Modul ajar berdiferensiasi merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar peserta didik. Pada pembelajaran matematika sekolah dasar, modul ajar berdiferensiasi membantu guru menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi modul ajar berdiferensiasi pada pembelajaran matematika di kelas V SDN 101061 Lau Dendang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi modul ajar berdiferensiasi mampu meningkatkan partisipasi siswa, motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika. Selain itu, penggunaan model Problem Based Learning (PBL), media pembelajaran digital, diskusi kelompok, dan asesmen diagnostik mendukung keberhasilan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sarana pembelajaran, pengelolaan waktu, dan pemahaman guru mengenai strategi diferensiasi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kompetensi guru agar pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan secara optimal di sekolah dasar.