Alda Khafifah Ritonga
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBANTUAN POWERPOINT MATERI TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMAN 1 PERCUT SEI TUAN Muhammad Fadhil Romadhon; Intan Maharani Daulay; Lainunah Hasibuan; Alda Khafifah Ritonga; Rio Hamonangan Sipahutar; Trisnawati Hutagalung; Nurul Azizah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37330

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik kelas X SMA terhadap materi teks anekdot akibat keterbatasan variasi media pembelajaran. Media yang digunakan sebelumnya belum mampu menghadirkan materi secara menarik dan interaktif, sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep penting, termasuk pengertian teks anekdot, fungsi sosial, bentuk penyampaian kritik, struktur, unsur kebahasaan, unsur intrinsik-ekstrinsik, serta langkah penulisan. Untuk mengatasi kesenjangan pembelajaran tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan Research and Development (R&D). Model pengembangan yang dipilih adalah Model 4-D ( Define, Design, Develop, Desseminate) karena sifatnya yang sistematis dan terstruktur, menjamin pengembangan produk pembelajaran yang valid dan reliabel. Proses validasi dilakukan oleh dua kategori ahli, yaitu ahli materi dan ahli media, menggunakan lembar penilaian yang mencakup aspek kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, kemenarikan tampilan, efektivitas visual, serta kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar berbantuan PowerPoint interaktif memperoleh kategori sangat layak dari kedua validator. Secara spesifik, dari sisi materi, konten pembelajaran dinilai akurat, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik untuk menguasai seluruh fitur kebahasaan dan struktur teks anekdot. Sementara itu, dari aspek media, tampilan visual dinilai menarik, intuitif, mudah dipahami, dan yang paling penting, mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Berdasarkan seluruh hasil validasi dan pengujian ahli yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis PowerPoint interaktif yang dikembangkan peneliti sangat efektif dan siap untuk diimplementasikan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
ANALISIS TEMA EKSISTENSIALISME DALAM PUISI “AKU” KARYA CHAIRIL ANWAR DENGAN PENDEKATAN STRUKTURALISME Yulinda Saragih; Dewi Pakpahan; Miyana Dewi E. Sitepu; Alda Khafifah Ritonga; Eveline Stephani; Atika Wasilah Sipayung
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15401

Abstract

This study aims to analyze the theme of existentialism contained in Chairil Anwar’s poem “Aku” using a structuralist approach as the basis for analysis. This study employs a qualitative descriptive method using the read-and-note technique. The analysis focuses on four main structural elements: diction, imagery, rhyme and rhythm, and typography. The results of the study indicate that these four structural elements work synergistically to construct the theme of existentialism. The harsh and expressive diction reflects the lyrical persona’s rejection of collective norms. Strong physical imagery represents the inner suffering that does not halt the lyrical persona’s progress. Free rhyme reflects existential freedom, while dense and concise typography underscores the steadfastness of the stance of resistance. The theme of existentialism in this poem is not imposed from outside the text but arises from the interaction of structural elements that mutually reinforce one another. Thus, the poem “I” is a manifestation of existentialism that affirms that life is meaningful when humans dare to be themselves.