p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PELAYANAN PUBLIK: STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI TRANSFORMASI DIGITAL DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN DAN DAERAH LAIN DI INDONESIA Wira Satria
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah menjadi salah satu agenda utama dalam reformasi birokrasi dan modernisasi pemerintahan di Indonesia. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk mengubah pola pelayanan publik yang konvensional menuju sistem pelayanan berbasis elektronik. Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu daerah yang telah mengimplementasikan berbagai inovasi digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Smart City, dan digitalisasi layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi transformasi digital di Kabupaten Padang Pariaman serta membandingkannya dengan beberapa daerah yang dianggap berhasil dalam transformasi digital, seperti Kota Pariaman, Surabaya, dan Bandung. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Padang Pariaman telah mengalami kemajuan signifikan dalam implementasi transformasi digital, terutama melalui pengembangan aplikasi pelayanan publik terintegrasi, peningkatan indeks SPBE, dan penguatan tata kelola data. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur digital, literasi digital masyarakat, integrasi sistem antar perangkat daerah, dan keamanan siber. Dibandingkan dengan daerah yang lebih maju, Padang Pariaman masih memerlukan penguatan inovasi pelayanan digital, pengembangan sumber daya manusia, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik
Pendekatan Interdisipliner dalam Penyelesaian Masalah Administrasi Publik Melalui Implementasi E-Government di Indonesia Wira Satria
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi administrasi publik pada era digital menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan multidimensional. Permasalahan administrasi publik tidak lagi dapat diselesaikan melalui pendekatan monodisiplin karena karakteristik masalah publik modern bersifat kompleks (wicked problems), melibatkan aspek hukum, sosial, ekonomi, politik, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan administrasi publik secara interdisipliner dengan dukungan implementasi e-government di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui kajian literatur, regulasi, dan berbagai hasil penelitian terkait administrasi publik serta implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner melalui integrasi ilmu administrasi publik, hukum, sosiologi, manajemen, ekonomi, dan teknologi informasi menjadi strategi efektif dalam menghadapi tantangan birokrasi modern. Implementasi e-government melalui SPBE berpotensi meningkatkan efektivitas pelayanan publik, efisiensi birokrasi, transparansi, serta akuntabilitas pemerintahan. Namun demikian, berbagai hambatan seperti ego sektoral, resistensi budaya organisasi, kesenjangan digital, dan lemahnya keamanan siber masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, penguatan interoperabilitas sistem, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan digital yang adaptif dan berkelanjutan.
Politik Transaksional dan Moralitas Demokrasi: Studi Perilaku Pemilih Legislatif di Kabupaten Padang Pariaman Wira Satria; Endang Sulastri
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan umum merupakan mekanisme utama dalam sistem demokrasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat melalui proses pemilihan wakil dan pemimpin secara langsung, bebas, jujur, serta adil. Meskipun demikian, pelaksanaan demokrasi di Indonesia masih diwarnai oleh berbagai persoalan, salah satunya adalah menguatnya praktik politik transaksional dalam kontestasi pemilihan legislatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk politik transaksional, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pemilih, serta menganalisis dampaknya terhadap moralitas demokrasi di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan yang melibatkan penyelenggara pemilu, tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi, tim pemenangan, serta masyarakat sebagai pemilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik politik transaksional tidak terbatas pada pemberian uang kepada pemilih, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk penyaluran sembako, bantuan sosial, dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan, serta pemanfaatan hubungan kekerabatan dan jaringan patronase politik. Keberlangsungan praktik tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat, rendahnya literasi politik, kuatnya ikatan sosial, serta budaya patronase yang masih mengakar. Akibatnya, keputusan politik masyarakat lebih banyak didasarkan pada pertimbangan keuntungan jangka pendek daripada kualitas, integritas, dan program yang ditawarkan kandidat. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas demokrasi, melemahnya akuntabilitas wakil rakyat, serta berkurangnya kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga demokrasi. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan pendidikan politik, penegakan hukum kepemiluan yang lebih efektif, serta penguatan nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi dalam membangun demokrasi yang lebih berintegritas dan berorientasi pada kepentingan publik.