Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Olahraga dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) pada Penjahit Annissa Annissa; Alvi Annissa
Faletehan Health Journal Vol 12 No 03 (2025): Faletehan Health Journal, November 2025
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v12i03.764

Abstract

A preliminary study conducted on 10 tailors in Cilegon District showed that 60% of them suffered from moderate low back pain which could reduce their productivity. The purpose of this study is to find out the factors related to lower back pain complaints. This study used a cross-sectional design with a sample size of 70 tailors in Cilegon District. The sampling technique in this study was carried out using the accidental sampling method. Data were analysed through univariate and bivariate analysis, using the chi square test. The results of the analysis showed a relationship between age (P value=0.006), back posture (P value=0.002), and exercise habits (P value=0.015) with moderate low back pain complaints. There was no significant relationship between sitting duration (P value=0.511) and moderate low back pain complaints. The results showed that majority of respondents felt complaints of LBP in the moderate category (57.1%). Tailors should pay more attention to their back posture when sewing and do stretching and exercising.
“Makan Ikan, Pikiran Kuat” : Edukasi Konsumsi Makanan Omega-3 untuk Kesehatan Mental Remaja di Wilayah Banten: Pengabdian Annissa; Henny Kurniati; Sri Utami; Lani Febriani; Feling Polwandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5863

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan salah satu isu penting yang perlu mendapatkan perhatian, terutama pada wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap kejadian bencana seperti Provinsi Banten. Remaja yang mengalami tekanan psikologis berisiko mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi. Salah satu pendekatan yang dapat mendukung kesehatan mental adalah melalui pemenuhan gizi yang baik, khususnya konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 yang berperan dalam fungsi otak dan stabilitas emosi. Namun, tingkat konsumsi omega-3 masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah dan pengetahuan remaja mengenai peran gizi terhadap kesehatan mental masih terbatas.. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/I SMA mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal kaya omega-3, menumbuhkan kesadaran bahwa gizi berperan penting dalam Kesehatan mental dan ketahanan psikologis, mendukung Upaya sekolah sebagai lingkungan sehat dan Tangguh bencana. Metode yang digunakan Adalah Community Development melalui penyuluhan Kesehatan disertai pre-test dan post-test. Hasil pengabdian Masyarakat menunjukkan nilai pretest dan post-test menununjukkan adanya peningkatan bahwa pemahaman siwa/I, dari 33 (21%) siswa/I saat pre test menjadi 155 (100%). Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal kaya omega-3 sebagai Upaya promotive dan pereventif dalam menjaga Kesehatan mental.
A Comparative Study on Bioactivities of Aqueous Extracts from Various Parts of Moringa Oleifera Annissa Annissa; Hanif Amrulloh; Hamed Kioumarsi
Bioactivities Vol. 3 No. 2 (2025): Bioactivities
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/bioactivities.2963-654X.457

Abstract

Moringa oleifera (M. oleifera) is widely recognized as a rich source of natural antioxidants; however, systematic comparisons of the phytochemical composition and biological activities of aqueous extracts obtained from different plant organs remain limited. This study aimed to comparatively evaluate the phytochemical profiles, antioxidant capacity, antibacterial activity, and antifungal activity of aqueous extracts prepared from the leaves, twigs, stem bark, and wood of M. oleifera. Qualitative phytochemical screening, determination of total phenolic and total flavonoid contents, Fourier-transform infrared spectroscopy, 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl radical scavenging assay, and resazurin-based microdilution assays against representative bacterial and fungal pathogens were performed. Leaf and twig extracts exhibited the greatest phytochemical diversity, whereas the wood extract showed the simplest composition. The leaf extract contained the highest total phenolic content (683.95 ± 16.74 μg gallic acid equivalents mL⁻¹) and total flavonoid content (514.08 ± 26.12 μg catechin equivalents mL⁻¹), followed by the twig, bark, and wood extracts. Consistently, the leaf extract demonstrated the strongest antioxidant activity, with 64.60 ± 0.69% radical scavenging activity, approaching that of the reference antioxidant (71.72 ± 0.56%). Fourier-transform infrared spectroscopy confirmed the presence of hydroxyl, carbonyl, aromatic, and ether functional groups associated with phenolic and flavonoid compounds, particularly in leaf and twig extracts. Antibacterial and antifungal activities followed the same overall trend, with leaf extracts exhibiting the greatest inhibitory effects, followed by twig, bark, and wood extracts. These findings demonstrate that the distribution of bioactive phytochemicals is strongly organ-dependent and closely associated with antioxidant and antimicrobial activities. The study identifies M. oleifera leaves as the most promising source of water-extractable antioxidant compounds and supports their potential application in the development of sustainable functional foods, nutraceuticals, and phytopharmaceutical products.
KNOWLEDGE, ATTITUDES, AND WASTE-BIN AVAILABILITY ASSOCIATED WITH WASTE SORTING AMONG VENDORS AT X Sadya Bustomi; Puji Eka Mathofani; Annissa Annissa
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.15448

Abstract

Waste sorting in temporary public spaces is an important component of environmental health management, yet waste-sorting practices among Car Free Day (CFD) vendors remain suboptimal. This study aimed to analyze the associations of knowledge, attitudes, and waste-bin availability with waste-sorting practices among vendors at X. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted from May to July 2026 at X. The accessible population consisted of 200 vendors listed in the 2026 CFD vendor roster. The minimum sample size was calculated using the Slovin formula with a 10% margin of error, resulting in 67 respondents. Sample quotas were determined through proportional allocation across vendor categories, followed by purposive selection of eligible respondents within each category. Data were collected using a structured questionnaire administered through face-to-face interviews and supported by field observations. Univariate and bivariate analyses were performed using Pearson’s chi-square test at a 5% significance level. The strength of associations was expressed as odds ratios (ORs) with 95% confidence intervals (CIs). Overall, 37 vendors (55.2%) had good waste-sorting practices. Poor knowledge was significantly associated with poor waste-sorting practices (p = 0.001; OR = 10.333; 95% CI: 3.247–32.888). Unfavorable attitudes were also significantly associated with poor waste-sorting practices (p = 0.001; OR = 8.369; 95% CI: 2.553–27.438). In addition, inadequate waste-bin availability was significantly associated with poor waste-sorting practices (p = 0.028; OR = 3.086; 95% CI: 1.112–8.559). The findings indicate that knowledge, attitudes, and waste-bin availability are associated with waste-sorting practices among CFD vendors. These findings support the implementation of practical waste-sorting education and the provision of accessible, appropriate, and clearly labeled separated waste bins in CFD areas. Because of the cross-sectional design, the observed associations should not be interpreted as causal relationships. ABSTRAK Pemilahan sampah di ruang publik sementara merupakan bagian penting dalam pengelolaan kesehatan lingkungan, tetapi praktik pemilahan sampah pada pedagang Car Free Day (CFD) masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan ketersediaan tempat sampah dengan praktik pemilahan sampah pada pedagang di X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dan dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 di X. Populasi terjangkau terdiri atas 200 pedagang yang tercatat dalam daftar pedagang CFD tahun 2026. Besar sampel minimum dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan diperoleh 67 responden. Kuota sampel ditentukan melalui proportional allocation berdasarkan kategori pedagang, kemudian responden dalam setiap kategori dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur melalui wawancara tatap muka dan didukung observasi lapangan. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson chi-square dengan tingkat signifikansi 5%. Kekuatan hubungan disajikan dalam bentuk odds ratio (OR) dengan interval kepercayaan (IK) 95%. Sebanyak 37 pedagang (55,2%) memiliki praktik pemilahan sampah yang baik. Pengetahuan yang kurang berhubungan signifikan dengan praktik pemilahan sampah yang kurang baik (p = 0,001; OR = 10,333; IK 95%: 3,247–32,888). Sikap yang tidak mendukung juga berhubungan signifikan dengan praktik pemilahan yang kurang baik (p = 0,001; OR = 8,369; IK 95%: 2,553–27,438). Selain itu, ketersediaan tempat sampah yang tidak memadai berhubungan signifikan dengan praktik pemilahan yang kurang baik (p = 0,028; OR = 3,086; IK 95%: 1,112–8,559). Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan ketersediaan tempat sampah berhubungan dengan praktik pemilahan sampah pada pedagang CFD. Temuan ini mendukung perlunya edukasi praktis mengenai pemilahan sampah serta penyediaan tempat sampah terpilah yang mudah diakses, sesuai, dan diberi label jelas di area kegiatan CFD. Karena menggunakan desain cross-sectional, hubungan yang ditemukan tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat.