Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sociology of da'wah in the era of Industry 4.0 and Society 5.0: Implications for contemporary da'wah in Indonesia Rahmat, Efendi; Abidin, Yusuf Zainal; Mukarom, Zaenal; Setiawan, Asep Iwan
Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Socio-Politica
Publisher : FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/socio-politica.v15i2.46196

Abstract

The development of information technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 has transformed the landscape of Islamic da'wah in Indonesia. Da'wah is no longer confined to physical spaces such as mosques and religious study groups but has expanded into digital platforms through social media, podcasts, and other online channels. This article aims to analyze the transformation of da'wah in the context of social change due to digitalization and its implications for contemporary da'wah strategies in Indonesia. The study adopts a qualitative approach using literature review and descriptive-critical analysis of da'wah sociology theories such as Symbolic Interactionism, Diffusion of Innovations, Social Mediation, and Bourdieu's theory of Habitus and Social Capital. The findings show that digital da'wah in Indonesia faces challenges such as the spread of religious misinformation, digital extremism, and low levels of digital literacy among the public. On the other hand, technological advancements offer wider, more inclusive, and data-driven opportunities for da'wah. Within the framework of Society 5.0, da'wah must be oriented toward humanistic and contextual social solutions. Therefore, a sociological approach to da'wah is crucial to ensure that Islamic messages remain relevant and capable of addressing the challenges of the times. In conclusion, da'wah in the digital era must strategically and adaptively integrate technology, culture, and social understanding. Contribution: This article advances academic and practical understanding of how digital technologies are reshaping religious communication, positioning sociological analysis as crucial to developing effective and future-ready da'wah strategies in Indonesia.
Hubungan Agama dan Pembangunan: Analisis Kritis terhadap Teori Modernisasi, Etika Protestan, dan Pembangunan Berkelanjutan Mulyaden, Asep; Abidin, Yusuf Zainal; Kusnawan, Aep; Zuldin, Muhamad
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3718

Abstract

Hubungan antara agama dan pembangunan tetap menjadi arena perdebatan dalam ilmu sosial, berayun antara perspektif yang memandang agama sebagai penghalang modernisasi dan perspektif yang mengakui potensi transformatifnya. Artikel ini secara kritis menelaah hubungan agama dan pembangunan melalui studi pustaka komprehensif yang menyintesiskan tiga kerangka teoretis utama: teori modernisasi klasik, tesis etika Protestan Weber, dan diskursus pembangunan berkelanjutan berbasis nilai kontemporer. Analisis menggunakan metodologi kualitatif-deskriptif dengan meninjau karya ilmiah klasik dan kontemporer secara sistematis untuk memetakan pengaruh multidimensional agama pada empat ranah yang saling terkait: sosiologis, ekonomi, politik, dan budaya. Temuan menunjukkan bahwa agama beroperasi sebagai fenomena bermata dua dalam proses pembangunan. Di satu sisi, agama memperkuat modal sosial melalui solidaritas komunal, membentuk etos kerja produktif dan kejujuran ekonomi, memfasilitasi mekanisme redistribusi kekayaan (zakat, infak, wakaf), melegitimasi kebijakan publik berorientasi keadilan, serta memperkuat identitas budaya dan aset wisata religi. Di sisi lain, konservatisme kaku, politisasi identitas, dan interpretasi tekstual yang resisten terhadap inovasi dapat secara substansial menghambat kemajuan pembangunan. Sintesis yang ditawarkan mengadvokasi kerangka tata kelola inklusif-dialogis yang mengintegrasikan prinsip keadilan moral, keseimbangan material-spiritual, dan inovasi kelembagaan—khususnya keuangan syariah dan filantropi produktif—yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Artikel ini berkontribusi memberikan kerangka analitis yang menimbang kekuatan pendorong dan penghambat agama sekaligus menawarkan panduan praktis bagi pembuat kebijakan untuk menumbuhkan kolaborasi produktif dan berkeadaban antara institusi negara, masyarakat sipil, dan organisasi berbasis keimanan.
The Position of Religion In Development Hijrin, Uus Husni; Kusnawan, Aep; Zuldin, Muhammad; Abidin, Yusuf Zainal; Wiwaha, Rizzaldy Satria
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10094

Abstract

This study examines the position of religion in development through a descriptive-qualitative approach using literature review. Religion is not only understood as a spiritual belief system but also as a source of ethics, social guidance, and cultural power that shapes public policy and the direction of national development. In the Indonesian context, religion is closely linked to Pancasila and national identity, meaning that development is not entirely secular but grounded in divine values, social justice, and humanity. The findings indicate that religion contributes significantly to education, economy, socio-cultural life, politics, and environmental sustainability through institutions such as Islamic boarding schools (pesantren), zakat and waqf systems, religious philanthropy, interfaith moderation, and eco-theology. However, religion also faces challenges including secularization, politicization of faith, radicalism, commercialization of religion, and moral decline. Therefore, a constructive integration between religious values, scientific knowledge, and public policy is essential to achieve holistic, ethical, and sustainable development. Consequently, religion should not be seen as an obstacle to modernization but as a moral compass that guides development toward justice, dignity, and civility. Keywords: religion, development, ethics, Indonesia, religious moderation. AbstrakPenelitian ini membahas posisi agama dalam pembangunan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur. Agama dipahami bukan sekadar sistem kepercayaan spiritual, tetapi juga sebagai sumber etika, pedoman sosial, dan kekuatan budaya yang mempengaruhi kebijakan publik serta arah pembangunan nasional. Dalam konteks Indonesia, agama memiliki keterkaitan yang kuat dengan Pancasila dan identitas kebangsaan, sehingga pembangunan tidak bersifat sekuler murni, melainkan berlandaskan nilai Ketuhanan, keadilan sosial, dan kemanusiaan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa agama memiliki kontribusi signifikan pada bidang pendidikan, ekonomi, sosial-budaya, politik, dan lingkungan melalui pesantren, zakat-wakaf, filantropi, moderasi beragama, serta eco-theology. Namun, peran agama juga menghadapi tantangan seperti sekularisasi, politisasi agama, radikalisme, komersialisasi, dan degradasi moral. Oleh karena itu, diperlukan integrasi yang konstruktif antara nilai agama, ilmu pengetahuan, dan kebijakan publik agar pembangunan berjalan secara holistik, beretika, dan berkelanjutan. Dengan demikian, agama tidak menjadi hambatan modernisasi, tetapi berfungsi sebagai kompas moral (moral compass) dalam mewujudkan pembangunan yang adil, bermartabat, dan berkeadaban. Kata Kunci: agama, pembangunan, moral, Indonesia, moderasi beragama