Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Melampaui Toleransi Pluralisme Agama dalam Perspektif A. Mukti Ali dan Para Pemikir Global (John Hick, Hans Kùng, Paul F. Knitter, dan M. Amin Abdullaah) Nugraha, Rachmat; Truna, Doddy S.; Waliyajati, Roro Sri Rejeki
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3816

Abstract

Penelitian ini menganalisis pluralisme agama melalui konsep ‘Agree in Disagreement’ A. Mukti Ali dengan pendekatan komparatif terhadap pemikiran John Hick, Hans Küng, Paul F. Knitter, dan M. Amin Abdullah. Dengan menggunakan metode deduktif, kajian ini menyintesiskan dimensi teologis, etis, sosial, dan epistemik pluralisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa pluralisme agama bukan sekadar toleransi pasif, tetapi ‘tanggung jawab moral, sosial, dan intelektual’ dalam membangun harmoni masyarakat. ‘Agree in Disagreement’ berfungsi sebagai fondasi lokal Indonesia yang menyatukan iman dan dialog, sementara teori Hick, Küng, Knitter, dan Amin Abdullah memberikan perspektif global, etis, praksis, dan metodologis. Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi pendidikan lintas agama, dakwah dialogis, dan penelitian akademik, serta menyediakan paradigma pluralisme yang holistik untuk masyarakat majemuk.
FEMINISM AT THE CROSSROADS OF FAITH AND SOCIAL POWER IN DOROTHEA ROSA HERLIANY’S PEREMPUAN BERDOSA Sudarisman, Yoga; Nugraha, Rachmat; Lustiyowati, Ana; Solahudin, Dindin; Abidin, Yusuf Zainal
Saksama: Jurnal Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Saksama
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/sksm.v4i2.53130

Abstract

This article examines the female body within a feminist framework that operates at the intersection of religion and social space through a reading of Dorothea Rosa Herliany’s poem Perempuan Berdosa. The poem portrays a woman burdened by accusations of sin and by the symbolic violence imposed upon her body by society. Images of being hunted, pressed down, and judged reveal how religious and social norms often position women as the source of moral wrongdoing. Feminist analysis challenges these patterns by asserting that women possess voices and lived experiences that cannot be reduced to moral stigma. Through this poetic reading, the article argues that the female body can become a site of resistance against patriarchal control and unjust moral scrutiny. Women’s awareness of their bodies and experiences opens possibilities for renegotiating identity, spirituality, and their place within everyday social life.