Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A EKSPERIMEN KEBERTERIMAAN MANIPULASI STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA Zahra, Ika; Maryam, Dewi; Faradisa, Aswidah; Artika, Elen Juli; Reranta, Redika Cindra
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 9 No 2 (2025): KLAUSA Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v9i2.1341

Abstract

Meskipun Bahasa Indonesia baku menetapkan struktur ideal Subjek-Predikat-Objek (SPO), komunikasi lisan non-formal, khususnya antara pedagang dan pembeli, sering menyimpang dari kaidah tersebut demi efisiensi dan alasan pragmatis. Adanya kesenjangan ini menjadi masalah untuk mengetahui batas toleransi dan keberterimaan manipulasi struktur non-baku tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini merumuskan masalah untuk mengukur dan membandingkan tingkat keberterimaan masing-masing dari tiga manipulasi struktur non-baku SOP, PSO, dan OPS ketika dituturkan secara lisan kepada responden pedagang. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberterimaan tiga jenis manipulasi struktur kalimat non-baku (SOP, PSO, dan OPS) yang diujikan secara lisan kepada responden pedagang, dengan kerangka acuan dari struktur baku SPO. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, hasil pengujian 15 data per manipulasi menunjukkan adanya gradasi toleransi sintaksis yang tinggi pada komunikasi lisan. Struktur PSO (Predikat-Subjek-Objek) merupakan manipulasi yang paling berterima (86.67%), diikuti oleh SOP (66.67%), dan OPS sebagai yang paling tidak berterima (60.00%). Temuan ini menyimpulkan bahwa komunikasi lisan non-formal sangat fleksibel dan tidak terikat ketat pada kaidah SPO. Tingginya keberterimaan struktur non-baku, terutama PSO, mengindikasikan bahwa mitra tutur (pedagang) mampu mengkonstruksi makna secara efisien, didukung oleh pengetahuan kontekstual (pragmatis) tentang tujuan interaksi. Sebagai rekomendasi bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas objek kajian ke manipulasi sintaksis yang lebih kompleks (melibatkan Keterangan) dan mendiversifikasi subjek penelitian melampaui kelompok pedagang, serta mengintegrasikan analisis kualitatif untuk menguji faktor-faktor pendorong keberterimaan secara mendalam.
Public Speaking dalam Komunikasi Organisasi: Studi Deskriptif tentang Persepsi dan Pengalaman Generasi Z Sebagai Penerima Materi Ilma, Nafiatul; Artika, Elen Juli; Syahidah, Wanda; Larasati, Nadia; Shofiani, Rissa; Sape-ing, Adul
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam persepsi, pengalaman, dan penerapan keterampilan public speaking pada peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang merupakan penerima beasiswa Generasi Z. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kepercayaan diri mahasiswa ketika berbicara di depan umum serta pentingnya kemampuan komunikasi efektif dalam kegiatan organisasi dan kepemimpinan di lingkungan kampus. Public speaking dipandang sebagai salah satu keterampilan kunci dalam membangun citra diri, memengaruhi audiens, dan menyampaikan gagasan secara sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap dua belas peserta dari berbagai latar belakang akademik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta memiliki persepsi positif terhadap pentingnya public speaking dalam menunjang efektivitas komunikasi organisasi. Melalui pelatihan ini, peserta merasakan peningkatan signifikan dalam hal kepercayaan diri, penguasaan panggung, pengendalian emosi, serta kemampuan artikulasi saat berbicara di depan khalayak. Selain itu, gaya penyampaian pemateri yang interaktif dan komunikatif dinilai sangat berpengaruh terhadap antusiasme dan partisipasi peserta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan public speaking memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan kompetensi komunikasi dan kesiapan kepemimpinan mahasiswa. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pengembangan diri di institusi pendidikan dan organisasi kemahasiswaan.