Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : FARMASAINKES

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MARBOSI-BOSI (Tarenna polycarpa (miq.) koord. & Valeton) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Nasution, Wardah; Nasution, Haris Munandar; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Zulmai Rani
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6351

Abstract

Daun marbosi-bosi (Tarenna polycarpa (Miq.) Koord. & Valeton) memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai bahan minuman herbal, dan obat tradisional. Buah ini mengandung antioksidan dan nutrisi yang berpotensi sebagai agen antibakteri, terutama terhadap Staphylococcus aureus . Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menilai kemampuan antibakteri dari ekstrak etanol daun Marbosi-bosi (Tarenna polycarpa (Miq.) Koord. & Valeton) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman Marbosi-bosi mengandung beragam metabolit sekunder, antara lain flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid, yang dikenal memiliki aktivitas sebagai agen antibakteri alami. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan ekstrak sebagai pilihan terapi jerawat berbasis bahan herbal. Tahapan penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak dari simplisia daun Marbosi-bosi melalui teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, pengujian daya hambat antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri penyebab jerawat dan infeksi kulit, yaitu Staphylococcus aureus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak dengan konsentrasi 45% menghasilkan diameter zona hambat paling besar, yaitu sebesar 16,23 mm terhadap Staphylococcus aureus, yang tergolong ke dalam kategori aktivitas antibakteri kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Marbosi-bosi memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai komponen aktif alami dalam formulasi sediaan farmasi.