p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sewagati
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Skrining HPV DNA kepada Masyarakat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Karimah, Rumman; Indriastuti, Endah; Eljatin, Dwinka Syafira; Soraya, Fira; Fitriani, Fatimah Nur; Haykal, Muhammad Nazhif; Hidayah, Rizka Nurul; Sari, Desiana Widityaning; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Nurhayati, Lely; Syulthoni, Zain Budi; Fadli, Sonny
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9141

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian paling sering kedua akibat kanker pada wanita di Indonesia, dengan sebagian besar kasus berhubungan dengan infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi. Deteksi dini melalui skrining berbasis HPV Deoxyribonucleic Acid (DNA) direkomendasikan sebagai metode paling sensitif untuk mencegah progresi lesi prakanker menjadi kanker invasif.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program skrining HPV DNA. Kegiatan melibatkan peserta perempuan diatas 30 tahun dan mencakup edukasi kesehatan reproduksi wanita, pemeriksaan HPV DNA secara gratis, serta survei kepuasan layanan. Hasil skrining HPV DNA menunjukkan bahwa 75 peserta (97%) memiliki hasil negatif untuk HPV risiko tinggi (High Risk-HPV atau HR-HPV) dan 2 peserta (3%) memiliki hasil positif untuk HR-HPV. Selain itu, survei kepuasan menunjukkan sebagian besar peserta menilai proses layanan sangat baik, terutama pada keramahan petugas (96% tingkat tertinggi), manfaat pemeriksaan (88%), serta kejelasan prosedur dan hasil pemeriksaan. Peserta juga memberikan masukan agar kegiatan serupa dilakukan secara rutin dan diperluas untuk skrining penyakit lain yang dapat dicegah. Program ini menunjukkan bahwa skrining HPV DNA dapat diterima dengan baik, meningkatkan literasi kesehatan, dan berpotensi menjadi model implementasi deteksi dini berkelanjutan di institusi pendidikan.
Program Skrining Prostate-Specific Antigen sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Prostat di Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Tahun 2025 Karimah, Rumman; Indriastuti, Endah; Eljatin, Dwinka Syafira; Soraya, Fira; Fitriani, Fatimah Nur; Haykal, Muhammad Nazhif; Hidayah, Rizka Nurul; Sari, Desiana Widityaning; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Nurhayati, Lely; Syulthoni, Zain Budi; Fadli, Sonny
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9145

Abstract

Kanker prostat merupakan salah satu kanker penyebab utama mortalitas pada pria, dan deteksi dini melalui pemeriksaan prostate-specific antigen (PSA) berperan penting dalam mencegah keterlambatan diagnosis. Program skrining ini diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan akses deteksi dini pada kelompok pria berisiko khususnya untuk civitas akademika ITS dan masyarakat sekitar. Kegiatan meliputi edukasi mengenai pengetahuan umum, faktor risiko, dan gejala kanker prostat, kemudian diikuti pemeriksaan PSA secara gratis. Hasil skrining menunjukkan bahwa 75% peserta memiliki kadar PSA normal (<4,0 μg/L), sementara 25% peserta memiliki kadar PSA tidak normal (4,0 μg/L). Nilai PSA tinggi memiliki beberapa kemungkinan, di antaranya prostatitis, benign prostatic hyperplasia, pasca-ejakulasi/ digital rectal examination yang dilakukan dalam 48-72 jam sebelum pemeriksaan, aktivitas fisik berat sebelum pemeriksaan, atau kanker prostat. Peserta dengan PSA normal direkomendasikan melakukan pemeriksaan ulang setiap 1–2 tahun, sedangkan peserta dengan PSA tinggi disarankan berkonsultasi ke dokter spesialis urologi untuk evaluasi lanjutan. Program ini menegaskan pentingnya skrining PSA berbasis komunitas sebagai strategi efektif untuk meningkatkan deteksi dini dan mempercepat penatalaksanaan pada kasus berisiko tinggi untuk dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga berhasil memperoleh penghargaan rekor MURI untuk skrining PSA dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 420 peserta.