Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Glukosa Darah Puasa Dengan dan Tanpa Riwayat Keluarga Diabetes Melitus Tipe 2 Medi Rahman; Sitti Rahma; Edwina Rugaiah Monayo; Yuniarty Antu; Sri Andriani Ibrahim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6172

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dengan riwayat keluarga sebagai faktor risiko genetik utama yang memengaruhi glukosa darah puasa (GDP), terutama pada mahasiswa kedokteran yang rentan stres akademik. Membandingkan GDP antara mahasiswa Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo dengan dan tanpa riwayat keluarga DM tipe 2. Studi observasional analitik cross-sectional pada 191 mahasiswa (total sampling). Instrumen meliputi glukometer fotometrik dan kuesioner Google Form. Analisis menggunakan SPSS 16.0 dengan uji t independen (p<0,05). Kelompok berriwayat keluarga (n=100) memiliki rerata GDP 97,90±10,26 mg/dL, lebih tinggi dibanding tanpa riwayat (n=91; 89,90±9,37 mg/dL) dengan t=-5,605 (p<0,001). Proporsi prediabetes 45% vs 12,1%. Kesimpulannya Riwayat keluarga signifikan meningkatkan GDP, merekomendasikan skrining rutin dan edukasi gaya hidup pada mahasiswa berisiko tinggi.
Resistensi Rifampisin Pasien TB Paru: Gambaran TCM dan Riwayat Pengobatan di RSUD Aloei Saboe Marha Adlita Qayla Bahsuan; Nanang Roswita Paramata; Mohammad Zukri Antuke; Edwina R. Monayo; Yuniarty Antu
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2480

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru tetap menjadi ancaman kesehatan global utama, khususnya TB resisten rifampisin (RR) yang menyulitkan pengobatan dan pengendalian di negara berbeban tinggi seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hasil pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM) dan riwayat pengobatan sebelumnya terkait kejadian RR pada pasien TB paru. Studi deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menganalisis 75 pasien dari populasi 82 kasus TB paru yang menjalani TCM di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo (Januari–April 2025), dipilih melalui simple random sampling. Data diekstrak dari rekam medis menggunakan lembar observasi terstruktur yang mencakup demografi, hasil TCM (MTB detected dengan RR detected/RR not detected), dan riwayat pengobatan (TB baru vs. riwayat sebelumnya). Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase melalui SPSS versi 26. Hasil menunjukkan 80% RR not detected dan 20% RR detected, dengan kecenderungan RR lebih tinggi pada laki-laki (73,3%), kelompok usia 36–55 tahun, pendidikan dasar, pekerjaan berisiko rendah sosial-ekonomi, serta pasien dengan riwayat pengobatan sebelumnya (41,3%). TCM terbukti efektif mendeteksi RR yang utamanya berkaitan dengan riwayat pengobatan, sehingga diperlukan skrining terarah dan edukasi kepatuhan untuk mencegah transmisi.
Gambaran Masalah Mental Emosional Siswa Kelas 12 SMA Berdasarkan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) Pretty Zellyn Quieta Derek; Serly Daud; Yuniarty Antu; Muhammad Isman Jusuf; Yancy Lumentut
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi gambaran masalah mental emosional pada siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Limboto berdasarkan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Limboto pada tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 78 siswa kelas 12 yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan SDQ versi Indonesia yang mencakup lima domain, yaitu gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, masalah hubungan teman sebaya, dan perilaku prososial. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi skor total kesulitan dan masing-masing domain. Sebanyak 50% responden berada pada kategori normal berdasarkan skor total SDQ, namun masih ditemukan responden dengan kategori borderline dan abnormal. Domain gejala emosional menunjukkan proporsi kategori abnormal tertinggi, sedangkan domain perilaku prososial sebagian besar berada pada kategori normal. Diperlukan pelaksanaan skrining kesehatan mental secara rutin di lingkungan sekolah serta penguatan program promotif dan preventif melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan layanan kesehatan