Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Akhlak dan Karakter Siswa Melalui Konsep Yahdi lillatī Hiya Aqwam (QS. Al-Isrā': 9) Qurotaa’yun, Qonitah; Sarwadi Sulisno
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 2 No 01 (2026): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan akhlak dan karakter pada jenjang remaja awal dengan berlandaskan pada konsep teologis Yahdi lillatī Hiya Aqwam (QS. Al-Isrā': 9). Di tengah krisis degradasi moral dan disrupsi digital yang melanda pelajar kontemporer, diperlukan paradigma pendidikan yang tidak hanya bersifat formalistik, tetapi mampu menyentuh kedalaman nurani peserta didik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan riset lapangan (field research), penelitian ini mengambil studi kasus pada santriwati Kelas 8 Wustho di Ma'had Al-Imam An-Nasa'i Balikpapan. Data dikumpulkan melalui triangulasi teknik yang meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasionalisasi konsep Aqwam diwujudkan melalui lima pilar integratif: internalisasi tauhid sebagai fondasi integritas, pemanfaatan Al-Qur'an sebagai instrumen rehabilitasi mental (syifa’), supremasi keteladanan (uswah) pendidik, mekanisme kontrol berbasis konsekuensi amal, serta penciptaan ekosistem pendidikan yang holistik. Implementasi ini terbukti efektif mentransformasi pola kepatuhan santri dari yang semula bersifat mekanis menjadi organik (kesadaran muraqabah), serta membangun resiliensi moral terhadap pengaruh negatif media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa paradigma Aqwam menawarkan solusi preventif yang tangguh dalam mencetak generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus luhur secara akhlak di era modern.
Integrasi Nilai-Nilai Qur’ani dan Nabawi dalam Pembentukan Pemikiran Pendidikan Islam Sulastri, Desy; Sarwadi Sulisno
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu disintegrasi nilai dalam pendidikan Islam kontemporer merupakan masalah krusial yang mendesak untuk dikaji. Meski banyak studi terdahulu membahas integrasi ilmu, pendekatannya seringkali masih filosofis dan kurang menyentuh tataran operasional, sehingga menciptakan gap antara wacana integrasi dengan model aplikatif di lapangan. Studi ini bertujuan untuk: (1) mengekstrak prinsip dasar pendidikan dari nilai Qur'ani dan Nabawi, (2) merumuskan model integrasi yang sistematis, dan (3) menguji relevansinya menjawab problem kontemporer. Penelitian kualitatif berbasis library research ini menggunakan pendekatan filosofis-analitis. Data primer dari Al-Qur'an dan Hadis dianalisis dengan analisis konten tematik dan interpretatif, kemudian didialogkan dengan data sekunder dari literatur pendidikan Islam. Temuan baru penelitian ini adalah perumusan Model Integrasi Berbasis Maqashid (IBM), sebuah kerangka hierarkis yang menyusun tujuan pendidikan berdasarkan level dharuriyyat, hajiyyat, dan tahsiniyyat. Model ini menawarkan solusi struktural yang dapat diterjemahkan ke dalam desain kurikulum dan kebijakan. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan pengembangan modul pelatihan guru dan pilot project berbasis IBM, sekaligus mengkritisi keterbatasannya yang belum diuji secara empiris, sehingga membuka peluang bagi penelitian tindakan lanjutan.
Five Basic Pillars of the Islamic Religious Education Curriculum from QS. Al-Baqarah 177 Towards a Devout Character Nur Asiah Jamil Br Tumangger; Sarwadi Sulisno
Quality : Journal Of Education, Arabic And Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/qwt.v4i1.143

Abstract

Surah Al-Baqarah, verse 177, contains comprehensive Islamic educational values and forms the basis of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum. This verse teaches five main aspects that must be inherent in Islamic education: faith, worship, mu’amalah (transactions), keeping promises, and patience. The faith aspect encompasses belief in Allah SWT, the Angels, the prophets, the Holy Scriptures, the Day of Judgment, and the decree of good and evil, serving as a spiritual foundation that shapes the character of faithful and pious students. The worship aspect includes prayer, fasting, zakat, almsgiving, and the Hajj pilgrimage, as ritual practices that must be mastered. Mu'amalah, or social interaction, emphasizes responsibility towards family, the environment, and the wider community, including assisting orphans, the poor, travelers, and freeing my servants. Keeping promises reflects an attitude of trustworthiness, responsibility, and trust that must be cultivated in students. Lastly, patience in facing life's trials, such as hardship, suffering, and difficulties, is a mental and spiritual strength that is very important for the formation of a mature and steadfast soul. The PAI curriculum based on this verse aims to form people who are not only academically competent but also spiritually strong and have noble character, ready to face life with faith, morals, and social concern.
Theological Basis of the Hadith Teaching on the Manners of Seeking Knowledge Elvi Khairani; Sarwadi Sulisno
Quality : Journal Of Education, Arabic And Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/qwt.v4i1.145

Abstract

This study examines the theological basis of the teachings of the hadith on the etiquette of seeking knowledge from an Islamic perspective. Seeking knowledge is not only considered an obligation commanded by the Prophet Muhammad (peace be upon him), but must also be carried out with good manners according to the Sunnah. The hadiths emphasize the importance of sincere intentions, sincerity, respect for teachers, and politeness during the learning process. By emulating these etiquette, students not only receive blessings and rewards but also improve their spiritual and social standing in the eyes of Allah and society. This journal uses a study approach of hadith texts and Islamic literature to emphasize that the etiquette of seeking knowledge is the main foundation in carrying out the obligation to acquire knowledge in an Islamic manner, which needs to be integrated into the Islamic religious education system. This journal aims to examine in depth the theological basis of the teachings of the hadith on the etiquette of seeking knowledge by referring to the Qur'an, the Hadith of the Prophet Muhammad (peace be upon him), and the views of authoritative Salaf scholars. This study uses a qualitative method with a library research approach. The results of this journal demonstrate that the etiquette of seeking knowledge has a strong theological basis, rooted in the concepts of monotheism, worship, and morals in Islam. Therefore, the teaching of hadith on the etiquette of seeking knowledge needs to be systematically internalized in contemporary Islamic education as a foundation for developing students' character.