the environmental sanitation conditions in Taipa and their impact on public health. The research employed a descriptive quantitative method using a survey approach conducted on 512 households through field observations, interviews, and questionnaires. The results revealed that most residents rely on bore wells as their main sources of clean water and drinking water, while the use of piped water (PDAM) remains limited. Nearly all households have access to healthy latrines and use septic tanks for fecal waste disposal. However, the management of used cooking oil and the practice of open burning of waste remain environmental concerns that require attention. The majority of houses have floors and walls that meet environmental health standards. These findings indicate that although basic sanitation has been categorized as fairly adequate, efforts in public education and improvement of waste management systems are still needed to ensure sustainable environmental health in the community.
ANALISIS KEBERHASILAN PENERAPAN PERATURAN WALI KOTA PALU NOMOR 40 TAHUN 2021 TENTANG PEMBATASAN PENGGUNAAN KEMASAN PLASTIK SEKALI PAKAI DAN STYROFOAM Siti Rahmatia Pratiwi; Awwalini Maghfirah Salim; Darasita Zahra Dayanun; Anita Pratiwi; Ardini Wulandari; Fatimah Maulida
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.5808

Abstract

Environmental pollution issue from solid waste, especially plastic, is a global concern because it harms ecosystems and human health. A major cause is the use of single-use plastics and styrofoam, which do not break down easily. In Palu City, this problem led to the issuance of Palu Mayor Regulation Number 40 of 2021 concerning the Restriction on the Use of Single-Use Plastic Packaging and Styrofoam. This study evaluates how well this policy has been implemented and its effect on reducing plastic waste. Using descriptive quantitative methods to analyze secondary data of waste generation and achievements in waste handling from the National Waste Management Information System (SIPSN) for the years preceding (2020) and following (2024) the regulation’s implementation. The results show a significant drop in plastic waste from 30.00% to 10.43%, along with decreases in daily and yearly waste amounts. The recycling rate also improved from 0.51 to 0.58, indicating an improvement in waste management, especially through the use of TPS3R. The study recommends stronger public education, better monitoring, and improved facilities to ensure the policy’s success and sustainability in Palu City.
Analisis Hubungan Total Suspended Particulate (TSP) Dan Kecepatan Angin Di Jalan Raya Kota Makassar Awwalini Maghfirah Salim; Anita Pratiwi; Darasita Zahra Dayanun; Siti Rahmatia Pratiwi; Andi Iin Nindy Karlinda Kadir; Alricha
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.5838

Abstract

Aktivitas transportasi yang menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil menyumbang pencemaran udara dalam bentuk gas dan partikel. Kualitas udara yang buruk di wilayah perkotaan umumnya disebabkan oleh tingginya kadar polutan dari emisi gas buang kendaraan, baik milik pribadi maupun umum. Salah satu kota yang mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kendaraan adalah Kota Makassar. Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor berdampak pada meningkatnya emisi yang mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Salah satu jenis polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor adalah Total Suspended Particulate (TSP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat konsentrasi TSP dalam udara ambien serta hubungannya dengan kecepatan angin. Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS). Penelitian dilakukan pada enam ruas jalan di Kota Makassar selama tiga waktu sibuk (peak hour) setiap harinya di masing-masing lokasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa konsentrasi TSP tertinggi mencapai 398,67 ?g/Nm³, yang tercatat di Jalan Perintis Kemerdekaan. Angka ini melebihi ambang batas kualitas udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999. Analisis korelasi antara kecepatan angin dan konsentrasi TSP menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat, dengan nilai korelasi sebesar 0,709.