Asep Ahmad Fathurrohman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Manhaj al-Khas Kitab Tafsir At-Tahrir wa at-Tanwir karya Ibnu `Asyur Ali, Muhammad Hasan; Edi Komarudin; Asep Ahmad Fathurrohman
Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin Vol. 5 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpiu.46111

Abstract

Interpretation methods are generally divided into four types, namely tahlili, ijmali, muqaran, and maudhui. However, beyond these general methods, each interpreter, or mufasir, has their own unique perspective when interpreting the Quran, known as manhaj al-khash or the interpreter's special method. This research aims to discuss Ibn Ashur's manhaj al-khash in writing his exegesis, At-tahrir wa at-Tanwir. This study uses a qualitative research method based on literature review. The primary source in this research is Tafsir At-tahrir wa at-tanwir Juz 27, while the secondary sources refer to books, texts, and articles related to the research theme. The results of this study indicate that there are at least fifteen manhaj al-khash of Ibn Ashur in writing his exegesis, pertaining to the methods of using interpretation sources as well as the writing methods in his exegesis.
Dialektika Tafsir Surah Al-Insyirah: Studi Komparatif Tafsir Al-Maraghi, Khawatir Asy-Sya’rawi, dan Tafsir Al-Wasith Meliani, Fitri; Edi Komarudin; Asep Ahmad Fathurrohman
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi komparatif ini mengeksplorasi interpretasi leksikal mikro Surah Al-Insyirah dalam tiga tafsir Al-Qur'an modern: Tafsir Al-Maraghi, Khawatir Asy-Sya'rawi, dan Tafsir Al-Wasith karya Sayyid Thantawi. Meskipun ketiga penafsir ini memiliki visi yang sama yang menekankan relevansi sosial Al-Qur'an, mereka berbeda dalam pendekatan linguistik, spiritual, dan metodologis mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan kerangka analitis komparatif, penelitian ini menyelidiki makna leksikal kunci, dan dimensi sosio-spiritual yang tertanam dalam Surah tersebut. Temuan menunjukkan bahwa Al-Maraghi menafsirkan Surah Al-Insyirah melalui lensa leksikal-linguistik yang bercirikan adab ijtima'i; Asy-Sya'rawi mengadopsi gaya retorika-sufistik yang berfokus pada pengalaman spiritual; sedangkan Thantawi menyajikan tafsir yang sistematis, komunikatif, dan moderat yang sesuai dengan audiens kontemporer. Keunikan penelitian ini terletak pada analisis perbandingan mikro-leksikal Surah Al-Insyirah, yang menyoroti variasi interpretasi leksikal di antara ketiga penafsir dan implikasinya terhadap hermeneutika sosial dan spiritual modern. Nilai tambah akademisnya terletak pada pengenalan pendekatan mikro-leksikal sebagai kerangka kerja inovatif untuk studi perbandingan Al-Qur'an, menawarkan model yang dapat diterapkan pada surah lain atau istilah kunci untuk memajukan penafsiran tematik-kritis dalam kajian kontemporer.