Nabila Muna Mufidah
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Alat Peraga Pernapasan Sederhana dalam Model PJBL untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Organ Pernapasan pada Manusia di Sekolah Dasar Nabila Muna Mufidah; Mimi Hariyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga pernapasan sederhana dalam model PJBL untuk meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar siswa pada materi organ pernapasan pada manusia di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan model ADDIE dengan desain eksperimen kelompok kontrol pretes-postes digunakan dalam eksperimen lapangan. Tiga puluh siswa kelas lima SDIT Fadhilah Pekanbaru berpartisipasi dalam pengumpulan sampel eksperimen lapangan secara acak. Alat bantu pernapasan sederhana memiliki persyaratan yang sangat valid, sebagaimana dibuktikan oleh tingkat kelayakan validasi ahli media sebesar 85,00% dan validasi ahli materi sebesar 90,00%. Dengan kategori sangat valid, hasil uji coba terbatas menghasilkan persentase 80,25%. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat, menurut temuan uji coba lapangan. Hasil belajar rata-rata kelas eksperimen, yang awalnya 46,25 menjadi 80,45 dengan kenaikan 34,20, menunjukkan peningkatan ini. Pada kelas kontrol peningkatan hanya sebesar 20,03 semula 50,05 menjadi 70,08. Sedangkan untuk peningkatan keterampilan proses memperlihatkan 15,71 untik dikelas eksperimen dan 8,66 untuk dikelas kontrol, sehingga dapat disimpulkan pengembangan alat peraga pernapasan sederhana dalam model PJBL dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar siswa pada materi organ pernapasan pada manusia di sekolah dasar.
BETWEEN LIKING AND DISLIKING STUDENTS: A TEACHER’S INNOVATION Nabila Muna Mufidah; Aramudin
El Midad Vol. 17 No. 3 (2025): elmidad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v17i3.14673

Abstract

Social Studies (IPS) learning at the elementary school level often faces challenges related tolow student interest and engagement, leading to the phenomenon of “learning dislike.” This ismainly due to less innovative, monotonous teaching methods. This study aims to examinehow teachers apply innovative strategies to avoid this phenomenon and increase studentinterest in IPS lessons. Using a qualitative case-study Design, this study involved SSE teachersand students at SDIT Fadhilah. Data were collected through in-depth interviews, participatoryobservation, and documentation, which were then analyzed using thematic analysis. Theprimary focus of this study was on the application of project-based learning (PjBL) andproblem-based learning (PBL) methods, as well as the use of technology to support thelearning process. The findings of this study indicate that these methods can reduce students’disinterest in the subject and increase their engagement in social studies learning. However,challenges related to time constraints and access to technology need to be addressed in theimplementation of these innovative strategies. This study is expected to provide insights intodeveloping more engaging and relevant learning experiences for students at SDIT Fadhilahand other elementary schools.
Strategi Pembelajaran Kognitif-Emotif untuk Mengatasi Kecemasan Ujian Online: Analisis Gender Zubaidah Amir MZ; Dessy Syofiyanti; Dian Purnomo; Nabila Muna Mufidah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.499

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan pascapandemi telah mendorong pemanfaatan ujian online sebagai metode evaluasi utama di perguruan tinggi. Meskipun efisien dan fleksibel, pelaksanaan ujian daring memunculkan tantangan psikologis, terutama berupa kecemasan akademik yang dapat menghambat performa mahasiswa ini yang melatarbelakangi permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas dan reliabilitas instrumen kecemasan ujian online, mengevaluasi persepsi efektivitas pelaksanaan ujian daring, mengidentifikasi penyebab kecemasan, serta mengkaji manajemen teknis ujian berbasis Google Classroom dan Google Meet berdasarkan perspektif gender. Penelitian ini dilakukan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa hasil survei melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Responden terdiri dari 24 mahasiswa, yaitu 7 laki-laki dan 17 perempuan. Teknik analisis data menggunakan tabulasi silang (crosstabulation) dan persentase untuk mengeksplorasi perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item angket kecemasan memiliki validitas tinggi (r = 0.472–0.831; p < 0.05) dan reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s Alpha = 0.939). Sebanyak 41,7% mahasiswa menilai pelaksanaan ujian online cukup efektif, dengan kecenderungan mahasiswa perempuan menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Faktor utama penyebab kecemasan adalah ketidakpastian teknis, keterbatasan waktu, dan tekanan akademik, yang dominan dirasakan oleh perempuan. Google Classroom dinilai cukup efektif oleh 50% responden, sedangkan Google Meet dinilai mendukung interaksi namun belum sepenuhnya mengurangi kecemasan. Pembahasan mengaitkan temuan dengan pendekatan kognitif-emotif, menunjukkan bahwa restrukturisasi pola pikir irasional melalui strategi ini dapat membantu mahasiswa, khususnya perempuan, dalam mengelola kecemasan. Studi ini menegaskan bahwa pelaksanaan ujian online perlu dirancang tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dengan mempertimbangkan keseimbangan kognitif dan emosional peserta didik.