Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Genotype by Environment Interaction of IPB New Plant Type Rice Lines in Three Irrigated Lowland Locations Syaifullah Rahim; Willy Bayuardi Suwarno; Hajrial Aswidinnoor
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 45, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v45i1.3685

Abstract

One essential objective of rice breeding is to obtain high-yielding varieties. This study aimed to (1) determine the effect of genotype (G), environment (E), and genotype by environment (G×E) interaction on agronomic traits and yield of 12 lowland rice genotypes, (2) estimate variance components and repeatability (3) identify promising rice genotypes with good agronomic performance and high yield potential. The trials were conducted in three irrigated lowland locations from June to November 2020, using a randomized complete block design with three replications. The results showed that the G×E interaction effect was significant on days to flowering, days to harvest, plant height, number of tillers, and panicle length. The genotype's main effect was significant on yield. Four IPB lines (IPB189-F-13-1-1, IPB189-F-23-2-2, IPB193-F-17-2-3, and IPB193-F-30-2-1) had a higher average yield than Ciherang and Inpari 32 varieties. The IPB189-F-23-2-2 had a panicle length stability across the three test locations and a higher average yield than the checks.
PENGARUH PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI TERHADAP PENGENDALIAN HAMA DAN KUALITAS HASIL PERTANIAN SAYURAN ORGANIK Ayuningtias, Nandini; Rahim, Syaifullah; Nurlailah, Nurlailah; Andriyani, Liz Yanti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.47023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan pestisida nabati terhadap pengendalian hama dan kualitas hasil pertanian sayuran organik melalui pendekatan studi literatur. Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan akan pertanian yang ramah lingkungan dan bebas dari residu kimia berbahaya. Pestisida nabati yang berasal dari ekstrak tanaman memiliki kandungan senyawa aktif alami seperti alkaloid, flavonoid, dan minyak atsiri yang mampu mengendalikan hama tanpa merusak ekosistem pertanian. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis sejumlah artikel ilmiah yang relevan, yang dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan pestisida nabati terbukti efektif dalam menekan populasi hama seperti ulat grayak, trips, kutu daun, dan serangga pengisap daun lainnya pada berbagai jenis sayuran organik, seperti sawi, bayam, buncis, kangkung, dan selada. Selain mengendalikan hama, pestisida nabati juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hasil panen yang ditandai dengan warna daun yang segar, bentuk yang seragam, dan rendahnya kandungan residu kimia. Keunggulan lain dari pestisida nabati adalah kemampuannya menjaga keberagaman serangga predator alami di lahan pertanian. Meskipun demikian, tantangan seperti kestabilan senyawa aktif dan durasi efektivitas di lapangan masih menjadi perhatian. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merangkum efektivitas berbagai jenis pestisida nabati dan menguatkan argumen bahwa pendekatan alami dalam pertanian organik merupakan solusi berkelanjutan yang layak dikembangkan lebih lanjut.
Pemberdayaan Petani Pedalaman Kampung Maybrig Manokwari Berbasis Pupuk Organik Padat dan Cair Parari, Trisday; Mashudi, Mashudi; Karamang, Syukur; Purnomo, Dwiana Wasgito; Ayuningtias, Nandini; Rahim, Syaifullah; Nurlailah; Wibawati, Zarima; Arim, Maria Irene; Kamakaula, Yohanis; Wibowo, Kunto; Imbiri, Soleman
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3619

Abstract

Kondisi perkampungan yang masih asri yang dipenuhi dengan landskap hutan dan kebun masyarakat di pedalaman Papua yang menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah serta tanah yang subur. Di Distrik Maybrig, Kecamatan Manokwari, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat berada di pada ketinggian 1000 m dpl yang memiliki potensi pengembangan pertanian dataran tinggi, akan tetapi sistem pertanian yang diterapkan masih sangat tradisional dengan sistem ladang berpindah identik masyarakat pedalaman sehingga pertanian yang dihasilkan kurang maksimal. Jika ditinjau dari segi wilayah, di sekitar perkampungan tersedia hutan dan semak belukar yang rindang yang memiliki tingkat serase dan daun-daunan hijau yang sangat melimpah yang potensial menjadi sumber pupuk organik padat dan cair. Sehingga berdasarkan hal tersebut maka dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik di Kampung tersebut. Hasil sosialiasasi dan pelatihan disambut antusias dan masyarakat berperan secara aktif dalam sosialisasi dan maupun praktek langsung sehingga dapat diadopsi secara baik
POTENSI POTENSI GENOTIPE UNGGUL PADI GOGO (Oryza sativa L.) BERDASARKAN KARAKTER VEGETATIF UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN Syaifullah Rahim; Gusti Ray Sadimantara; Muhidin Muhidin; Nandini Ayuningtias; Amin Mbusango
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 27 No 2 (2025)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.27.2.156-163

Abstract

[EVALUATION OF SUPERIOR RICE GENOTYPES (Oryza sativa L.) BASED ON VEGETATIVE CHARACTERISTICS TO ENHANCE FOOD SECURITY]. This study aimed to identify superior genotypes of upland rice (Oryza sativa L.) adaptable to dryland conditions to support national food security. The experiment was conducted in Kambu Subdistrict, Southeast Sulawesi, using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with four replications. Eight genotypes were evaluated for five vegetative parameters—plant height, number of leaves, number of tillers, leaf area, and days to flowering measured at 21-77 days after planting (DAP). Significant genetic variation was observed among genotypes. Genotypes GS11-2, GS44-1, and GS16-1 exhibited superior early growth,with plant heights of 58-60 cm at 35 DAP, significantly outperforming the local control (41.6 cm). Correlation analysis revealed a strong positive relationship between plant height and leaf area (r=0.94 at 49-77 DAP) and a significant negative correlation between plant height and number of tillers (r=-0.86). Coefficients of variation ranged from 8.5-19.5%, indicating reliable data, except for leaf area at 21 DAP (30.1%). These findings underscore the value of early selection based on vegetative traits, particularly plant height and leaf area, as reliable indicators of yield potential. Genotypes with rapid and stable vegetative growth hold promise for development as dryland-adapted varieties. This research provides a robust scientific foundation for upland rice breeding programs to address land conversion and climate change challenges, thereby enhancing national food resilience. Full txt pdf
SEKOLAH HIJAU SEBAGAI WADAH PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN (KAMPUNG PRAFI MULYA, KECAMATAN PRAFI, KABUPATEN MANOKWARI) Nandini Ayuningtias; Syaifullah Rahim; Baso Daeng
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Masyarakat
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/bapgt546

Abstract

Kesadaran lingkungan merupakan elemen penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Kampung Prafi Mulya, Kecamatan Prafi, Kabupaten Manokwari, melalui implementasi program Sekolah Hijau. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, yang melibatkan guru dan siswa sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai kesadaran lingkungan dan penerapan prinsip Sekolah Hijau, dengan rata-rata nilai post-test mencapai 88%. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam praktik keberlanjutan. Diharapkan, program Sekolah Hijau dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam menerapkan pendidikan berbasis lingkungan secara berkelanjutan.
TEKNOLOGI PERTANIAN SEBAGAI SOLUSI CERDAS UNTUK PETANI LOKAL (KAMPUNG MATOA, KECAMATAN PRAFI, KABUPATEN MANOKWARI) Syaifullah Rahim; Nandini Ayuningtias; Imam Widodo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Masyarakat
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/sg5fv446

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani lokal di Kampung Matoa, Kecamatan Prafi, Kabupaten Manokwari, dalam penerapan teknologi pertanian sederhana. Petani di wilayah ini menghadapi tantangan signifikan akibat keterbatasan akses terhadap teknologi modern, yang mengakibatkan ketergantungan pada metode tradisional yang kurang produktif. Melalui pelatihan yang dilaksanakan pada 25 Januari 2025, peserta diberikan materi teori dan praktik mengenai sistem irigasi sederhana, penggunaan pupuk organik, dan teknik pengendalian hama alami. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan rata-rata skor post-test mencapai 82,5, meningkat 120% dibandingkan pre-test. Respons peserta terhadap pelatihan sangat positif, meskipun terdapat kendala dalam akses alat dan perubahan pola pikir. Diperlukan dukungan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan penerapan teknologi ini.
Pegujian Beberapa Jenis Tanaman Pokem (Setaria italica L.) dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Manokwari Papua Barat Syaifullah Rahim; Nandini ayuningtias
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1418

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat menimbulkan tantangan serius terhadap ketahanan pangan, terutama karena ketergantungan yang sangat tinggi pada beras sebagai makanan pokok. Salah satu alternatif pangan yang berpotensi adalah pokem (Setaria italica L.), tanaman lokal Papua yang memiliki kandungan gizi tinggi dan toleransi baik terhadap kondisi lingkungan kering. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tiga genotipe pokem (hitam, merah, dan putih) yang dibudidayakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Papua pada Desember 2024 – Februari 2025 menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan sembilan ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan, umur berbunga, umur panen, panjang malai, bobot malai, dan produksi. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jumlah daun, umur berbunga, umur panen, dan panjang malai berbeda nyata antar genotipe, sementara karakter produksi tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Produksi tertinggi dicatat pada genotipe pokem hitam sebesar 1,50 ton ha⁻¹. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tinggi tanaman berkorelasi positif dengan produksi (r = 0,66), sedangkan diameter batang berkorelasi negatif dengan tinggi tanaman (r = -1,00), mengindikasikan adanya trade-off pertumbuhan. Selain itu, korelasi positif yang kuat teridentifikasi antara umur berbunga, umur panen, jumlah daun, dan tinggi tanaman, sementara panjang malai berkorelasi negatif dengan jumlah daun maupun umur berbunga. Temuan ini mengindikasikan bahwa pokem hitam berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif untuk mendukung ketahanan pangan di Papua Barat, dengan perlunya penelitian lanjutan pada aspek agronomi, lingkungan, dan pemuliaan genetik.
Edukasi Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Sayuran pada Petani di Kampung Matoa untuk Menuju Pertanian Organik Sutiharni Sutiharni; Reymas M R Ruimassa; Liz Yanti Andriyani; Syaifullah Rahim; Nandini Ayuningtias; Zarima Wibawati; Trisday Yiin Parari; Nurlailah Nurlailah; Elda Kristiani Paisey; Purbokurniawan Purbokurniawan
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.200

Abstract

Latar Belakang: Potensi sumber daya lahan di Kampung Matoa dapat digunakan untuk mengembangkan komoditas hortikultura, khususnya tanaman sayuran namun, praktik budidaya yang diterapkan oleh sebagian petani masih didominasi oleh sistem konvensional dengan penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetis.Tujuan: Pengabdian masyarakat berutujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayuran organik, mendorong pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis serta mengembangkan lahan percontohan budidaya sayuran organik di Kampung Matoa.Metode: Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam setiap tahapan kegiatan. Tahap pengabdian masyarakat meliputi tahap persiapan dan identifikasi kebutuhan, tahap penyuluhan dan peningkatan kapasitas, pelatihan teknis dan praktik lapangan serta evaluasi kegiatan.Hasil: Kegiatan penyuluhan dan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayuran organik yang ditunjukkan melalui hasil observasi bahwa 91,4% petani mampu menerapkan konsep dasar peratanian organik pada lahan budidaya yang dimiliki, sedangkan 9,6% lainnya membutuhkan waktu hingga musim tanam selanjutnya.