Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF THE EFFECT OF CONCRETE QUALITY IN HOUSE CONSTRUCTION: A DECISION-MAKING MODEL BASED ON ENVIRONMENTALLY FRIENDLY CRITERIA Burhanuddin; Badriana; Ezwarsyah; Syukriah; Bakhtiar; Fadliani
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 5 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.4882

Abstract

This study analyzes the influence of concrete quality on house construction using a Decision Tree. Good concrete quality and proper maintenance are key factors for building sturdiness and longevity, especially in areas with varying environmental conditions. The study was conducted on 20 houses in three regions of Aceh, with samples selected purposively based on concrete quality documentation (K-225, K-300, K-350) and maintenance records. Data were collected through observation, project documentation, and interviews with contractors and builders. The analysis included descriptive, inferential (correlation and multiple regression), and the application of a Decision Tree to identify the concrete parameters most influential on building quality. The results indicate that concrete quality is the most critical factor, followed by maintenance quality and environmental conditions. Houses with high-quality concrete (K-300/K-350) and a minimum curing period of 14 days have optimal sturdiness, minimal cracking, and a longer service life. The Decision Tree produced a consistent pattern with 82.5% accuracy, while qualitative data reinforces these findings by emphasizing the importance of maintenance protocols and the quality of implementation in the field. This research provides practical implications in the form of minimum quality recommendations, standard maintenance protocols, and enhanced quality control. The results contribute to the development of a data-driven decision-making framework for selecting efficient, safe, and sustainable concrete specifications.
Pendampingan dan Pemanfaatan Artificial Intelligence Generative untuk Literasi Digital Masyarakat Desa Ilham Sahputra; Cut Agusniar; Muhammad Ikhwanus; Fadliani; Syibral Malasyi; Muhammad
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25195

Abstract

Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya sub-bidang AI generatif, telah menciptakan disrupsi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari interaksi sosial, proses kreasi, hingga mekanisme akses dan pengelolaan informasi. Namun, diseminasi dan pemanfaatan teknologi transformatif ini belum terdistribusi secara merata, khususnya di area pedesaan yang seringkali dihadapkan pada tantangan kesenjangan infrastruktur dan keterbatasan Literasi Digital. Oleh karena itu, inisiasi program pendampingan dan pelatihan yang berfokus pada pemanfaatan AI generatif. Program ini dirancang sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan kompetensi Literasi Digital masyarakat desa agar mampu beradaptasi secara proaktif dengan dinamika perkembangan teknologi terkini. Dengan mengadopsi pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini mengantar masyarakat untuk memahami konsep AI generatif, menguasai metode penggunaannya secara produktif dan bertanggung jawab, serta mengaplikasikannya dalam konteks praktis sehari-hari. Dukungan pendampingan yang berkelanjutan, bertujuan untuk menjamin terbentuknya pemahaman yang aplikatif dan kompetensi yang lestari. Hasil dari pengabdian adanya peningkatan kapabilitas yang signifikan dalam hal pemahaman masyarakat terhadap ekosistem digital, kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, serta daya kreativitas dalam memanfaatkan AI generatif untuk kepentingan personal dan komunal. Pengabdian ini menegaskan bahwa adopsi AI generatif dapat berfungsi sebagai katalisator pemberdayaan masyarakat desa menuju terciptanya transformasi digital yang bersifat inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini merupakan langkah fundamental dalam memperkuat ekosistem Literasi Digital di tingkat akar rumput, sekaligus memposisikan masyarakat desa untuk siap menghadapi tantangan dan peluang era teknologi cerdas.