Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Performance of Interconnected Hybrid ZigBee-Optic for Extended Wireless Sensor Networks Octarina Nur Samijayani; Aina Sabrina; Raihan Zaky Thamrin; Dwi Astharini; Ary Syahriar
Journal of ICT Research and Applications Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : DRPM - ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/itbj.ict.res.appl.2023.18.1.5

Abstract

Wireless sensor networks (WSNs) are widely used to monitor remote areas far away from the monitoring center. For large-scale or high-capacity WSNs, when they contain many sensor nodes, a transmission system with low latency and large bandwidth is required. In order to extend the network range, the use of optical communication is one of the alternatives to provide more capacity and a longer range. This study discusses the performance of a range-extended WSN utilizing a hybrid of ZigBee and optic transmission. The performance of the proposed method was evaluated by analyzing the throughput, delay per meter, package loss, and error, which were then compared to a ZigBee-Wifi based system. The experimental results showed that the throughput of the hybrid ZigBee-Fiber Optic (ZigBee FO) system was about 12% greater than that of the ZigBee-Wifi system, and it transmitted the sensor data with a significantly lower delay, reduced by 83%, compared to the ZigBee-Wifi. The package loss and error of ZigBee-FO was 35.7% lower than that of ZigBee-Wifi. Based on these results, the ZigBee-FO WSN has the advantage of significantly improving network performance by reducing the transmission delay, therefore it is beneficial in extending the WSN range.
Implementasi Hand Sanitizer Otomatis Bercatu Daya Panel Surya Untuk Pencegahan Penyebaran COVID19 pada Kelompok Karang Taruna di Tangerang Selatan Samijayani, Octarina Nur; Mujadin, Anwar; Lubis, Ahmad Husin; Syahriar, Ary
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3191

Abstract

Di masa pandemi ini, sangat diperlukan fasilitas kebersihan untuk menunjang penerapan protokol kesehatan. Di beberapa fasilitas umum, tempat dimana orang berkumpul, seperti masjid, ruang pertemuan warga, ruang olahraga dll, masih dirasa kurang adanya fasilitas kebersihan yang memadai untuk menjaga protokol kesehatan. Untuk itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan sosialisasi 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai, dan menjaga jarak), serta menyediakan “TOSAN” yaitu “touchless hand sanitizer” yang dapat mengeluarkan cairan pembersih secara otomatis untuk kelompok karang taruna wilayah Kebon Bawang Jakarta Utara serta Ciputat dan Rempoa, Tangerang Selatan. Untuk keberlanjutan penggunaan alat ini, alat dilengkapi catu daya mandiri menggunakan sel surya. Selain pemberian alat, juga dilakukan edukasi teknologi mengenai cara kerja alat sehingga menambah wawasan dan menumbuhkan kreasi anak-anak muda di daerah ini. Hasil evaluasi kegiatan, dengan adanya alat TOSAN, warga lebih memperhatikan protokol kesehatan, dan tertarik terhadap produk teknologi. Program ini memberikan kontribusi dalam menambah ketersediaan handsanitizer di tempat umum sehingga warga lebih mudah dan tertarik untuk menjaga kesehatan tangan, yakni masyarakat merasa perlu menjaga kebersihan tangan (74%), berkeinginan untuk mencuci tangan dan handsanitizer (69%), mendorong perilaku mencuci tangan dan handsanitizer (86%). Selain itu, Dengan adanya Solar Cell, battere pada alat tidak perlu sering diganti, sehingga memudahkan pemeliharaan oleh warga. Warga pemuda tertarik dan antusias mengikuti workshop pembuatan alat, dan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas dalam bidang teknologi.Kata kunci: Hand sanitizer otomatis, Sensor ultrasonic, Solar Cell.
Sosialisasi dan Antisipasi Virus Corona di RW 13 Kelurahan Mekarjaya Kota Depok Rahmatia, Suci; Shalsa Putra, Adhytya Dhava; Augusta, Fahmi Adam; Mujadin, Anwar; Syahriar, Ary; Samijayani, Octarina Nur
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3205

Abstract

Kasus positif Covid-19 pada akhir Juni 2021 meningkat secara signifikan. Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit penuh di datangi masyarakat yang ingin berobat dan tes antigen/swab. Apotik, toko obat, toko penyedia oksigen, dan toko alat kesehatan juga diserbu masyarakat untuk mengobati keluarga dan tetangga mereka. Pertambahan kasus positif Covid-19 juga sangat terasa di lingkungan RW.13, Kelurahan Mekarjaya, Depok. Data awal kasus hanya 5 orang perbulan tertular virus, namun pada akhir bulan Juni mengalami peningkatan signifikan sebanyak 40 orang. Kenaikan 8 kali lipat ini membuat warga panik dan bingung apabila salah satu anggota keluarga mereka tertular. Oleh karena itu, tim abdimas Universitas Al Azhar Indonesia bekerjasama dengan Pengurus RW 13 membentuk tim Satgas Covid untuk memberikan edukasi mengenai sosialisasi dan antisipasi Covid-19, bantuan alat handsanitizer otomatis berbasis sensor, penghubung pasien Covid-19 dengan fasilitas kesehatan dan pertolongan pertama saat warga mengalami kondisi darurat. Metode-metode tersebut efektif menekan laju pertumbuhan pasien Covid-19 dan meningkatkan kepedulian warga terhadap keluarga pasien yang melakukan isolasi mandiri. Kata kunci: Sosialisasi 3M, Hand Sanitizer Otomatis, Edukasi Kesehatan, Isolasi Mandiri
Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Produksi Keripik UMKM Al Amaliah Cikidang Sukabumi (Desa Binaan UAI) Mujadin, Anwar; Samijayani, Octarina Nur; Komalasari, Ema
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3189

Abstract

UMKM Keripik Tahfidz Qur’an Yayasan Al Amaliah merupakan mitra Desa Binaan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI). UMKM ini dikategorikan sebagai UMKM masyarakat yang belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan. UMKM ini beranggotakan 9 orang dari ibu-ibu pengajian. Keripik yang diproduksi oleh mitra UMKM ini, diberi nama dagang berturut-turut keripik CIKIKONG (Cikidang singkong), CIKILED (Cikidang boled, ubi) dan CIKISANG pisang (Cikidang pisang). Bahan dasar keripik Cikidang memiliki citra rasa yang khas sehingga menjadi peluang besar bagi mitra UMKM ini untuk memperbesar unit usaha keripik agar bisa menembus pasaran lokal sebagai oleh-oleh khas Sukabumi yang berasal dari Desa Cikidang Sukabumi. Melalui Dana Desa Binaan UAI 2020 telah dilakukan pelaksanaan abdimas dengan pemberian seperangkat unit mesin produksi teknologi tepat guna (TTG) hasil rekayasa Perguruan Tinggi tim pelaksana abdimas. Kegiatan difokuskan pada edukasi (pelatihan) dan sosialisasi terutama pada penanganan mesin produksi, manajemen produksi, perawatan-perbaikan mesin produksi, dan keselamatan kerja.Hasil kegiatan diperoleh berturut-turut perajangan bahan singkong dan ubi menggunakan mesin rajang otomatis diputar pada kecepatan 800-900 rotate per minute (rpm), perajangan bahan pisang dengan mesin manual pada kecepatan 200-300 rpm. Penggunaan ketel penggorengan deep frying 6 liter minyak, untuk mempertahankan rasa, warna dan aroma, maka bahan singkong, ubi dan pisang harus digoreng pada suhu berturut-turut 120oC, 120oC, dan 100oC, dengan lama waktu berturut-turut 5 menit, 4 menit, dan 7 menit. Hasil edukasi penggunaan mesin spinner (peniris) akan optimal apabila hasil gorengan keripik singkong, ubi dan pisang ditempatkan pada kecepatan putaran spiner berturut-turut 600 rpm, 400 rpm, dan 700 rpm dengan lama waktu berturut-turut 3 menit, 3 menit, dan 4 menit. Penggunaan mesin sealer plastik kemasan akan optimal pada suhu 270oC untuk semua jenis plastik pouch. Ditunjukan indikator keberhasilan penerapan TTG pada UMKM, terjadi kenaikan kuantitas produk keripik singkong, ubi dan pisang berturut-turut sebesar 52.8 %, 38.2 % dan 33.3 %, diperlihatkan juga terjadi kenaikan kualitas produk berturut-turut sebesar 77.3 %, 90,3 % dan 86.7 %.Kata kunci: Teknologi Tepat Guna Produk Keripik
Strategi Pengembangan Kemasan Produk untuk UMKM Di Desa Pagelaran, Banten Zhalsabila, Zhalsabila; Purwandari, Aprilia Tri; Samijayani, Octarina Nur; Samiono, Bambang Eko; Ramadhina, Tasya Amalda; Fadillah, Ahmad; Wahyudi, Iksan
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3469

Abstract

UMKM di Pagelaran, Banten, saat ini hanya memasarkan produknya di sekitar wilayah desa. UMKM ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses pemasaran digital dan desain kemasan yang kurang mendukung distribusi luas. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemasaran produk UMKM melalui pengembangan kemasan yang lebih menarik dan fungsional, agar produk dapat bersaing di pasar yang lebih luas, baik secara langsung maupun online. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri dari persiapan, sosialisasi, perancangan logo dan label produk, serta evaluasi. Dalam tahap persiapan, koordinasi dengan pemilik UMKM dilakukan untuk menyusun rencana kegiatan. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi pentingnya kemasan, pengumpulan data produk, dan perancangan kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk, dilengkapi sesi desain logo dan label. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 13 peserta sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan terkait kemasan. Hasil pelaksanaan abdimas menunjukkan peningkatan, yaitu pemahaman peserta terkait pentingnya kemasan meningkat dari 82% menjadi 100%, dan jumlah UMKM dengan logo produk bertambah dari 18% menjadi 100%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas dan daya tarik kemasan produk UMKM di Pagelaran, sehingga memperluas potensi pemasaran produk ke wilayah yang lebih luas.Kata kunci: Branding, Desa Pagelaran, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Kemasan.
Pengembangan Produk sebagai Upaya Penerapan Strategi Pemasaran UMKM Desa Pagelaran Ramadhina, Tasya Amalda; Purwandari, Aprilia Tri; Samijayani, Octarina Nur; Samiono, Bambang Eko; Zhalsabila, Zhalsabila; Fadillah, Ahmad; Wahyudi, Iksan
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3480

Abstract

Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten merupakan salah satu daerah yang menjadi rumah bagi para pelaku home industry dan umumnya dikepalai oleh para ibu rumah tangga, dengan jenis produksi berupa makanan lokal dan makanan ringan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya variasi produk yang dihasilkan. Para pelaku UMKM belum begitu paham mengenai pentingnya pengembangan produk untuk memberikan nilai tambah dan kemampuan untuk bersaing dalam keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha akan pentingnya pengembangan produk dan peningkatan jumlah variasi produk sebagai strategi pemasaran yang lebih luas. Metode pelaksanaan dalam kegiatan meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi menggunakan hasil kuisioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman 11 orang peserta tentang pentingnya pengembangan produk, dari 64% menjadi 100%. Selain itu, minat dan ide peserta dalam mengembangkan produk juga meningkat, dengan 78% peserta menciptakan lebih dari dua variasi produk, dan 22 % peserta menciptakan 2 variasi produk. Melalui inovasi dan penambahan nilai pada produk, UMKM dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang membedakan produk mereka dari pesaing. Oleh karena itu, pengembangan produk perlu dilakukan secara berkelanjutan agar UMKM di Desa Pagelaran dapat terus memenuhi permintaan pasar dan menjaga posisi mereka dalam persaingan. Kata kunci: pengembangan produk, umkm, variasi produk
Solar Powered Wireless Sensor Network for Water Quality Monitoring and Classification Samijayani, Octarina Nur; Saputra, Tyan Permana; Firdaus, Hamzah; Mujadin, Anwar
Green Intelligent Systems and Applications Volume 3 - Issue 1 - 2023
Publisher : Tecno Scientifica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53623/gisa.v3i1.244

Abstract

Water is essential for human being, also for animals and plants. In Indonesia, there are a lot of residential living in the riverbank which have poor water conditions. People frequenty use water from the river for daily activities. To determine the quality of water, samples are usually taken and tested in the laboratory. This method is less efficient in time and also cost. In order to determine and monitor the quality of water, this paper discuss the Wireless Sensor Network (WSN) to monitor the quality of water from a distance with the self powered sensor node. One of the issue in developing the WSN is the energy. Since this is implemented in outdoor, therefore it is possible to use solar panel to produce the energy. In this study three indicators; pH, TDS, and turbidity; were used to determine water quality based on the Indonesian Minister of Health Regulation. The results examine the WSN performance, and also the analysys of the solar energy supply for each sensor node. The WSN successfully works in detect and clasify tha water quality category and display it in the monitoring center or user. The sensors are calibrated and works with tolerable error of sensor reading of 5,1%. The WSN node is embedded with solar panel to supply the energy for node component. Therefore it able to extend the lifetime of the networks devices with renewable energy to implement the Green WSN.
Pemanfaatan Internet of Things untuk Ekonomi Hijau bagi Petani Bunga Matahari di Arjasari Bandung Nurhasanah, Nunung; Samijayani, Octarina Nur; Jameelah, Maryam; Adilfi, Endrika Septya; Auni, Khairul; Sani, Ragil Perdana; Naufal, Muhammad Bintang; Shiddiqqie, Muhammad Hafidz
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 7, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v7i2.4017

Abstract

Abstrak Bunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah tanaman yang tahan kekeringan dan berpotensi besar bagi kesejahteraan petani. Minyak dari bijinya dimanfaatkan dalam industri makanan dan kosmetik, sementara produk sampingan digunakan untuk pakan ternak, bioenergi, dan industri tekstil. Meskipun memiliki potensi, Indonesia belum tercatat sebagai produsen minyak biji bunga matahari, dengan produksi global didominasi Ukraina dan Rusia. Kesenjangan antara produksi dan konsumsi menunjukkan peluang bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam pasar global. Petani bunga matahari menghadapi tantangan dalam produksi dan pemasaran. Produktivitas minyak masih belum optimal, metode pengeringan biji konvensional kurang efisien, dan penerapan GMP belum maksimal. Selain itu, belum semua produk olahan biji bunga matahari bersertifikasi halal, membatasi akses pasar. Kegiatan pemberdayaan bertujuan meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran dengan melibatkan 11 petani melalui observasi, wawancara, pelatihan, dan penerapan teknologi. Hasilnya, teknologi ruang rak pengering mempercepat waktu pengeringan dari 6 hari menjadi 2 hari, dan mesin peras baru meningkatkan efisiensi dari 30 menit menjadi 20 menit per liter minyak. Pelatihan GMP dan IoT membantu petani meningkatkan standar produksi, sementara sertifikasi halal meningkatkan penjualan minyak herbal dari Rp1.500.000/bulan menjadi Rp2.500.000/bulan. Secara keseluruhan, kegiatan ini meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing industri bunga matahari di Indonesia, membuka peluang bagi petani untuk berkembang di pasar global.Kata kunci: Ekonomi Hijau, Internet of Things, Minyak Bunga Matahari, Petani Bunga Matahari, Produktivitas.
Pemberdayaan Produktivitas Petani: Pemasangan Ruang dan Rak Pengering Biji Bunga Matahari berbasis Internet of Things di Desa Arjasari Bandung Barat Nurhasanah, Nunung; Sani, Ragil Perdana; Samijayani, Octarina Nur; Auni, Khairul; Naufal, Muhammad Bintang; Jameela, Maryam; Shiddiqqie, Muhammad Hafidz; Adilfi, Endrika Septya; Mujadin, Anwar; Chirzun, Ahmad
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3555

Abstract

Abstrak Pengeringan benih bunga matahari yang selama ini bergantung pada sinar matahari langsung seringkali menghadapi tantangan seperti cuaca yang tidak menentu, risiko kontaminasi, dan kualitas pengeringan yang kurang optimal. Program pengabdian masyarakat ini memperkenalkan sistem berbasis IoT yang mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, sensor suhu dan kelembaban, pemanas, dan pembuangan untuk menjaga kestabilan kondisi lingkungan di ruang pengering. Ruang dan rak bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengeringan biji bunga matahari. Metode pelaksanaan berdasarkan observasi langsung dan wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada mitra. Desain pertanyaan dan pernyataan disosialisasikan agar para petani memahami kegiatan yang akan dilakukan serta memberikan persetujuan terhadap pelaksanaan kegiatan pengeringan benih bunga matahari di Desa Arjasari. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dimana waktu pengeringan berkurang dari enam hari menjadi hanya dua hari, dengan kadar air yang dapat dikontrol secara akurat untuk mencapai kondisi pengeringan yang optimal. Para petani juga dilatih untuk mengoperasikan sistem IoT dengan baik, sehingga memastikan keberlanjutan teknologi ini dalam praktik pertanian mitra mereka. Program ini membuktikan potensi IoT dalam memodernisasi proses pertanian dan meningkatkan produktivitas petani, sekaligus mengatasi keterbatasan metode tradisional. Evaluasi lebih lanjut dan optimalisasi sistem disarankan untuk meningkatkan dampak teknologi ini di masa depan.Kata kunci: Internet of Things, Masyarakat Petani Bunga Matahari, Ruang dan Rak Pengering Biji Bunga Matahari.
Pemanfaatan Mesin Pengemasan Multifungsi Untuk Pengembangan UMKM Di Desa Pagelaran, Banten Fadillah, Ahmad; Samijayani, Octarina Nur; Purwandasari, Aprilia Tri; Samiono, Bambang Eko; Wahyudi, Iksan; Ramadhina, Tasya Amalda; Zhalsabila, Zhalsabila
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3534

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM di Desa Pagelaran, Banten, dengan memanfaatkan teknologi pengemasan modern. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan dalam penggunaan teknologi pengemasan, yang berdampak pada rendahnya daya tahan produk selama distribusi dan kurang menariknya tampilan kemasan bagi konsumen. Untuk mengatasi kendala ini, dilakukan berbagai kegiatan, seperti analisis kebutuhan mitra UMKM, pelatihan teori dan praktik penggunaan mesin vacuum sealer serta continuous sealer, serta pendampingan dalam penerapan teknologi pengemasan. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan guna mengukur peningkatan pemahaman peserta terkait teknologi pengemasan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 91% menjadi 100%, serta peningkatan masa simpan produk dari 2-4 hari menjadi 5-7 hari. Selain itu, desain kemasan yang lebih menarik dan higienis meningkatkan daya tarik produk serta membantu UMKM memperluas jangkauan pasar hingga ke Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Penerapan teknologi pengemasan yang tepat terbukti berkontribusi pada peningkatan kualitas produk dan penguatan daya saing UMKM dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan program pendampingan berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan inovasi pengemasan terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi UMKM.Kata kunci: UMKM, Teknologi Pengemasan, Vacuum Sealer, Perluasan Pasar.