Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LEKSIKON PADA JUAL BELI ONLINE BARANG IMITASI DI SHOPEE LIVE Rizka Nur Azizah Azizah; Rawinda Fitrotul Mualafina; Agus Wismanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37633

Abstract

Penjualan produk imitasi di Shopee Live menimbulkan persoalan linguistik berupa munculnya variasi leksikal khas yang belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk variasi leksikal yang digunakan dalam interaksi antara penjual dan pembeli serta menjelaskan fungsi sosiolinguistik yang menyertainya. Fokus penelitian mencakup kosakata khas, istilah teknis, plesetan merek, dan bentuk slang yang digunakan selama proses jual beli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan melalui teknik simak catat, yaitu dengan menyimak dan mencatat tuturan penjual maupun pembeli selama sesi siaran langsung di Shopee Live. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menemukan pola variasi bahasa dan fungsi sosial yang muncul dalam praktik komunikasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi leksikal berfungsi sebagai penanda identitas komunitas sekaligus strategi komunikasi untuk membangun kedekatan, menciptakan suasana persuasif, dan menjaga kelancaran transaksi. Penggunaan plesetan merek dan sejumlah istilah tertentu juga menjadi bentuk penyesuaian terhadap kebijakan platform
Optimalisasi Kaidah Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Sekolah: Upaya Preventif Perundungan Verbal bagi Guru Lintas Jenjang di Kota Semarang Mukhlis Mukhlis; Joko Siswanto; Rawinda Fitrotul Mualafina; Siti Ulfiyani
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Desember 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v6i1.305

Abstract

Latar Belakang: Perundungan menjadi satu kasus yang masih terus berlanjut bahkan dalam jumlah yang terus meningkat. Bentuknya pun tidak hanya secara fisik, seperti pukulan atau pun penganiayaan. Perundungan juga terjadi dalam bentuk tidak langsung berupa penggunaan bahasa atau verbal. Kasus kekerasan verbal, tanpa disadari, bahkan masuk ke ranah pendidikan di lingkungan sekolah terutama dalam proses pembelajaran di kelas. Tujuan: Untuk mengenalkan kaidah kesantunan berbahasa sebagai upaya preventif pencegahan perundungan verbal Metode: Metode yang diterapkan berupa sosialisasi partisipatif melalui kegiatan brainstroming berbasis kasus, ceramah, dan diskusi. Efektivitas program dievaluasi menggunakan desain pretest dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Berdasarkan hasil analisis pretest dan post-test, tingkat pemahaman peserta  mengenai kesantunan berbahasa sebagai upaya preventif pencegahan perundungan verbal menunjukan hasil yang sangat baik. Nilai rerta peserta meningkat dari  74,5 pada pretest menjadi 98,0 pada post-test.  Kesimpulan: Kegiatan ini efektif karena pemahaman peserta meningkat khususnya pada poin peran guru, komunikasi santun di kelas, dan kritik konstruktif.
Dynamics of Language Attitudes of the Community in the Lasem Chinathown Area Zaimatul Afifah; Rawinda Fitrotul Mualafina; Latif Anshori Kurniawan
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 6 No. 2 (2026): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/jllce.v6i2.232

Abstract

Lasem Chinatown is widely recognized as a multicultural space that has united Javanese, Chinese, and Arab communities for centuries. This interaction has shaped diverse linguistic practices, including Indonesian, Javanese, Mandarin, and Arabic. This study aims to describe the dynamics of language attitudes toward these four languages ​​within the context of diglossia. A descriptive qualitative approach was used. Data were collected through interviews with five respondents, field observations, and supporting sources of both direct and online documentation. The researcher became the main instrument assisted by interview guide and observation notes. Data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the Lasem Chinatown community exhibits positive attitudes toward Indonesian and Javanese, which are used in formal and everyday communication. Conversely, Mandarin has experienced language shift, as it is no longer actively used in social interactions and remains largely symbolic. Meanwhile, Arabic, particularly at the Kauman Islamic boarding school, exhibits positive attitudes in the religious sphere. This suggests that the use of Arabic in the boarding school reflects the continuity of Islamic tradition rather than the presence of Arab ethnicity. Thus, these dynamics highlight the clear functional distribution of languages.