Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kebiasaan Membaca Komposisi Nilai Gizi pada Kemasan Pangan (Food Packaging) untuk Mencegah Obesitas pada Siswa Sekolah Menengah Atas: Penelitian Annissa; Puji Eka Mathofani; Henny Kurniati; Anisa Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i SMA mengenai kebiasaan membaca komposisi nilai gizi pada kemasan pangan (food packaging) untuk mencegah obesitas. Metode yang digunakan adalah Community Development melalui penyuluhan kesehatan disertai pre-test dan post test. Hasil penelitian menunjukkan nilai pretest dan post test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa/i, dari 55 (36,7%) siswa/i saat pre test menjadi 150 (100%). Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pengabidan kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya membaca komposisi nilai gizi pada kemasan pangan (food packaging) sebagai langkah preventif terhadap obesitas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPSIAGAAN TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT PERTIWI, WIWIK EKO; Natasha Amanda; Kurniati, Henny
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/kqzwcm89

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran, sehingga kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi kondisi darurat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, jenis kelamin, masa kerja, dan tingkat pendidikan dengan kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran pada karyawan di RSUD Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional sampling dengan jumlah responden sebanyak 98 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Sebagian besar responden memiliki kesiapsiagaan yang baik (69,4%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,079), jenis kelamin (p=0,190), masa kerja (p=0,844), dan tingkat pendidikan (p=0,221) dengan kesiapsiagaan tanggap darurat. Namun demikian, responden dengan pengetahuan kurang baik memiliki peluang 2,4 kali lebih besar untuk kurang siap, dan yang berpendidikan rendah memiliki peluang hampir 5 kali lebih besar. Meskipun tidak signifikan secara statistik, karakteristik individu tetap perlu diperhatikan dalam peningkatan kesiapsiagaan karyawan melalui pelatihan dan simulasi kebakaran yang lebih intensif dan merata. Kegiatan ini meningkatkan keterampilan respons cepat, meningkatkan pemahaman tentang prosedur evakuasi, dan mengurangi kepanikan dalam situasi darurat. Simulasi berguna untuk menemukan kelemahan sistem tanggap darurat dan memberikan pengalaman praktis yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pemikiran teoretis.
Tinjauan Literatur : Stunting Saat Balita sebagai Salah Satu Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Masa Depan Kurniati, Henny; Djuwita, Ratna; Istiqfani, Maulidya
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seseorang yang mengalami stunting saat balita cenderung memiliki tubuh yang lebih pendek dan memiliki risiko efek jangka panjang, yaitu menderita penyakit kronis yang berkaitan dengan gizi, rentan terhadap penumpukkan lemak tubuh, serta berisiko menderita diabetes melitus karena resistensi insulin dan beberapa penyakit tidak menular seperti hipertensi dan stroke. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menelaah secara ilmiah efek stunting yang terjadi pada seseorang saat balita terhadap penyakit tidak menular saat dewasa. Penelitian ini merupakan literature review dengan metode PICO (population, intervention, comparators and outcome). Database elektronik yang digunakan adalah Embase, Proquest dan lib.ui didapatkan sebanyak lima artikel dan satu tugas akhir (tesis) setelah melalui tahapan eksklusi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Usia anak yang dijadikan sampel dalam setiap studi berkisar dua sampai lima tahun. Hasil telaah ilmiah dari lima artikel dan satu tugas akhir yang sesuai dengan kriteria inklusi, menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami stunting saat balita memiliki risiko kegemukan atau obesitas. Adanya fase catch up growth untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan dan resistensi insulin sehingga rentan terhadap penumpukkan lemak tubuh. Stunting yang dialami seseorang pada saat balita dapat menjadi salah satu faktor seseorang menderita penyakit kronis yang berkaitan dengan gizi dan penyakit tidak menular lainnya karena adanya peningkatan adipositas dan penumpukkan lemak tubuh. Perlu dilakukan telaah lebih mendalam pada penelitian selanjutnya terkait efek genetik dan perubahan hormon pada masa remaja karena pada masa ini seseorang mengalami fase pubertas dan dapat mempengaruhi risiko obesitas dan hipertensi di masa dewasa.
An Epidemiological Exploration of Binge Eating Disorder and Its Emotional Roots among Youth in Greater Jakarta Kurniati, Henny; Asy'ari, Yudha; Helmi, Tri Amelia Rahmitha; Sundjaya, Tonny
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rising prevalence of mental disorders among youth, including depression, anxiety, stress, and binge eating disorder (BED), has become a major concern in the context of global mental health. BED, as a form of eating disorder, often occurs with psychological conditions such as anxiety and depression, complicating diagnosis and treatment. This study aimed to investigate the prevalence and association between depression, anxiety, stress, and BED among youth in Greater Jakarta. Using a cross-sectional online design, data were collected from 231 participants aged 18-25 years through the Binge Eating Scale (BES) and Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Statistical analysis involved bivariate testing and logistic regression to identify risk factors and association among variables. This study indicated that BED prevalence was higher among female respondents and individuals with a BMI ≥25. Anxiety emerged as the primary factor increasing the risk of BED by up to four times, while stress was not a significant predictor. These findings emphasized the importance of early detection and psychological interventions, as well as preventive approaches such as routine screening and improved access to mental health services for youth. In conclusion, anxiety and obesity were key factors that need comprehensive management to reduce BED occurrence and enhance adolescent mental health. Keywords : Anxiety, Binge Eating Disorder, Depression, Stress, Youth
“Makan Ikan, Pikiran Kuat” : Edukasi Konsumsi Makanan Omega-3 untuk Kesehatan Mental Remaja di Wilayah Banten: Pengabdian Annissa; Henny Kurniati; Sri Utami; Lani Febriani; Feling Polwandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5863

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan salah satu isu penting yang perlu mendapatkan perhatian, terutama pada wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap kejadian bencana seperti Provinsi Banten. Remaja yang mengalami tekanan psikologis berisiko mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi. Salah satu pendekatan yang dapat mendukung kesehatan mental adalah melalui pemenuhan gizi yang baik, khususnya konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 yang berperan dalam fungsi otak dan stabilitas emosi. Namun, tingkat konsumsi omega-3 masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah dan pengetahuan remaja mengenai peran gizi terhadap kesehatan mental masih terbatas.. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/I SMA mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal kaya omega-3, menumbuhkan kesadaran bahwa gizi berperan penting dalam Kesehatan mental dan ketahanan psikologis, mendukung Upaya sekolah sebagai lingkungan sehat dan Tangguh bencana. Metode yang digunakan Adalah Community Development melalui penyuluhan Kesehatan disertai pre-test dan post-test. Hasil pengabdian Masyarakat menunjukkan nilai pretest dan post-test menununjukkan adanya peningkatan bahwa pemahaman siwa/I, dari 33 (21%) siswa/I saat pre test menjadi 155 (100%). Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi pangan lokal kaya omega-3 sebagai Upaya promotive dan pereventif dalam menjaga Kesehatan mental.