Lis Yulitasari
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KONSEP DAN STRATEGI GREEN SUPLY CHAIN A. Al Syarif; Aulia Afriana Putri; Alek Sandro Abu Rasid; Elly Arintha Maharani; Helpi Jeysika; Lyra Amelia; M. Aditya Saputra; Ridho Ramanda Nasution; Lis Yulitasari
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6650

Abstract

Green Supply Chain Management (GSCM) merupakan pendekatan strategis dalam pengelolaan rantai pasok yang mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam seluruh aktivitas bisnis, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pengelolaan limbah. Penerapan konsep green supply chain menjadi semakin penting seiring meningkatnya kesadaran global terhadap isu keberlanjutan dan tuntutan terhadap praktik bisnis yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar green supply chain serta strategi penerapannya dalam meningkatkan kinerja lingkungan dan daya saing perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan laporan terkait green supply chain. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi green supply chain meliputi green procurement, green manufacturing, green distribution, dan reverse logistics. Implementasi strategi tersebut tidak hanya mampu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional, reputasi perusahaan, serta keberlanjutan jangka panjang. Oleh karena itu, green supply chain dapat menjadi solusi strategis bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
PERAN WTO, UNCTAD, UNEP, DALAM EKONOMI HIJAU Alya Dwi Putri; Fitria Novriliza; Alkhanza Ramadani; Felia Oktaviani; Fadilah Aulia Salsabila; Ahnaf; Reno Nurdin; Lis Yulitasari
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6651

Abstract

Meningkatnya kesadaran global tentang dampak perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan penipisan sumber daya alam telah mendorong pergeseran mendasar dalam paradigma pembangunan menuju ekonomi hijau. Ekonomi hijau didefinisikan sebagai model pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial sekaligus secara signifikan mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologis. Di era globalisasi, implementasi ekonomi hijau tidak dapat dipisahkan dari tata kelola ekonomi internasional, khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan kebijakan lingkungan global. Dalam konteks ini, organisasi internasional memainkan peran strategis sebagai regulator, fasilitator, dan koordinator kerja sama antar negara. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) mewakili tiga lembaga global utama dengan mandat yang berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau. WTO berkontribusi dengan mempromosikan sistem perdagangan internasional berbasis aturan yang semakin memasukkan pertimbangan keberlanjutan, termasuk perdagangan barang dan jasa yang ramah lingkungan. UNCTAD menekankan pendekatan berorientasi pembangunan dengan mendukung perdagangan dan investasi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya untuk negara-negara berkembang.  Sementara itu, UNEP memainkan peran sentral dalam memajukan tata kelola lingkungan global dan mempromosikan integrasi pertimbangan lingkungan ke dalam pembuatan kebijakan ekonomi. Terlepas dari kontribusi ini, tantangan signifikan tetap ada dalam menyelaraskan kebijakan perdagangan, pembangunan, dan lingkungan. Kepentingan yang berbeda antara negara maju dan negara berkembang, munculnya hambatan perdagangan hijau, dan kapasitas kelembagaan yang terbatas terus menghambat implementasi yang efektif. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menganalisis peran WTO, UNCTAD, dan UNEP dalam mempromosikan ekonomi hijau dan kontribusi mereka terhadap pembangunan global berkelanjutan.
PERAN DIGITALISASI DALAM EKONOMI HIJAU Agung Azis Kurniawan; Ainur Rohmah; Alfarouqi Elvano; Dhyaa Fadhiila; Kurniatun Nafiah; Luluaini’arpa Amiliyah; Lutfia Nurhaliza; Serly Merlinda; Lis Yulitasari
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6665

Abstract

Perkembangan digitalisasi telah menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi ekonomi menuju pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penerapan ekonomi hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau serta sinerginya dengan ekonomi digital dalam menghadapi tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library research) melalui penelaahan literatur ilmiah, dokumen resmi, dan artikel akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi berperan sebagai enabler utama dalam meningkatkan efisiensi operasional, mendorong inovasi, memperluas akses informasi dan pasar, serta memperkuat transparansi dan pengambilan keputusan berbasis data. Integrasi ekonomi hijau dan ekonomi digital memungkinkan terciptanya model bisnis berkelanjutan yang mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara digitalisasi dan ekonomi hijau merupakan strategi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan pelaku usaha dalam merancang strategi pembangunan berkelanjutan di era digital.
PENERAPAN GREEN ECONOMY PADA UMKM Afifah Nur Hafizdah; Aysha Prinita Sari; Aldo andrean; Ayunda alfiani; Albi Bintang Pratama; Bunga Sesia Az-Zahra; Faizha Nur fatma; Rival Muhamad Fadillah; Lis Yulitasari
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6678

Abstract

Penerapan konsep green economy menjadi salah satu pendekatan strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional, sehingga penerapan prinsip ekonomi hijau pada sektor ini menjadi sangat relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan green economy pada UMKM serta mengidentifikasi bentuk implementasinya dalam aktivitas usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan green economy pada UMKM meliputi efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan emisi dan limbah, penyediaan produk dan layanan ramah lingkungan, peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim, penerapan rantai pasok berkelanjutan, serta peningkatan kesadaran dan pelatihan lingkungan. Studi kasus pada UMKM kuliner di kawasan Lapangan Beran, Madiun, menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha telah menerapkan prinsip efisiensi sumber daya dan pengurangan limbah, meskipun tingkat pemahaman masih bervariasi. Oleh karena itu, dukungan berupa pelatihan, pendampingan, dan kebijakan yang berkelanjutan diperlukan agar penerapan green economy pada UMKM dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
GREEN TRADE, FAIR TRADE, HALAL TRADE Achmad Arya Safutra; Rangga Dwi Saputra; Erdia Indriawati; Madu Rahayu; Anita Dwiutami Handayani; Ahmad Elsafrudin; HalimahTussa’diyah; Lis Yulitasari
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6687

Abstract

Perdagangan global mengalami pergeseran paradigma dari orientasi keuntungan semata menuju perdagangan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan beretika. Perkembangan ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran terhadap degradasi lingkungan, ketimpangan sosial, serta tuntutan penerapan nilai-nilai moral dan agama dalam aktivitas ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep Green Trade, Fair Trade, dan Halal Trade sebagai bagian dari kerangka ekonomi hijau dalam perdagangan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis studi kasus yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Green Trade berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, Fair Trade menjamin keadilan sosial dan kesejahteraan produsen, sementara Halal Trade memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan etika bisnis. Integrasi ketiga konsep tersebut berpotensi menciptakan sistem perdagangan yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan, adil, dan bermartabat.