Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Melalui Pemberian Informasi DAGUSIBU Sediaan Farmasi di Posyandu Pemurus Dalam Istiqomah, Nurul; Sari, Okta Muthia; Putra, Dian Kusuma; Sari, Novia Fahrina Purnama; Rendati, Hema Novita; Mahdi, Lukman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16745

Abstract

Masyarakat cenderung tidak mengetahui tata cara pengelolaan obat dengan tepat, yang berpotensi mengakibatkan dampak buruk pada kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) sediaan farmasi di Posyandu Pemurus Dalam. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah edukasi kesehatan dengan media leaflet, yang disampaikan kepada masyarakat saat kegiatan posyandu. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan obat. Kegiatan diikuti 12 peserta yang merupakan masyarakat di wilayah kerja Posyandu Pemurus Dalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pengelolaan sediaan farmasi yang tepat, dengan peningkatan pengetahuan rerata pretest ke postest sebesar 11,67%. Kesimpulan kegiatan ini pemberian informasi mengenai DAGUSIBU membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang tepat. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Farmasi, Lingkungan, Obat The community often lacks awareness of proper procedures for obtaining, using, storing, and disposing of medicines, which can have adverse effects on individual and community health. This community service activity aims to provide information related to the DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, and Dispose) of pharmaceutical preparations at the Pemurus Dalam Posyandu. The method used in this activity is counselling through leaflets distributed to the community during posyandu activities. The activity was carried out in several stages, namely planning, preparation, and implementation. Evaluation was conducted through pretests and posttests to measure the effectiveness of the counseling in improving the community's understanding of drug management. The activity was attended by 12 community members from the Pemurus Dalam Posyandu working area. The results of the activity showed an increase in community knowledge about the proper management of pharmaceutical preparations, with an average increase in scores from the pretest to the posttest of 11,67%. This activity concludes that providing information about DAGUSIBU increases community knowledge and understanding of proper medicine management.
Penyuluhan tentang Oralit dan Zink untuk Terapi Diare Pada Balita di Posyandu Nabila, Nabila; Muliasari, Dreiyani Abdi; Hadi, Samsul; Mahdi, Nur; Mahdi, Lukman; Mardiati, Nurul; Setiawan, Deni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16568

Abstract

Diare pada balita sangat berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi dalam waktu yang singkat, yang jika tidak ditangani segera, berisiko fatal bagi tumbuh kembang anak. Oralit dan zink merupakan obat yang diberikan pada anak untuk mengatasi diare. Tujuan dari kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya cara penggunaan dan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan oralit atau zink. Kegiatan promosi kesehatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Oktober 2024 di posyandu kembang barenteng V. Metode yang digunakan dalam kegiatan promosi kesehatan ini adalah metode ceramah, yaitu dengan menjelaskan terkait perbedaan, cara penggunaan, dan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan oralit atau zink. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat. Kegiatan promosi kesehatan diikuti oleh 20 orang peserta. Nilai rata-rata pretest 20 peserta promosi kesehatan adalah 67,5% dan nilai rata-rata posttest adalah 98,125%. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap oralit dan zink sehingga diharapkan masyarakat dapat menggunakan obat oralit dan tablet zink secara tepat dan aman. Kata Kunci: Zink, Oralit, Diare, Posyandu, Balita Diarrhea in toddlers is very dangerous because it can cause dehydration in a short time, which, if not treated immediately, can be fatal for the child's growth and development. ORS and zinc are medications given to children to treat diarrhea. The purpose of this health promotion activity is to provide knowledge to the community, especially regarding how to use and things to pay attention to when using ORS or zinc. This health promotion activity was held on Tuesday, October 22, 2024, at the Kembang Barenteng V Integrated Health Service Post (Posyandu). The method used in this health promotion activity was the lecture method, namely by explaining the differences, how to use, and things to pay attention to when using ORS or zinc. Evaluation was carried out through pretests and posttests to measure improvements in community knowledge. The health promotion activity was attended by 20 participants. The average pretest score of the 20 health promotion participants was 67.5%, and the average posttest score was 98.125%. There was an increase in public knowledge about ORS and zinc, so it is hoped that the community will use ORS and zinc tablets appropriately and safely.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIBIOFILM FRAKSI AIR DAUN KRATOM (MITRAGYNA SPECIOSA) Mahdi, Lukman
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i1.2269

Abstract

Inadequate infection management poses a significant risk of complications, further exacerbated by biofilm-associated infections that lead to therapeutic failure and recurrence. Consequently, the development of novel antibacterial-antibiofilm agents is critical. Natural products offer substantial potential due to their diverse active compounds, notably Kratom leaves (Mitragyna speciosa), which have a long-standing history in traditional medicine. This study aims to evaluate the antibacterial and antibiofilm potential of the aqueous fraction of M. speciosa against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The methodology involved ethanol extraction of the leaf powder, followed by sequential fractionation to isolate the aqueous fraction. Antibacterial activity was assessed using the disk diffusion method, while antibiofilm efficacy was determined via the microbroth dilution method. Results indicated that aqueous fraction of M. speciosa inhibited the growth of S. aureus and E. coli, at concentrations of 5–25%. Antibiofilm assays revealed that the inhibitory effects of aqueous fraction of M. speciosa were dose-dependent. The aqueous fraction of M. speciosa at 1% concentration demonstrated effective inhibition across all three biofilm phases of S. aureus. Conversely, for E. coli, the maximum inhibitory effect was observed exclusively during the eradication phase. These findings confirm that the aqueous fraction of M. speciosa holds strategic potential for development as a natural antibacterial-antibiofilm agent.
Peningkatan Produktivitas Hortikultura Melalui Pembuatan dan Aplikasi Bioaktivator Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki Setiawan, Deni; Hadi, Samsul; Wathan, Nashrul; Mardiati, Nurul; Mahdi, Nur; Mahdi, Lukman; Aulia, Hilma; Sofa, Maida; Ulfah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.378

Abstract

Sektor hortikultura berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun produktivitasnya masih terhambat oleh penurunan kualitas tanah, biaya pupuk yang tinggi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Kelompok (KWT) Sri Rejeki yang berada di Kota Banjarbaru menghadapi kendala serupa karena masih bergantung pada pupuk anorganik sehingga pendapatan bersih dapat berkurang hingga 20% karena peningkatan harga pupuk. Novelty program ini terletak pada pengembangan bioaktivator berbahan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan KWT Sri Rejeki serta integrasi pelatihan teori dan praktik, mulai dari pembuatan dan fermentasi hingga penerapan langsung bioaktivator pada lahan hortikultura anggota KWT. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan serta aplikasi bioaktivator berbahan dasar limbah sayuran dan empon-empon. Kegiatan berlangsung pada 11 Juni–13 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 20 orang anggota KWT. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, koordinasi, persiapan, pelaksanaan praktik, serta pelaksanaan pre-test, post-test, dan observasi lapangan. Hasil kegiatan meningkatkan pengetahuan peserta dari nilai awal 45% menjadi 82%, serta keterampilan 85% peserta dalam memproduksi bioaktivator cair secara mandiri. Aplikasi bioaktivator terbukti memperbaiki tekstur lahan, mendorong pertumbuhan tanaman, dan meminimalisir ketergantungan pada pupuk kimia. Program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas petani terhadap teknologi bioaktivator, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik.
Edukasi Berbasis Video Animasi untuk Meningkatkan Ketepatan Penggunaan Suppositoria di Pelayanan Primer Maharani, Ni Ayu; Syarifuddin, Nur Indriyani; Setiawan, Deni; Mahdi, Nur; Hadi, Samsul; Mahdi, Lukman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18044

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk pada penggunaan suppositoria yang masih sering salah dalam penggunaannya oleh pasien. Kurangnya pemahaman mengenai teknik penggunaan dan penyimpanan suppositoria dapat menurunkan efektivitas terapi serta menimbulkan ketidaknyamanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketepatan penggunaan suppositoria melalui edukasi menggunakan video animasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan sasaran pasien dan atau keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan secara individu melalui pendekatan tatap muka yang didukung oleh video animasi edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang terdiri dari lima soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukatif, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 26 menjadi 98 pada nilai postest dan 90% responden memperoleh skor maksimal. Selain itu, responden menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi melalui video animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait penggunaan suppositoria. Media edukasi ini berpotensi untuk digunakan secara berkelanjutan sebagai sarana promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Video Animasi, Suppositoria, Penggunaan Obat Abstrakrasional, Puskesmas Onal drug use constitutes a crucial aspect of healthcare services, including the administration of suppositories, which are still frequently misused by patients. Inadequate understanding of proper techniques for the use and storage of suppositories may reduce therapeutic effectiveness and cause discomfort. This community service activity aimed to improve knowledge and the accuracy of suppository use through educational interventions utilizing animated videos. The program was conducted at the Inpatient Public Health Center Cempaka, Banjarbaru City, South Kalimantan, targeting patients and/or their family members visiting the health center. The method employed was individual health promotion through a face-to-face approach supported by an educational animated video. Evaluation was carried out using a pretest and posttest consisting of five multiple-choice questions to measure the participants’ improvement in knowledge. The results demonstrated a significant increase in knowledge following the educational intervention, with the mean pretest score improving from 26 to 98 in the posttest, and 90% of respondents achieving the maximum score. In addition, respondents showed active participation during the discussion and question-and-answer sessions. In conclusion, education delivered through animated videos was effective in enhancing understanding and knowledge regarding the proper use of suppositories. This educational medium has strong potential for sustainable implementation as a health promotion tool in primary healthcare facilities.