Wahyu Kusumawati, Mira
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksplorasi Pengalaman Psikologis Mahasiswa Keperawatan Selama Menjalani Praktik Klinik Pertama Kali Di Rumah Sakit Wahyu Kusumawati, Mira; Yulianto, Sigit; Sari, Winda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1378

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa keperawatan tingkat II menjalani praktik klinik pertama di rumah sakit yang menuntut adaptasi cepat terhadap lingkungan kerja, interaksi dengan pasien/keluarga, serta kolaborasi multidisiplin. Kondisi ini sering memunculkan tekanan psikologis pada fase awal praktik dan penelitian tentang ini masih terbatas sehingga penting untuk dieksplorasi sebagai dasar penguatan dukungan pembelajaran klinik. Tujuan: Penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi pengalaman psikologis pada mahasiswa keperawatan tingkat II selama praktik klinik di rumah sakit. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Sampel penelitian adalah mahasiswa keperawatan tingkat II yang menjalani praktik di rumah sakit tingkat C dan D. Penelitian dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi di Kota Surakarta. Partisipan dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu usia 19-21 tahun, aktif sebagai mahasiswa dan menjalani praktik klinik dengan kehadiran 100%. Wawancara dilakukan menggunakan panduan wawancara semi terstruktur dan jenuh pada responden ke-5. Hasil: Penelitian ini menemukan tiga tema utama dan dua belas subtema. Tema (1) emosi negatif dalam situasi yang tidak terduga; Tema (2) faktor-faktor protektif yang memunculkan emosi positif; Tema (3) Ketahanan Menjadi Bermanfaat. Kesimpulan: Mahasiswa mengalami berbagai fenomena saat berinteraksi dengan pasien, keluarga, dan tenaga medis di rumah sakit. Kondisi emosional negatif dan positif mendorong mahasiswa untuk berusaha tegar dan gigih dalam menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa keperawatan
Religiusitas sebagai Faktor Protektif Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Keperawatan Kafaabillah, Dita; Wahyu Kusumawati, Mira; Saraswati, Nurliana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1380

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa keperawatan merupakan salah satu kelompok rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat tekanan akademik, praktik klinik, masalah finansial dan interaksi sosial. Religiusitas merupakan salah satu faktor protektif yang dapat memperkuat ketahanan psikologis pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat religiusitas dengan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 205 mahasiswa tingkat dua di salah satu universitas di Surakarta melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Daily Spiritual Experience Scale (DSES), Self-Reporting Questionnaire (SRQ), dan Psychological Well-Being (PWB). Analisis statistik hasil penelitian menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil menunjukkan responden memiliki tingkat religiusitas tinggi (76,58%), tingkat kesehatan mental normal (68,29%), dan tingkat kesejahteraan psikologis sedang (78,05%). Terdapat hubungan negatif signifikan antara religiusitas dan gangguan kesehatan mental (r = -0,282; p < 0,05). Terdapat hubungan positif signifikan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis (r = 0,403; p < 0,05). Kesimpulan: Mahasiswa dengan tingkat religiusitas tinggi akan memiliki kesejahteraan psikologis tinggi dan beresiko rendah mengalami masalah kesehatan mental. Kampus dapat mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam program pembinaan mahasiswa untuk mendukung kesehatan mental yang holistik.
Di Balik Keheningan Pelecehan Seksual: Suara Siswa dan Guru tentang Kesejahteraan Psikologis Remaja di Sekolah Wahyu Kusumawati, Mira; Faradisa, Elok; AR, Dwi Intan Pakuwita; Yulianto, Sigit; Budiman , Amin Aji; Auliya, Syafa Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1382

Abstract

Latar belakang: Pelecehan seksual beresiko terjadi dilingkungan sekolah dan belum banyak diungkapkan. Siswa maupun guru merasakan dampak dari pelecehan seksual secara psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana siswa dan guru memaknai pelecehan seksual serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis remaja di sekolah. Metode: Desain penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan partisipan 7 siswa kelas X-XI, usia 16-17 tahun dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Partisipan guru sebanyak 5 dengan kriteria minimal kerja 1 tahun dan pembina kegiatan siswa. Penelitian dilakukan di salah satu sekolah negeri menengah atas di kota Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi‐terstruktur dan catatan lapangan, kemudian dianalisis dengan membuat kategori, sub tema dan tema. Hasil analisis menghasilkan enam tema utama: (1)Dinamika remaja di era digitalisasi terhadap pelecehan seksual; (2) Media sosial sebagai ancaman laten dan budaya diam; (3) Faktor pendukung berbalik menjadi pondasi yang rapuh bagi remaja; (4) Guru sebagai gatekeeper dengan beban berlapis; (5) Religiusitas, Norma, dan Akhlak sebagai benteng protektif remaja; (6) Rapuhnya kontrol diri dan keluarga akibat normalisasi. Kesimpulan: Pencegahan pelecehan seksual dan promosi kesejahteraan psikologis memerlukan intervensi multilevel yang mengintegrasikan dengan kebijakan sekolah dan ramah korban. Pentingnya penguatan kapasitas guru, keterlibatan aktif keluarga, pendidikan seksualitas komprehensif yang sensitif budaya dan literasi digital yang memadai bagi remaja.