Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEARIFAN EKOLOGIS LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI TENGAH INDUSTRIALISASI Ario, Dion; Aliverchan S, Swandi; Wibowo, Andi; Gunawan, Predy; Yulianingrum, Aullia Vivi
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 4 No. 04 (2025): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v4i04.2013

Abstract

This study examines the role of local ecological wisdom as an alternative model for sustainable development amid the dominance of modern industrialization, which often leads to environmental degradation and social inequality. The research adopts a qualitative approach using a literature-based study design, combining conceptual analysis with a political ecology perspective to explore the relationships among industrialization, power dynamics, and natural resource governance. The findings indicate that local ecological wisdom embedded in indigenous communities—such as customary norms, conservation traditions, and community-based resource management systems—plays a significant role in maintaining ecological balance, strengthening social cohesion, and preserving cultural identity. Integrating local wisdom into development policies is therefore considered relevant for mitigating the negative impacts of industrialization and promoting more just, inclusive, and sustainable development. This study provides analytical and normative contributions to the discourse on sustainable development and environmental governance rather than generalizable empirical conclusions.
GREEN LEGAL CONSCIOUSNESS: SEBUAH KERANGKA EPISTEMIK MEMBANGUN KESADARAN HUKUM BERBASIS EKOLOGI Elviandri, Elviandri; Gunawan, Predy; Dwi Edisam, Kuswandi; Firdaus, Andi
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i2.109

Abstract

meningkatnya bencana ekologis menunjukkan kegagalan paradigma hukum antroposentris yang masih dominan dalam sistem hukum Indonesia. Berbagai peristiwa, termasuk banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat serta kebakaran hutan lintas provinsi, mengonfirmasi bahwa pendekatan hukum yang normatif–reaktif tidak memadai untuk merespons kerusakan ekologis yang bersifat sistemik. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan rekonstruksi paradigma kesadaran hukum menuju ekosentrisme serta pengembangan Green Legal Consciousness (GLC) sebagai kerangka epistemik untuk membangun kesadaran hukum berbasis ekologi. Penelitian menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan filsafat profetik-transendental serta analisis deskriptif–dialektik–interpretatif. Metode ini digunakan untuk menembus batas positivisme hukum, menafsirkan kembali hubungan manusia–alam, dan mengidentifikasi kesenjangan antara idealitas konstitusional ekologis dan praktik kebijakan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran dari antroposentrisme menuju ekosentrisme merupakan syarat epistemik bagi keberlanjutan hukum. GLC ditemukan sebagai kerangka transformasi melalui model Epistemic 3D: De-centering (mengurangi dominasi manusia dan mengakui nilai intrinsik alam), Deepening (mengintegrasikan pengetahuan ekologi dan etika lingkungan dalam hukum), dan Delegitimizing (mengoreksi rasionalitas hukum yang bersifat ekstraktif). Kerangka ini memperkuat efektivitas regulasi, membentuk subjek hukum ekologis, dan mendorong terciptanya ekokrasi serta keadilan ekologis di Indonesia.