Melia Eka Lestiani
Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, Bandung, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Demand Imbalance dan Fleet Capacity terhadap Volume Empty Container Repositioning (ECR) serta Implikasinya pada Market Share Desima Ramalia; Melia Eka Lestiani; Saptono Kusdanu Waskito
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5941

Abstract

Empty container repositioning (ECR) menjadi hal yang diperhatikan dalam pelayaran kontainer karena berkaitan dengan biaya perusahaan tanpa perolehan pendapatan komersial. Memperhatikan bahwa setiap wilayah memiliki perbedaan kapasitas produksi dan konsumsi, yang kemudian mempengaruhi terjadinya ketidakseimbangan permintaan pengiriman barang (demand imbalance) pada pelayaran. ECR menjadi action dalam memenuhi demand dari pelabuhan surplus ke pelabuhan defisit. Keterkaitan pemenuhan demand ini, sangat berhubungan dengan kapasitas armada (fleet capacity) yang dioperasikan pelayaran dalam optimalisasi strategi reposisi kontainer. Segala bentuk optimalisasi sangat diharapkan perusahaan agar mampu menjadi pemimpin market share rute pelayaran tersebut. Penelitian kuantitatif ini dengan studi kasus di rute Banjarmasin – Jakarta, menunjukkan secara partial demand imbalance berpengaruh signifikan terhadap volume ECR, namun fleet capacity tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ECR. Pengaruh keduanya bersama-sama terhadap volume ECR yaitu 60,1%. Selanjutnya pengaruh volume ECR terhadap market share ternyata hanya 8,5% pada rute tersebut. Pada praktiknya ECR tetap harus dilakukan sebagai pemenuhan kebutuhan kontainer namun dengan jumlah yang efisien dan efektif melalui strategi seperti optimalisasi perencanaan jaringan permintaan, kolaborasi antar pelayaran, diversifikasi jenis muatan (lokal dan ekspor-impor) dan analisis pengoperasian kapal berdasarkan kapasitas dan market volume. Jika efisiensi dan efektivitas ECR tercapai maka perusahaan bisa fokus terhadap kebutuhan prioritas pelanggan dengan harapan meningkatkan market share perusahaan.
Analisis Efektivitas Pemanfaatan GPS Tracker dalam Pemantauan Ketepatan Waktu Armada Distribusi Mirza Azzahra Damayanti; Melia Eka Lestiani; Saptono Kusdanu Waskito
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6026

Abstract

Perkembangan revolusi industri 4.0 yang semakin pesat turut mempengaruhi sektor transportasi logistik. . Saat ini, banyak perusahaan transportasi logistik yang mulai menerapkan digitalisasi dalam aktivitas operasionalnya. Global Positioning System (GPS) tracker merupakan salah satu teknologi yang paling banyak diadopsi oleh perusahaan transportasi logistik untuk mempermudah pelacakan posisi kendaraan dan barang real time. Metode Data Envelopment Analysis (DEA) digunakan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan GPS Tracker dalam mendukung ketepatan waktu pengiriman yang merupakan bagian dari pemantauan kinerja operasional terutama capaian Service Level Agreement (SLA). Dilihat dari efisiensi score, setiap rute mendapatkan score yang cukup tinggi, dengan capaian rata-rata efisiensi untuk keseluruhan DMU sebesar 0,953. Presentase rute efisien sebesar 40%, sedangkan rute yang tidak efisien sebesar 60%.
Pengaruh Agile Leadership dan Logistic Competency terhadap Transformasi Digital serta Implikasinya pada Kualitas layanan logistik (LSQ) PosInd Fahmi Nurul Fikri; Maniah; Melia Eka Lestiani
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6170

Abstract

Transformasi digital telah muncul sebagai elemen krusial dalam meningkatkan kualitas layanan logistik. Untuk mencapai keunggulan layanan, banyak bisnis masih kesulitan mengintegrasikan teknologi digital dengan sukses. Keberhasilan transformasi digital, yang berdampak pada kualitas layanan logistik, dipandang sangat dibantu oleh kepemimpinan yang tangkas dan kecakapan logistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan yang tangkas dan keahlian logistik memengaruhi transformasi digital dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kualitas layanan logistik. Kuesioner yang disebarkan kepada karyawan di industri jasa pengiriman digunakan untuk mengumpulkan data dalam studi kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa transformasi digital dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh kepemimpinan yang tangkas dan kapabilitas logistik. Selain itu, transformasi digital terbukti sangat meningkatkan kualitas layanan logistik. Hasil ini sejalan dengan studi lain yang menyoroti pentingnya keterampilan digital dan kepemimpinan yang adaptif dalam mendorong inovasi dan efektivitas operasional. Kesimpulan studi ini menekankan bahwa untuk meningkatkan daya saing dan kinerja bisnis, organisasi harus meningkatkan kepemimpinan yang tangkas, memperkuat keterampilan logistik karyawan, dan memaksimalkan taktik transformasi digital.
Menavigasi Peran Green Logistics, Teknologi Inovasi, Efisiensi Organisasi Logistik Terhadap Kinerja Operasi PT Pelabuhan Indonesia di Tanjung Priok Melalui Kinerja Transportasi Laut Adryany Hamidin; Saptono Kudanu Waskito; Melia Eka Lestiani
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6180

Abstract

Peran green logistics, inovasi teknologi, dan efisiensi organisasi logistik menjadi aspek krusial di tengah tekanan global terhadap keberlanjutan dan efisiensi operasional pelabuhan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya emisi karbon di Pelabuhan Tanjung Priok dan belum optimalnya efektivitas praktik logistik hijau dan digitalisasi terhadap kinerja operasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana ketiga variabel tersebut memengaruhi kinerja operasional PT Pelabuhan Indonesia melalui kinerja transportasi laut sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian ini menguji hubungan antar variabel dengan sampel 200 responden dari manajer dan staf logistik di PT Pelabuhan Indonesia, Tanjung Priok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan efisiensi organisasi logistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja transportasi laut dan secara tidak langsung meningkatkan kinerja operasional. Namun, temuan pentingnya adalah green logistics tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja transportasi laut. Kesimpulannya, peningkatan kinerja operasional pelabuhan utamanya didorong oleh inovasi teknologi dan efisiensi organisasi, sementara implementasi green logistics masih perlu diperkuat untuk memberikan dampak nyata.
Pengaruh Kendaraan Listrik, Energi Terbarukan, dan Digitalisasi terhadap Efisiensi Biaya Operasional Melalui Green Logistics di PT Pos Indonesia (Persero) Danan Prasetya Sudarso; Melia Eka Lestiani; Maniah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7628

Abstract

Tingginya biaya operasional logistik akibat ketergantungan pada bahan bakar fosil, rendahnya pemanfaatan energi terbarukan, dan keterbatasan integrasi digital menjadi permasalahan utama PT Pos Indonesia (Persero). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi kendaraan listrik, pemanfaatan energi terbarukan, dan digitalisasi operasional terhadap efisiensi biaya operasional melalui green logistics. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui survei pada November-Desember 2025 terhadap 171 pegawai unit operasional logistik dan dianalisis menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kendaraan listrik (β = 0,288; p < 0,000), pemanfaatan energi terbarukan (β = 0,421; p < 0,000), dan digitalisasi operasional (β = 0,289; p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap green logistics. Digitalisasi operasional juga berpengaruh signifikan terhadap efisiensi biaya operasional, dengan green logistics memberikan pengaruh terbesar (β = 0.439; p < 0,000). Nilai R² sebesar 0,740 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 74,0% variasi green logistics. Green logistics terbukti memediasi pengaruh ketiga variabel terhadap efisiensi biaya operasional, yang menegaskan bahwa biaya operasional lebih efektif dicapai melalui pengelolaan logistik hijau yang terintegrasi.
Pengaruh Preferensi, Kepuasan, dan Transformasi Digital terhadap Customer-Centric Service Design dengan Customer Delivery Experience sebagai Variabel Mediasi pada Layanan Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Meilasari Cita Prawakca; Melia Eka Lestiani; Erna Mulyati
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7726

Abstract

Persaingan industri jasa logistik mendorong perusahaan mengembangkan customer-centric service design yang berorientasi pada kebutuhan dan pengalaman pelanggan. PT Pos Indonesia (Persero) dituntut untuk mengelola preferensi pelanggan, kepuasan pelanggan, dan transformasi digital untuk menciptakan customer delivery experience yang unggul. Penelitian ini menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap customer-centric service design, baik secara langsung maupun melalui customer delivery experience sebagai variabel mediasi, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Analisis data dilakukan dengan PLS-SEM untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi pelanggan tidak berpengaruh signifikan terhadap customer delivery experience (β = 0,036; p > 0,05), sedangkan kepuasan pelanggan (β = 0,582; p < 0,05) dan transformasi digital (β = 0,305; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan. Preferensi pelanggan (β = 0,450; p < 0,05) dan transformasi digital (β = 0,319; p < 0,05) berpengaruh signifikan terhadap customer-centric service design, sementara kepuasan pelanggan tidak berpengaruh langsung signifikan (β = 0,156; p > 0,05). Customer delivery experience juga berpengaruh signifikan terhadap customer-centric service design (β = 0,403; p < 0,05) serta memediasi secara signifikan pengaruh kepuasan dan transformasi digital terhadap customer-centric service design, sedangkan preferensi tidak.
Integrasi Teknologi Digital dan Green Transportation dalam Rantai Pasok Berkelanjutan: Studi pada PT Pos Indonesia (Persero) Sandy Noviandy; Melia Eka Lestiani; Maniah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7733

Abstract

Transformasi digital dan tuntutan keberlanjutan mendorong perusahaan logistik mengintegrasikan teknologi digital, kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan green transportation dalam pengelolaan distribusi. PT Pos Indonesia (Persero) dituntut meningkatkan efisiensi operasi transportasi guna mewujudkan distribusi rantai pasok berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis pengaruh teknologi digital, kompetensi SDM, dan green transportation terhadap distribusi rantai pasok berkelanjutan, baik secara langsung maupun melalui efisiensi operasi transportasi sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 pegawai Divisi Operasi PT Pos Indonesia (Persero) di SPP Bandung. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasi transportasi (β = 0,036; p > 0,05), sedangkan kompetensi SDM (β = 0,582; p < 0,05) dan green transportation (β = 0,305; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan. Teknologi digital (β = 0,450; p < 0,05) dan green transportation (β = 0,319; p < 0,05) berpengaruh signifikan terhadap distribusi rantai pasok berkelanjutan, sementara kompetensi SDM tidak berpengaruh langsung signifikan (β = 0,156; p > 0,05). Efisiensi operasi transportasi berpengaruh signifikan terhadap distribusi rantai pasok berkelanjutan (β = 0,403; p < 0,05) serta memediasi pengaruh kompetensi SDM dan green transportation, namun tidak memediasi pengaruh teknologi digital.
Pengaruh Kompetensi Digital dan TIK terhadap Efisiensi Operasional serta Implikasinya pada Kinerja Perusahaan di Kantor Pos Indonesia Cabang Tenggarong Muhammad Nazhim Maulana; Maniah; Melia Eka Lestiani
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i3.8090

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong organisasi untuk meningkatkan kompetensi digital sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guna meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi digital dan pemanfaatan TIK terhadap efisiensi operasional serta implikasinya terhadap kinerja perusahaan. Penelitian dilakukan pada pegawai PT Pos Indonesia Cabang Tenggarong dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 109 responden dari berbagai jabatan di perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital dan pemanfaatan TIK berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional. Selain itu, kompetensi digital, TIK, dan efisiensi operasional juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Efisiensi operasional berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kompetensi digital dan TIK dengan kinerja perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan digital pegawai serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efisiensi operasional yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kinerja perusahaan.
Integration of Machine Learning Models and Centralized Warehousing Strategy in Multichannel Book Distribution Optimization Ato Kusnandar; Agus Purnomo; Melia Eka Lestiani
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 2 (2025): Dinasti International Journal of Education Management And Social Science (Decem
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i2.5294

Abstract

This study aims to optimize multichannel book distribution efficiency through the integration of machine learning–based demand forecasting and centralized warehouse strategy at PT Mizan Media Utama. Using three years of multichannel sales data from offline stores, marketplaces, resellers, and events, the research employs the XGBoost algorithm to predict monthly demand for selected book SKUs. The results demonstrate that XGBoost consistently outperforms conventional forecasting methods, achieving lower Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), and higher R² values, indicating improved accuracy and reliability. Comparative analysis between actual sales in 2025 and forecasted results shows that XGBoost reduces average forecast error by 20–30% compared to traditional projection methods. These accurate predictions support more effective stock allocation within the centralized warehouse, minimizing overstock and stockout risks across sales channels. The findings confirm that integrating predictive analytics into distribution planning enhances operational efficiency, improves inventory control, and strengthens data-driven decision-making. This study contributes both theoretically and practically by demonstrating how machine learning can transform conventional supply chain management into a digitally integrated, responsive, and efficient system suited for the publishing and book distribution industry.
Development and Validation of a Centralised Procurement Model: The Key Role and Intermediary Role in Strengthening Procurement Governance (Case Study of PT Wika Gedung) Yayuk Dwi Indriani; Agus Purnomo; Melia Eka Lestiani
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 3 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Febru
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i3.5997

Abstract

This study aims to develop and validate a centralised procurement model in the construction industry using Exploratory Factor Analysis (EFA) and Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). The EFA results identified six new factors representing the multidimensional nature of centralised procurement: ORCHESTRA, STRATEGUS, DIGISONIC, FINCERTO, SYMPHONY-LINK, and GRAND-GOVERNANCE. All constructs showed strong statistical validity and reliability. The PLS-SEM findings showed high explanatory power, with R² values of 0.732 for SYMPHONY-LINK and 0.731 for GRAND-GOVERNANCE. These results highlight that STRATEGUS significantly influences SYMPHONY-LINK, while SYMPHONY-LINK is the dominant predictor in procurement governance. Furthermore, SYMPHONY-LINK fully mediates the effect of STRATEGUS on GRAND-GOVERNANCE, highlighting cross-functional integration as a critical driver of centralised procurement success. This study contributes theoretically by introducing new constructs into the domain of centralised procurement and provides practical implications for construction companies seeking standardised, transparent, and sustainability-oriented procurement strategies.