Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Transaksional Kepala Ruangan terhadap Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Perawat Pelaksana Mohammad Nisyar Azis; Tri Kurniati; Giri Widakdo
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 1 No 2 (2019): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.562 KB) | DOI: 10.31539/joting.v1i2.895

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of head room transactional leadership on the implementation of nursing nurses' nursing care. The design of this study was Quasy Experiment with pre and post test design with control group. The results of the analysis of transactional leadership data have a significant effect on the implementation of nursing care in the intervention group with a p-value of 0,000 <0.05. Whereas in the control group there were differences in the pre and post measurement values of week VI of the Implementation of Nursing Care with a p-value of 0,000 <0.05. Conclusion, in the intervention group it was found that the measurement of the implementation of the first, second, and third post nursing care had a significant increase from 77.55 to 105.45 but not yet reached the optimal value. Keywords: Transactional Leadership, Implementation of Nursing Care
Hubungan Dukungan Sosial dengan Burnout Syndrome Perawat Talibo, Norman Alfiat; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5499

Abstract

Burnout merupakan syndrome kelelahan, baik secara fisik, dan emosional yang disebabkan karena bekerja secara berlebihan. Faktor penyebab terjadinya burnout syndrome adalah kurangya dukungan sosial antara sesama rekan kerja dan atasan sehingga dapat menyebabkan seseorang mengalami burnout. Tujuan penelitian ini diketahui ada hubungan Dukungan Sosial dengan Burnout Syndrome perawat di ruangan rawat inap RSU. Manado Medical Center.Metode Penelitian menggunakan metode analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 reponden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dukungan sosial dan Burnout syndrome. data dianalisis menggunakan Uji Statistik Chi-Square dengan nilai p-value ≤ 0,05.Hasil penelitian ini hampir sebagian responden (80,0%) memiliki dukungan sosial baik dan hampir sebagian responden (77,1%) mempunyai Burnout syndrome tinggi. Berdasarkan hail uji chi-square didapatkan hasil nilai p value =0,000, ≤ 0,05.Kesimpulan penelitian ini ada hubungan dukungan sosial dengan burnout syndrome perawat di ruangan rawat inap RSU. Manado Medical Center. Saran penelitian diharapkan perawat di Ruangan Rawat Inap RSU. Manado Medical Center mendapatkan dukungan sosial yang baik oleh sesama perawat dan nakes lainnya di ruangan sehingga dengan dukungan sosial yang diberikan dapat menurunkan tingkat burnout syndrome perawat di rumah sakit.
Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak Di SDN 66 Kota Timur Kota Gorontalo Jumatrin, Nur Fitriah; Mursyidah, Andi; Abd. Aziz, Moh. Nisyar; Maryadi, Maryadi; Dumar, Bergita; Haji Jafar, Cindy Puspita Sari; Mohamad, Rini Wahyuni
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 6 No 1 (2025): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v6i1.1480

Abstract

Abstrak Pelecehan seksual pada anak menjadi isu nasional dan dunia. Peningkatan jumlah kasus pelecehan seksual pada kelompok anak-anak menjadi perhatian utama karena berdampak pada tumbuh kembang, kesehatan fisik dan mental anak. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam dalam upaya pencegahan pelecehan seksual pada anak. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan jumlah partisipan sebanyak 22 orang kelas 2 SD. Hasil kegiatan ditemukan terdapat peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan setelah dilakukan pendidikan seks. Pendidikan kesehatan seks bagian dari upaya pencegahan pelecehan seksual pada anak yang mampu mengkan pengetahuan. Abstract Child sexual abuse is a national and global issue. The increasing number of cases considered in the group of children is a major concern because it has an impact on the growth and development, physical and mental health of children. The purpose of community service is to increase students' knowledge in efforts to prevent sexuality in children. Activities are carried out in the form of health education carried out with a total of 22 participants in grade 2 of elementary school. The results of the activities found that there was an increase in student knowledge before and after sex education was carried out. Sex health education is part of an effort to prevent revealing sexuality in children who are able to gain knowledge.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Perawat Menjalankan SPO Pemasangan Infus di Ruang Perawatan Puskesmas Poasia Kendari Moh Nisyar Sy Abd Azis; Indra; Sartika; Bergita Dumar
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.99

Abstract

Pemasangan infus merupakan prosedur yang sering dilakukan di rumah sakit, namun hal ini mempunyai risiko tinggi terjadinya infeksi nasokomial apabila tidak dilakukan sesuai prosedur. Kepatuhan dalam menjalankan standar prosedur operasional pada setiap pemasangan infus berguna untuk mencegah infeksi nasokomial khususnya flebitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat menjalankan SPO pemasangan infus di ruang perawatan Puskesmas Poasia Kendari. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 58 perawat diruang perawatan dengan menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai ketersediaan alat, motivasi, masa kerja, selain itu dilakukan observasi terhadap pelaksanaan pemasangan infus oleh responden dengan acuan SPO pemasangan infus di puskesmas Poasia. Analisis data dilakukan menggunakan uji fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan ketersediaan alat, hubungan motivasi, hubungan masa kerja dengan kepatuhan perawat menjalankan SPO pemasangan infus di ruang perawatan Puskesmas Poasia Kendari. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor ketersediaan alat, motivasi, masa kerja berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam menjalankan SPO pemasangan infus di ruang perawatan puskesmas Poasia Kota Kendari
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI 5 PILAR SANITASI TOTAL BERBASIS LINGKUNGAN Yusuf, Zuhriana K.; Pateda, Sri Manovita; Abd Azis, Moh Nisyar
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.473

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo dengan prevalensi mencapai 23,8%. Desa Dimito sebagai salah satu lokus intervensi menghadapi tantangan rendahnya kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan stunting dan penanganan kegawatdaruratan dasar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta penerapan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan langsung, simulasi, serta pendampingan oleh dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan kader. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dimana pada pretest terdapat 9 kader (64,3%) dengan skor ≤65 dan hanya 5 kader (35,7%) dengan skor >65. Setelah post test, 13 kader (92,9%) memperoleh skor >65 dan hanya 1 kader (7,1%) yang masih berada pada kategori ≤65. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman kader mengenai sanitasi lingkungan dan keterampilan dasar penanganan kegawatdaruratan. Selain menghasilkan booklet, publikasi ilmiah, dan media edukasi, kegiatan ini juga memperkuat peran kader sebagai agen perubahan dalam mendukung pencegahan stunting dan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa serta mendukung pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting menuju pembangunan kesehatan berkelanjutan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN EDUCATION AND KNOWLEDGE ABOUT DIABETES MELLITUS IN THE COASTAL AREA OF LAPULU DISTRICT: DIABETES MELLITUS Indra, Indra; Rahmadania, Wa Ode; Novianti, Asri Dwi; Nawawi, Nawawi; Ardiansyah, La Ode; Abd. Azis, Moh. Nisyar Sy.; Firmansyah, Firmansyah
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 6 No. 2 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol6.Iss2/241

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a condition of chronic hyperglycemia that is often accompanied by various metabolic disorders due to hormonal disorders, which can cause various chronic complications. Based on data from the Kendari City Health Service in 2020, in Kendari City there were 3,030 people suffering from DM and in Lapulu Village, one of the cases was that many people suffered from diabetes mellitus. The aim of this research was to determine Relationship Between Education With Knowledge About Diabetes Mellitus In The Coastal Area Of Lapulu District. Methods: This type of research is quantitative research with a Cross Sectional analysis design. The research population is the people of Lapulu Village, Kendari City. The number of samples in this study was 43 people using a purposive sampling technique. The analysis method used is fisher’s exact test. Results: The results of this study obtained a significant value of p = 0.000 or less than 0.05. Conclusion: There is a relationship between education and knowledge about diabetes mellitus in the Coastal Area of Lapulu Village. Suggestions for community health centers of Abeli to carry out routine activity programs to increase public knowledge about Diabetes Mellitus, namely by conducting routine health education or counseling every month.
Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik Di Lingkungan Pelayanan Kesehatan Pannyiwi, Rahmat; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.; Rahmat, Rezqiqah Aulia
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i1.921

Abstract

Therapeutic communication is a core skill in nursing practice that directly impacts the quality of care and patient safety. However, nurses often experience various obstacles, resulting in suboptimal implementation of therapeutic communication. This study aims to analyze the obstacles faced by nurses in implementing therapeutic communication in healthcare facilities. The research method used a qualitative descriptive approach with in-depth interviews with 15 nurses in hospitals and community health centers. The results showed that the main obstacles included high workload, lack of communication training, language barriers, patient emotional states, and an unsupportive work environment. The analysis revealed that organizational and individual factors play a role in reducing the effectiveness of therapeutic communication. This study emphasizes the importance of regular training, workload management, and creating a conducive communication environment to improve the quality of the nurse-patient relationship.
Analisis Hubungan Manajemen Ketersediaan SDM Perawat dengan Tingkat Beban Kerja Perawat Luthfia Cahnaya Manangin; Sitti Rahma; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 7 No. 6 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gcjadn56

Abstract

This study aims to analyze the relationship between nurse human resource availability management and nurse workload levels in the inpatient ward of Kotamobagu City Hospital. A cross-sectional method with proportionate stratified random sampling was used, with a sample of 56 nurses. The results showed a relationship between nurse human resource availability management and nurse workload levels (p-value = 0.000). In conclusion, a relationship exists between nurse human resource availability management and nurse workload levels at Kotamobagu City Hospital.   Keywords: Human Resource Availability Management, Nurses, Inpatient Wards, Workload Level
Overview of Patient Boarding Time At the Emergency Installation of Toto Kabila Hospital Rey Afriansyah Gobel; Zuhriana K. Yusuf; Moh. Nisyar Sy Abd. Azis
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) January 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10050

Abstract

Boarding time is an important indicator of the quality of emergency room services that describes the length of time from the time the patient is designated for hospitalization until he is transferred to the treatment room. Prolonged boarding time can lead to delays in further treatment, increase the risk of complications, and impact patient safety. This study aims to find out the description of the boarding time of patients in the Emergency Installation of Toto Kabila Hospital. The research design is descriptive quantitative with a single variable boarding time. The population amounted to 1132 emergency room patients, with a sample of 92 respondents using purposive sampling techniques. Data were collected through direct observation and verification of medical records, then analyzed in univariate analysis. The results of the study showed that 53 respondents (57.6%) experienced boarding time ? 6 hours, while 39 respondents (42.4%) experienced boarding time > 6 hours. The main cause of boarding time is the limited number of beds in the inpatient room. Other contributing causes are extra work of nurses, administration and documentation and patient or family factors. These findings show that patient transfers have gone quite well, although some patients are still experiencing delays. Toto Kabila Hospital is recommended to improve boarding time monitoring and improve the bed availability information system. Further research is suggested to develop other variables to gain a more comprehensive understanding of boarding time.
KUAT KARENA DI DUKUNG: KONTRIBUSI KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Hunowu, Sri Yulian; Indra, Indra; Yasin, Nurnianingsih A.; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.; Dumar, Bergita
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6555

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat ke dua di dunia sebagai negara dengan kasus terbanyak tuberkulosis setelah India.  Kepatuhan  pengobatan menjadi masalah utama dalam menjalani proses pengobatan. Oleh karenanya, dukungan keluarga menjadi krusial dalam meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita tuberkulosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian observasional (analitik) dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita tuberkulosis berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampel, dimana sampel yang digunakan berupa seluruh pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 31 responden, sebanyak 22 responden memiliki dukungan keluarga positif, sedangkan 9 responden mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seluruh responden dengan dukungan keluarga positif (100%) menunjukkan kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis. Pada kelompok dengan dukungan keluarga negatif, terdapat 6 responden (66,7%) yang patuh dan 3 responden (33,3%) yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Hasil uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Kesimpulan: Dukungan keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada kepatuhan penderita TB dalam mengkonsumsi obat, sedangkan kurangnya dukungan keluarga dapat meningkatkan risiko ketidakpatuhan mengkonsumsi obat kepada penderita TB.