Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Sosial Ekonomi Pedagang Kaki Lima di Jalan Bina Krida Kota Pekanbaru Riza, Ahmad; Ramadhani, Aulia; Ramadhani, Azzahra; Rahmatullaila, Fitri; Hambali, Hambali; Lismawati, Harnum; Tulhusna, Izzah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7723

Abstract

Dinamika sosial dan ekonomi menjadi topik yang tidak berhenti untuk terus dibicarkan, beragam lapisan masyarakat mencoba untuk terus mengehentikan kenaikan angka kemisikinan dan pengangguran dengan beragam cara, namun sayang kecilnya lowongan kerja yang tersedia tidak mencukupi untuk menutupi angka pengangguran. Menilik minimnya keterampilan yang dapat dilakukan, sehingga berdagang merupakan jalan pintas yang paling cepat untuk memangkas angka pengangguran terutama di kota. Namun dibalik usaha tersebut, terdapat beberapa masalah yang dapat terjadi jika proses penyelesaian masalah tidak diukur dengan baik. Masyarakat kota dengan kebutuhannya yang kian berbeda dari masyarakat desa tentu harus berusaha lebih keras untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan keterampilan yang tidak memungkinkan untuk masuk dalam ruang lingkup kerja, memaksa mereka melakukan pekerjaan simpel, seperti berdagang. Dengan kondisi jalan yang sempit dan terdapatnya pedagang kaki lima menambah permasalahan yang baru, seperti kemacetan bahkan hingga kecelakaan. Dimulai dari penumpasan angka kemiskinan, hingga permasalahan baru yang timbul karena kurangnya perhitungan dalam menjalankan sebuah usaha sehinga untuk itu, diperlukan upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut dari akarnya. Dengan terjun langsung dan mewawancarai pihak yang terlibat, dapat melihat masalah tersebut lebih dalam, sehingga pemecahan masalahnya pun menjadi lebih terurut.
REVITALISASI LAGU ANAK BERSAMA UNEN UNEN KLINIK MUSIK KELILING DI DESA GUNUNGMOJO Fitria, Annas; Kustap, Kustap; Nugroho, Titis Setyono Adi; Listiowati, Nensi; Hariyanto, Gabriella Charis; Nindyasmara, Ken Ruri; Ramadhani, Azzahra; Situmeang, Amos Christian
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i2.2690

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi digital membawa dampak signifikan terhadap pergeseran selera musik anak di Indonesia. Lagu anak yang semula berfungsi sebagai sarana edukasi, hiburan, dan pembentukan karakter mengalami kemunduran akibat paparan konten digital yang tidak terkendali. Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar kini lebih familiar dengan lagu orang dewasa, seperti jedag-jedug, remix, dan Kpop dibandingkan lagu daerah maupun lagu anak yang sesuai dengan kebutuhan psikologisnya. Unen Unen Klinik Musik Keliling hadir sebagai komunitas pemberdayaan yang berfokus pada pengenalan dan penciptaan lagu anak bersama anak-anak di desa-desa Yogyakarta. Tujuan pelaksanaan program ini adalah untuk merancang modul pembelajaran yang kontekstual untuk klinik musik, merevitalisasi lagu-lagu anak, serta membangun ekosistem kesenian musik desa yang lebih holistik, aplikatif, dan berkelanjutan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini melalui beberapa tahap, yaitu tahap sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini anak-anak desa dapat memperoleh ruang untuk berkembang, meningkatkan potensi diri, dan mengaktualisasikan dirinya secara setara. Abstract. The rapid advancement of digital technology and information systems has substantially transformed children’s musical preferences in Indonesia. Children’s songs, which traditionally served as media for education, entertainment, and character development, have undergone a marked decline as a result of uncontrolled exposure to digital content. Children from early childhood to primary school age are now more familiar with adult-oriented music, e.g., jedag-jedug (upbeat electronic dance music), remixes, and K-pop, than with local or developmentally appropriate children’s songs that align with their psychological needs. Unen-unen Klinik Musik Keliling serves as a community-based empowerment initiative dedicated to reintroducing and collaboratively composing children’s songs along with the children in rural areas of Yogyakarta. The program aims to develop a contextualized learning module for the music clinic, revitalize children’s songs, and foster a more holistic, practical, and sustainable rural music ecosystem. This community service initiative was implemented through three stages: socialization, training and mentoring, and evaluation. The results indicate that the program provided  rural children with expanded opportunities to grow, enhance their individual potentials, and meaningfully actualize themselves within an equitable artistic learning environment.