Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Implementasi Antena dan Perancangan Robot Sederhana dari Bahan Daur Ulang di Sekolah Tunas Alam Bekasi Suci Rahmatia; Putri Wulandari; Sa’adah Sa’adah; Satyo Pradana; Octarina Nur Samijayani
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i2.189

Abstract

Abstrak - Pemanfaatan kembali barang bekas dapat diimplementasikan untuk kegunaan sehari hari. Penelitian berbasis pengabdian masyarakat ini mengimplementasikan desain antenna untuk televisi pada frekuensi 470 – 890 MHz, dan perancangan robotic sederhana yakni Line Follower Robot, Brushbot, dan Waterlamp. Implementasi abdima untuk desain antenna dan robot sederhana ini bertempat di Sekolah Tunas Alam Bekasi, yakni tempat belajar disekitar pembuangan sampah, Bantar Gebang. Pada paper ini dianalisa lebih khusus mengenai desain antenna untuk TV yakni jenis yagi yang bekerja pada frekuensi 470 – 890 MHz dengan menggunakan dua bahan material yang berbeda. Bahan material yang akan dipakai adalah aluminium dan tembaga. Perbedaan nilai permitifitas () dari bahan alumunium dan tembaga ini akan menghasilkan beberapa parameter antenna yang berbeda-beda, meliputi VSWR, S-Parameter, Farfield dan Gain. Dari hasil simulasi yang dilakukan, diketahui bahwa antenna yagi yang menggunakan bahan alumunium memiliki bandwidth yang lebih besar sehingga dapat menangkap stasiun televisi yang lebih banyak. Kata Kunci – Antena Televisi, Yagi Antenna, Robot Sederhana. Abstract - Reusing of used goods can be implemented for daily use. This community-based research implements antenna design for television at frequencies from 470 - 890 MHz, and simple robotic design of Line Follower Robot, Brushbot, dan Waterlamp. Implementation abdima for design of antenna and simple robot is located at Sekolah Tunas Alam Bekasi, which is place to learn around garbage disposal, Bantar Gebang. In this paper we analyzed more specifically about the design of antenna for TV that is yagi type that work on frequency 470 - 890 MHz by using two different material. Materials to be used are aluminum and copper. This difference in permitability value (ε) from aluminum and copper material will produce several different antenna parameters, including VSWR, S-Parameter, Farfield and Gain. From the simulation results, it is known that yagi antenna using aluminum material has a larger bandwidth so it can capture more television stations. Keyword - Television Antenna, Yagi Antenna, Simple Robot.
Implementasi Sistem Sensor Sederhana untuk Peringatan Banjir melalui SMS Octarina Nur Samijayani; Fadjar Iftikar; M. Hariomurti; Dwi Astharini
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i1.94

Abstract

Menilik pada beberapa masalah yang sering terjadi terutama di kota besar Jakarta, diantaranya banjir, kawasan perumahan di daerah dataran rendah dan berada disekitar sungai besar merupakan daerah rawan banjir. Pengabdian masyarakat berbasis penelitian ini bertujuan untuk menerapkan keilmuan elektronika mengenai instrumentasi dan mikroprosesor yakni sistem sensor air yang didesain untuk mengetahui ketinggian air di sekitar sungai dan saluran air dekat perumahan. Sistem sensor ini bertujuan memberi isyarat akan adanya banjir melalui SMS, sehingga pompa air dapat segera diaktifkan untuk menyedot air agar dialirkan ke sungai. Hasil uji coba laboratorium untuk sistem sensor air dengan prinsip dasar bahwa air sebagai penghantar menggunakan dua pelat konduktor telah berhasil diimplementasikan. Uji coba sistem dengan microcontroller dan GSM Module juga telah berhasil mengirimkan SMS (sebagai alert banjir). Sistem GSM akan mengirimkan SMS jika rangkaian LM339 mengindikasikan bahwa air telah mencapai ketinggian yang berpotensi terjadinya banjir.
Perancangan Software Defined Radar Untuk Radar Pulsa dan Radar FMCW Octarina Nur Samijayani; Suci Rahmatia; Vita Nur Septiyani; Ibrahim Ibrahim
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i3.220

Abstract

Abstrak - Software Defined Radio (SDR) merupakan sistem komunikasi radio berbasis software yang saat ini mulai banyak diimplementasikan dan menunjukkan potensi yang besar. Tingginya efisiensi dalam hal biaya dibandingkan dengan sistem konvensional berbasis perangkat menjadi motivasi bagi berkembangnya konsep ini diberbagai aplikasi. Salah satu aplikasi yang dapat diterapkan menggunakan konsep SDR adalah sistem komunikasi Radar, Software Defined Radar (SDRadar). Radar berbasis software diharapkan dapat menurunkan biaya pembuatan hardware, serta dapat mendukung perancangan Radar yang dapat melakukan banyak fungsi dan lebih flexible untuk melakukan konfigurasi ulang. Radar multifungsi dapat dibangun dengan berbasis software yakni mulai dari pengaturan jenis sinyal, frekuensi operasi, hingga pada tahap pemrosesan sinyal radar. Penelitian ini merancang FMCW Radar menggunakan platform SDR.  Simulasi dilakukan dengan mencoba posisi objek yang berbeda, dengan nilai SNR yang berbeda. Hasil simulasi menunjukkan implementasi konsep SDR untuk Radar dapat mendukung fleksibilitas rekonfigurasi parameter Radar. Untuk spesifik radar yang disimulasikan diperoleh bahwa SNR yang baik untuk dapat mendeteksi jarak object dengan baik (error <11%) ialah diatas 20dB. Radar dengan SNR dibawah 20 dB tidak dapat mendeteksi jarak objek dengan baik, dimana error melebihi 50%. Radar Pulsa disimulasikan menggunakan pernagkat USRP dengan factor pengkoreksi/kalibrasi 1.376, sedangkan untuk Radar FMCW masih terdapat error sebsar 70.8%. Kata Kunci : SDR, SDRadar, FMCW Radar Absract - Software Defined Radio (SDR) is a software-based radio communication system that is currently implemented and show great potential to be developed. The efficiency in terms of cost as compared to conventional systems which based on devices is a motivation for the development of this concept in various applications. One of the applications that can be implemented utilizing the concept of SDR is Software Defined Radar (SDRadar). Radar with software based is expected to have lower cost and support the feasibility of Radar to perform in many functions and more flexible to be reconfigured. This research implement the FMCW Radar using SDR platform. Simulations carried out by trying different object positions, with different SNR values. The simulation results show the implementation concept of SDR's Radar can support the flexibility of Radar parameter reconfiguration. For specific simulated radar shows that a suitable SNR value to detect the distance of object (error <11%) is above 20dB. Radar with SNR under 20 dB could not detect the distance of objects well, where the error exceeds 50%. Radar Pulse also simulated using USRP with factor correction or calibration factor of 1,376, while for FMCW with USRP still obtain high error of about 70.8%. Keywords: SDR, SDRadar, FMCW Radar.
PELATIHAN ALAT PERINGATAN DINI MANDIRI BENCANA LONGSOR DAN BANJIR PADA KARANG TARUNA KELURAHAN SEMPUR KECAMATAN BOGOR TENGAH Anwar Mujadin; Octarina Nur Samijayani; Suci Rahmatia
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i1.364

Abstract

AbstrakMenurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan kelurahan Sempur kecamatan Bogor Tengah ditetapkan sebagai kawasan rawan longsor dan Banjir. Kelurahan ini adalah pemukiman penduduk yang berlokasi di daerah tanah lembah bertebing serta di pinggir aliran sungai Ciliwung. Saat ini daerah potensi sering terjadi longsoran adalah daerah RW 05, 06 dan 07 atau berada tepat di area belakang Rumah Sakit Salak sampai Tugu Air Mancur (sempur kaler). Melalui program Prime Public Service 2019 UAI, telah dilakukan pelaksanaan program pemperdayaan masyarakat berbentuk pelatihan alat peringatan dini mandiri bencana longsor dan banjir kepada mitra karang taruna kelurahan Sempur kecamatan Bogor Tengah. Pelatihan dilaksanakan diruang serbaguna kelurahan Sempur, tiap hari minggu jam 13.00 WIB dengan 10 kali pertemuan (3-4) jam. Di setiap akhir sesi pelatihan mitra, kit praktek harus diuji coba dan diimplementasikan langsung pada titik lokasi rawan bencana. Hasil kegiatan telah berhasil merubah mindset mitra (remaja) agar bisa berfikir rasional akan keselamatan diri sendiri maupun orang lain terhadap bencana alam. Perilaku masyarakat pada daerah rawan bahaya mampu dikendalikan secara elektronik melalui alat peringatan dini elektronik buatan mitra setempat. Penyediaan alat peringatan dini dari pemerintah umumnya akan dirusak maupun dicuri. Namun bila alat peringatan dini elektronik buatan masyarakat sendiri, minimal akan dijaga dan dirawat terus.Kata Kunci: Alat Pemindai Longsor, Pemindai Gempa, Pemindai Banjir AbstractAccording to Volcanology and Geological Disaster Mitigation (PVMBG) department, kelurahan Sempur kecamatan Bogor Tengah is designated as an area prone to landslides and floods. Kelurahan Sempur is a residential area located in a cleared valley and along the Ciliwung River. Potential areas for landslides often occur are RW 05, 06 and 07 located behind the Salak Hospital to Tugu Air Mancur. Through UAI Prime Public Service program 2019, has been carried out training program for early warning system landslides and floods devices to youth partners in Sempur. Training has been conducted in multipurpose room kelurahan Sempur office, every Sunday at 13.00 West Indonesia Time, with 10 meetings among 3-4 hours. Each training session, the practice kit must be tested and implemented directly at disaster-prone locations. Training has succeeded in changing the mindset of youth partners so that they can think rationally about the safety of themselves and others against disasters. Community behavior in hazard-prone areas can be controlled electronically through electronic early warning system devices made by youth partners. The Provision of early warning equipment from the government will generally be damaged or stolen. However, if the electronic early warning devices is made by the community itself, They will always be cared for and looked after.Keywords: Lanslides Scanners, Earthquake Scanners, Flood Scanners
Performance of Interconnected Hybrid ZigBee-Optic for Extended Wireless Sensor Networks Octarina Nur Samijayani; Aina Sabrina; Raihan Zaky Thamrin; Dwi Astharini; Ary Syahriar
Journal of ICT Research and Applications Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : DRPM - ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/itbj.ict.res.appl.2023.18.1.5

Abstract

Wireless sensor networks (WSNs) are widely used to monitor remote areas far away from the monitoring center. For large-scale or high-capacity WSNs, when they contain many sensor nodes, a transmission system with low latency and large bandwidth is required. In order to extend the network range, the use of optical communication is one of the alternatives to provide more capacity and a longer range. This study discusses the performance of a range-extended WSN utilizing a hybrid of ZigBee and optic transmission. The performance of the proposed method was evaluated by analyzing the throughput, delay per meter, package loss, and error, which were then compared to a ZigBee-Wifi based system. The experimental results showed that the throughput of the hybrid ZigBee-Fiber Optic (ZigBee FO) system was about 12% greater than that of the ZigBee-Wifi system, and it transmitted the sensor data with a significantly lower delay, reduced by 83%, compared to the ZigBee-Wifi. The package loss and error of ZigBee-FO was 35.7% lower than that of ZigBee-Wifi. Based on these results, the ZigBee-FO WSN has the advantage of significantly improving network performance by reducing the transmission delay, therefore it is beneficial in extending the WSN range.
Implementasi Hand Sanitizer Otomatis Bercatu Daya Panel Surya Untuk Pencegahan Penyebaran COVID19 pada Kelompok Karang Taruna di Tangerang Selatan Samijayani, Octarina Nur; Mujadin, Anwar; Lubis, Ahmad Husin; Syahriar, Ary
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3191

Abstract

Di masa pandemi ini, sangat diperlukan fasilitas kebersihan untuk menunjang penerapan protokol kesehatan. Di beberapa fasilitas umum, tempat dimana orang berkumpul, seperti masjid, ruang pertemuan warga, ruang olahraga dll, masih dirasa kurang adanya fasilitas kebersihan yang memadai untuk menjaga protokol kesehatan. Untuk itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan sosialisasi 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai, dan menjaga jarak), serta menyediakan “TOSAN” yaitu “touchless hand sanitizer” yang dapat mengeluarkan cairan pembersih secara otomatis untuk kelompok karang taruna wilayah Kebon Bawang Jakarta Utara serta Ciputat dan Rempoa, Tangerang Selatan. Untuk keberlanjutan penggunaan alat ini, alat dilengkapi catu daya mandiri menggunakan sel surya. Selain pemberian alat, juga dilakukan edukasi teknologi mengenai cara kerja alat sehingga menambah wawasan dan menumbuhkan kreasi anak-anak muda di daerah ini. Hasil evaluasi kegiatan, dengan adanya alat TOSAN, warga lebih memperhatikan protokol kesehatan, dan tertarik terhadap produk teknologi. Program ini memberikan kontribusi dalam menambah ketersediaan handsanitizer di tempat umum sehingga warga lebih mudah dan tertarik untuk menjaga kesehatan tangan, yakni masyarakat merasa perlu menjaga kebersihan tangan (74%), berkeinginan untuk mencuci tangan dan handsanitizer (69%), mendorong perilaku mencuci tangan dan handsanitizer (86%). Selain itu, Dengan adanya Solar Cell, battere pada alat tidak perlu sering diganti, sehingga memudahkan pemeliharaan oleh warga. Warga pemuda tertarik dan antusias mengikuti workshop pembuatan alat, dan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas dalam bidang teknologi.Kata kunci: Hand sanitizer otomatis, Sensor ultrasonic, Solar Cell.
Sosialisasi dan Antisipasi Virus Corona di RW 13 Kelurahan Mekarjaya Kota Depok Rahmatia, Suci; Shalsa Putra, Adhytya Dhava; Augusta, Fahmi Adam; Mujadin, Anwar; Syahriar, Ary; Samijayani, Octarina Nur
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3205

Abstract

Kasus positif Covid-19 pada akhir Juni 2021 meningkat secara signifikan. Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit penuh di datangi masyarakat yang ingin berobat dan tes antigen/swab. Apotik, toko obat, toko penyedia oksigen, dan toko alat kesehatan juga diserbu masyarakat untuk mengobati keluarga dan tetangga mereka. Pertambahan kasus positif Covid-19 juga sangat terasa di lingkungan RW.13, Kelurahan Mekarjaya, Depok. Data awal kasus hanya 5 orang perbulan tertular virus, namun pada akhir bulan Juni mengalami peningkatan signifikan sebanyak 40 orang. Kenaikan 8 kali lipat ini membuat warga panik dan bingung apabila salah satu anggota keluarga mereka tertular. Oleh karena itu, tim abdimas Universitas Al Azhar Indonesia bekerjasama dengan Pengurus RW 13 membentuk tim Satgas Covid untuk memberikan edukasi mengenai sosialisasi dan antisipasi Covid-19, bantuan alat handsanitizer otomatis berbasis sensor, penghubung pasien Covid-19 dengan fasilitas kesehatan dan pertolongan pertama saat warga mengalami kondisi darurat. Metode-metode tersebut efektif menekan laju pertumbuhan pasien Covid-19 dan meningkatkan kepedulian warga terhadap keluarga pasien yang melakukan isolasi mandiri. Kata kunci: Sosialisasi 3M, Hand Sanitizer Otomatis, Edukasi Kesehatan, Isolasi Mandiri
Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Produksi Keripik UMKM Al Amaliah Cikidang Sukabumi (Desa Binaan UAI) Mujadin, Anwar; Samijayani, Octarina Nur; Komalasari, Ema
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3189

Abstract

UMKM Keripik Tahfidz Qur’an Yayasan Al Amaliah merupakan mitra Desa Binaan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI). UMKM ini dikategorikan sebagai UMKM masyarakat yang belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan. UMKM ini beranggotakan 9 orang dari ibu-ibu pengajian. Keripik yang diproduksi oleh mitra UMKM ini, diberi nama dagang berturut-turut keripik CIKIKONG (Cikidang singkong), CIKILED (Cikidang boled, ubi) dan CIKISANG pisang (Cikidang pisang). Bahan dasar keripik Cikidang memiliki citra rasa yang khas sehingga menjadi peluang besar bagi mitra UMKM ini untuk memperbesar unit usaha keripik agar bisa menembus pasaran lokal sebagai oleh-oleh khas Sukabumi yang berasal dari Desa Cikidang Sukabumi. Melalui Dana Desa Binaan UAI 2020 telah dilakukan pelaksanaan abdimas dengan pemberian seperangkat unit mesin produksi teknologi tepat guna (TTG) hasil rekayasa Perguruan Tinggi tim pelaksana abdimas. Kegiatan difokuskan pada edukasi (pelatihan) dan sosialisasi terutama pada penanganan mesin produksi, manajemen produksi, perawatan-perbaikan mesin produksi, dan keselamatan kerja.Hasil kegiatan diperoleh berturut-turut perajangan bahan singkong dan ubi menggunakan mesin rajang otomatis diputar pada kecepatan 800-900 rotate per minute (rpm), perajangan bahan pisang dengan mesin manual pada kecepatan 200-300 rpm. Penggunaan ketel penggorengan deep frying 6 liter minyak, untuk mempertahankan rasa, warna dan aroma, maka bahan singkong, ubi dan pisang harus digoreng pada suhu berturut-turut 120oC, 120oC, dan 100oC, dengan lama waktu berturut-turut 5 menit, 4 menit, dan 7 menit. Hasil edukasi penggunaan mesin spinner (peniris) akan optimal apabila hasil gorengan keripik singkong, ubi dan pisang ditempatkan pada kecepatan putaran spiner berturut-turut 600 rpm, 400 rpm, dan 700 rpm dengan lama waktu berturut-turut 3 menit, 3 menit, dan 4 menit. Penggunaan mesin sealer plastik kemasan akan optimal pada suhu 270oC untuk semua jenis plastik pouch. Ditunjukan indikator keberhasilan penerapan TTG pada UMKM, terjadi kenaikan kuantitas produk keripik singkong, ubi dan pisang berturut-turut sebesar 52.8 %, 38.2 % dan 33.3 %, diperlihatkan juga terjadi kenaikan kualitas produk berturut-turut sebesar 77.3 %, 90,3 % dan 86.7 %.Kata kunci: Teknologi Tepat Guna Produk Keripik
Strategi Pengembangan Kemasan Produk untuk UMKM Di Desa Pagelaran, Banten Zhalsabila, Zhalsabila; Purwandari, Aprilia Tri; Samijayani, Octarina Nur; Samiono, Bambang Eko; Ramadhina, Tasya Amalda; Fadillah, Ahmad; Wahyudi, Iksan
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3469

Abstract

UMKM di Pagelaran, Banten, saat ini hanya memasarkan produknya di sekitar wilayah desa. UMKM ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses pemasaran digital dan desain kemasan yang kurang mendukung distribusi luas. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemasaran produk UMKM melalui pengembangan kemasan yang lebih menarik dan fungsional, agar produk dapat bersaing di pasar yang lebih luas, baik secara langsung maupun online. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari persiapan, sosialisasi, perancangan logo dan label produk, serta evaluasi. Dalam tahap persiapan, koordinasi dengan pemilik UMKM dilakukan untuk menyusun rencana kegiatan. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi pentingnya kemasan, pengumpulan data produk, dan perancangan kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk, dilengkapi sesi desain logo dan label. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 13 peserta sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan terkait kemasan. Hasil pelaksanaan abdimas menunjukkan peningkatan, yaitu pemahaman peserta terkait pentingnya kemasan meningkat dari 82% menjadi 100%, dan jumlah UMKM dengan logo produk bertambah dari 18% menjadi 100%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas dan daya tarik kemasan produk UMKM di Pagelaran, sehingga memperluas potensi pemasaran produk ke wilayah yang lebih luas.Kata kunci: Branding, Desa Pagelaran, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Kemasan.
Pengembangan Produk sebagai Upaya Penerapan Strategi Pemasaran UMKM Desa Pagelaran Ramadhina, Tasya Amalda; Purwandari, Aprilia Tri; Samijayani, Octarina Nur; Samiono, Bambang Eko; Zhalsabila, Zhalsabila; Fadillah, Ahmad; Wahyudi, Iksan
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3480

Abstract

Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten merupakan salah satu daerah yang menjadi rumah bagi para pelaku home industry dan umumnya dikepalai oleh para ibu rumah tangga, dengan jenis produksi berupa makanan lokal dan makanan ringan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya variasi produk yang dihasilkan. Para pelaku UMKM belum begitu paham mengenai pentingnya pengembangan produk untuk memberikan nilai tambah dan kemampuan untuk bersaing dalam keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha akan pentingnya pengembangan produk dan peningkatan jumlah variasi produk sebagai strategi pemasaran yang lebih luas. Metode pelaksanaan dalam kegiatan meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi menggunakan hasil kuisioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman 11 orang peserta tentang pentingnya pengembangan produk, dari 64% menjadi 100%. Selain itu, minat dan ide peserta dalam mengembangkan produk juga meningkat, dengan 78% peserta menciptakan lebih dari dua variasi produk, dan 22 % peserta menciptakan 2 variasi produk. Melalui inovasi dan penambahan nilai pada produk, UMKM dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang membedakan produk mereka dari pesaing. Oleh karena itu, pengembangan produk perlu dilakukan secara berkelanjutan agar UMKM di Desa Pagelaran dapat terus memenuhi permintaan pasar dan menjaga posisi mereka dalam persaingan. Kata kunci: pengembangan produk, umkm, variasi produk