Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Prediction of Arterial Blood Gas from Venous Blood Gas: How Far We’ve Come Siswanto, Putri Alief; Indriastuti, Endah
Proceedings Book of International Conference and Exhibition on The Indonesian Medical Education Research Institute Vol. 7 No. - (2023): Proceedings Book of International Conference and Exhibition on The Indonesian M
Publisher : Writing Center IMERI FMUI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69951/proceedingsbookoficeonimeri.v7i-.198

Abstract

Venous blood gas has been extensively studied as a replacement for arterial blood gas, which remains the gold standard despite some drawbacks. Many question the validity of venous blood gas for a routine clinical practice application. Arterial and venous pH are clinically interchangeable with a consistently narrow mean difference (bias: 0.03) and limits of agreement (LOA: -0.1 to 0.1). In contrast, arterial and venous pCO2 demonstrate a wide LOA (-20 to 20), while arterial and venous pO2 have a more pronounced difference. Many prediction studies showed a high correlation between arterial and venous pCO2 (r>0.7) yet a poor correlation between arterial and venous pO2 (r<0.3), suggesting a non-linear relationship. Leveraging the predictive power of artificial intelligence is paramount to modeling complex non-linear relationships between venous and arterial blood gas parameters, which may improve the estimation of arterial blood gas using venous samples.
Pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan Stress Management untuk Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama FKK ITS 2024 Syulthoni, Zain Budi; Haykal, Muhammad Nazhif; Eljatin, Dwinka Syafira; Haque, Sayidah Aulia Ul; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Fadhlina, Afia Nuzila; Indriastuti, Endah; Radiansyah, Riva Satya; Putri, Atina Irani Wira; Sari, Desiana Widityaning; Indriani, Ratri Dwi; Siswanto, Putri Alief; Mahdi, Faizal
Sewagati Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i1.2413

Abstract

Mahasiswa kedokteran tahun pertama menghadapi banyak tantangan dalam menye-suaikan diri dengan lingkungan akademik baru, yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola stres dan memberikan dukungan psikologis melalui pelatihan manajemen stres dan dukungan psikologis pertama / Psychological First Aid (PFA). 30 mahasiswa kedokteran semester 1 FKK ITS mengikuti pelatihan, yang berlangsung selama dua hari dan total 16 jam. Pelatihan juga dievaluasi melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner. Melalui simulasi kasus, peserta menunjukkan kemampuan yang baik dalam menggunakan strategi PFA dan manajemen stres. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan (p=0.000). Pelatihan mencakup pemaparan teori dan praktik keterampilan PFA, seperti keterampilan mendengarkan yang aktif, keterampilan komunikasi, keterampilan empati, dan keterampilan bertahan hidup. Dua modul program ber-ISBN dan publikasi di media massa. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat adalah bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan kemampuan mahasiswa kedokteran tahun pertama terhadap Psychological First Aid dan Stress Management yang diharapkan lebih siap menghadapi tantangan akademik.
Nephritic syndrome and acute kidney injury following poststreptococcal glomerulonephritis in pediatric patients: A case report Indriastuti, Endah; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Kurniawan, Alvin Hartanto
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 1 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v1i1.14

Abstract

Acute kidney injury (AKI) is characterized by an abrupt decrease in glomerular filtration rate, manifesting as an increase in serum creatinine or oliguria. Nephritic syndrome, a manifestation of glomerulonephritis, presents with hematuria, hypertension, decreased urine output, and edema. This case report discusses an 11-year-old Asian boy who presented with decreased urination, shortness of breath, hypertension, and bilateral leg edema. Urinalysis revealed hematuria, proteinuria, and dysmorphic erythrocytes, while serum creatinine was elevated with a decreased estimated glomerular filtration rate (eGFR). The patient had a positive ASTO test, indicating poststreptococcal glomerulonephritis as the underlying cause of nephritic syndrome and AKI. Although most cases of poststreptococcal glomerulonephritis in children have a favorable outcome, some cases can develop into a serious, life-threatening condition that requires careful attention. This case highlights the importance of early detection and management of poststreptococcal glomerulonephritis to prevent progression to nephritic syndrome and AKI, especially in resource-limited settings. Modest examination modalities can facilitate early detection and faster patient management, particularly in developing countries, to reduce the risk of mortality associated with severe AKI in pediatric patients.
Aplikasi Media Pembelajaran Tiga Dimensi tentang Penyakit Akibat Rokok Pada Siswa Sekolah Dasar Hidayah, Rizka Nurul; Putra, Gumilar Fardhani Ami; Syulthoni, Zain Budi; Furaidah, Erna; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Ridhoi, Ahmad; Fitriani, Fatimah Nur; Indriastuti, Endah; Karimah, Rumman
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9109

Abstract

Rokok sebagai salah satu penyebab utama berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung, kanker paru-paru, dan gangguan pernapasan menyebarkan dampak tanpa memandang usia. Anak-anak, terutama siswa sekolah dasar, sangat rentan terhadap dampak negatif dari paparan asap rokok. Namun, metode pembelajaran yang digunakan saat ini sering kali kurang efektif dalam menyampaikan informasi yang kompleks dan penting ini. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa tentang bahaya rokok. Solusi yang ditawarkan adalah pengembangan media pembelajaran tiga dimensi yang interaktif dan menarik untuk mengedukasi siswa tentang bahaya rokok melalui visualisasi penyakit akibat merokok. Metode pembelajaran diaplikasikan dengan membentuk kelompok kecil agar komunkasi lebih efektif dan diskusi berjalan terbuka serta fokus siswa dapat tersalurkan dengan optimal. Pengetahuan siswa diukur dengan pre-test dan posttest pada sebelum dan setelah materi. Hasil pelaksanaan menggambarkan media ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan interaktif, sehingga siswa dapat memahami materi secara komprehensif melalui audio, visual dan kinestetik.
Peningkatan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Skrining HPV DNA kepada Masyarakat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Karimah, Rumman; Indriastuti, Endah; Eljatin, Dwinka Syafira; Soraya, Fira; Fitriani, Fatimah Nur; Haykal, Muhammad Nazhif; Hidayah, Rizka Nurul; Sari, Desiana Widityaning; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Nurhayati, Lely; Syulthoni, Zain Budi; Fadli, Sonny
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9141

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian paling sering kedua akibat kanker pada wanita di Indonesia, dengan sebagian besar kasus berhubungan dengan infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi. Deteksi dini melalui skrining berbasis HPV Deoxyribonucleic Acid (DNA) direkomendasikan sebagai metode paling sensitif untuk mencegah progresi lesi prakanker menjadi kanker invasif.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program skrining HPV DNA. Kegiatan melibatkan peserta perempuan diatas 30 tahun dan mencakup edukasi kesehatan reproduksi wanita, pemeriksaan HPV DNA secara gratis, serta survei kepuasan layanan. Hasil skrining HPV DNA menunjukkan bahwa 75 peserta (97%) memiliki hasil negatif untuk HPV risiko tinggi (High Risk-HPV atau HR-HPV) dan 2 peserta (3%) memiliki hasil positif untuk HR-HPV. Selain itu, survei kepuasan menunjukkan sebagian besar peserta menilai proses layanan sangat baik, terutama pada keramahan petugas (96% tingkat tertinggi), manfaat pemeriksaan (88%), serta kejelasan prosedur dan hasil pemeriksaan. Peserta juga memberikan masukan agar kegiatan serupa dilakukan secara rutin dan diperluas untuk skrining penyakit lain yang dapat dicegah. Program ini menunjukkan bahwa skrining HPV DNA dapat diterima dengan baik, meningkatkan literasi kesehatan, dan berpotensi menjadi model implementasi deteksi dini berkelanjutan di institusi pendidikan.
Program Skrining Prostate-Specific Antigen sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Prostat di Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Tahun 2025 Karimah, Rumman; Indriastuti, Endah; Eljatin, Dwinka Syafira; Soraya, Fira; Fitriani, Fatimah Nur; Haykal, Muhammad Nazhif; Hidayah, Rizka Nurul; Sari, Desiana Widityaning; Rangkuti, Rahmah Yasinta; Nurhayati, Lely; Syulthoni, Zain Budi; Fadli, Sonny
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9145

Abstract

Kanker prostat merupakan salah satu kanker penyebab utama mortalitas pada pria, dan deteksi dini melalui pemeriksaan prostate-specific antigen (PSA) berperan penting dalam mencegah keterlambatan diagnosis. Program skrining ini diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan akses deteksi dini pada kelompok pria berisiko khususnya untuk civitas akademika ITS dan masyarakat sekitar. Kegiatan meliputi edukasi mengenai pengetahuan umum, faktor risiko, dan gejala kanker prostat, kemudian diikuti pemeriksaan PSA secara gratis. Hasil skrining menunjukkan bahwa 75% peserta memiliki kadar PSA normal (<4,0 μg/L), sementara 25% peserta memiliki kadar PSA tidak normal (4,0 μg/L). Nilai PSA tinggi memiliki beberapa kemungkinan, di antaranya prostatitis, benign prostatic hyperplasia, pasca-ejakulasi/ digital rectal examination yang dilakukan dalam 48-72 jam sebelum pemeriksaan, aktivitas fisik berat sebelum pemeriksaan, atau kanker prostat. Peserta dengan PSA normal direkomendasikan melakukan pemeriksaan ulang setiap 1–2 tahun, sedangkan peserta dengan PSA tinggi disarankan berkonsultasi ke dokter spesialis urologi untuk evaluasi lanjutan. Program ini menegaskan pentingnya skrining PSA berbasis komunitas sebagai strategi efektif untuk meningkatkan deteksi dini dan mempercepat penatalaksanaan pada kasus berisiko tinggi untuk dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga berhasil memperoleh penghargaan rekor MURI untuk skrining PSA dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 420 peserta.