Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Hemodialysis Duration as a Determining Factor of Quality of Life in Patients with Chronic Kidney Disease : A Cross-Sectional Study at Regional General Hospital, Bandung Regency, 2024 Kusmiran, Eny; Tentry Fuji Purwanti; Hani Hanafiah
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i2.953

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a progressive global health problem, with hemodialysis serving as a vital life-sustaining therapy. The therapy duration potentially impacts patients’ quality of life due to physical, psychological, and social challenges. Purpose: This study aimed to investigate the relationship between the duration of hemodialysis and quality of life among CKD patients at Regional General Hospital, Bandung Regency, Indonesia. Methods: A cross-sectional correlational design was employed in May 2024 involving 80 CKD patients undergoing hemodialysis, recruited by accidental sampling. Duration of hemodialysis was obtained from medical records, while quality of life was measured using the validated Kidney Disease Quality of Life Short Form (KDQOL-SF36). Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test, with significance set at α = 0.05. Results: The mean age of participants was 46.3 ± 8.9 years; 56.3% were male. Patients undergoing hemodialysis for more than 24 months constituted 45.0% of the sample. Quality of life was reported as good by 57.5% of respondents, moderate by 30.0%, and poor by 12.5%. A significant association was found between hemodialysis duration and quality of life (p < 0.001), with longer treatment durations correlating with better quality of life 86.1% of patients treated over 24 months reported good quality of life compared to 35.5% in those treated under 12 months. Conclusion: Longer duration of hemodialysis is significantly associated with improved quality of life among CKD patients, potentially reflecting enhanced coping and adaptation mechanisms. These findings highlight the necessity for holistic nursing care programs tailored to treatment duration to optimize patient outcomes.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terapi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Penelitian Tentry Fuji Purwanti; M Iqbal Sutisna; Nur Faida Rahmi; Risha Tri Ananda; Farissa Dwi Agustin; Hana Isniasa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5470

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥130 mmHg atau diastolik ≥80 mmHg yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensinya terus meningkat. Masyarakat di desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat dengan riwayat hipertensi masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai terapi relaksasi nafas sebagai terapi nonfarmakologi untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Edukasi kesehatan yang diterima masyarakat belum sepenuh nya optimal, sehingga teknik relaksasi napas dalam belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dengan hipertensi mengenai relaksasi nafas dalam sebagai salah satu strategi pengelolaan hipertensi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi relaksasi napas dalam, yang melibatkan 20 peserta dengan riwayat hipertensi. Peserta diberikan penjelasan mengenai konsep relaksasi nafas dalam dan didampingin untuk mempraktikkan teknik secara langsung. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab , serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi dan penurunan tekanan darah. Dengan demikian, penyuluhan yang disertai demonstrasi relakasi napas dalam memberikan kontribusi positif dalam pengendalian hipertensi nonfarmaklogi.
Aplikasi Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipertensi dengan Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam di Desa Cihanjuang Rahayu Bandung Barat : Nursing Care Application for Hypertensive Patients with the Application of Deep Breathing Relaxation Techniques in Cihanjuang Rahayu Village, West Bandung Tentry Fuji Purwanti; M. Iqbal Sutisna; Lasnawati, Pepi; Aa Ridwan Ajis M; Nazwa Kamila Hasan; Riki Risdianto; Shakira Najwa Zahra; Siti Nurfauziah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.289

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai penyakit silent killer karena sering tanpa gejala spesifik. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam dapat diterapkan sebagai pengendalian tekanan darah di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan  pengetahuan dan kemampuan melakukan latihan relaksasi napas dalam pada pasien hipertensi.Metode menggunakan studi kasus deskriptif kualitatif pada Tn. B (58 tahun) di Desa Cihanjuang Rahayu, Bandung Barat, selama 3 hari (20-23 Desember 2025), mencakup pengkajian, diagnosis, implementasi (edukasi, demonstrasi, latihan 10-15 menit/hari), dan evaluasi melalui observasi, wawancara, serta pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg menjadi 150/80 mmHg, disertai pengurangan keluhan subjektif (sakit kepala, tengkuk berat, kelelahan), peningkatan pengetahuan, dan kemandirian pasien dalam teknik relaksasi. Kesimpulan, intervensi teknik relaksasi napas berperan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan pengelolaan hipertensi nonfarmakologis pada pasien di komunitas
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Manuver Brandt-Daroff terhadap Pencegahan Kekambuhan Vertigo: Case Study: The Effect of Brandt-Daroff Maneuver Therapy on the Prevention of Vertigo Recurrence Tentry Fuji Purwanti; M. Iqbal Sutisna; Al-fathir, Muhammad Ghibran; Wati Nurmaulida, Risma; Septiani Putri , Nabila; Nur Sifadilah, Neng Dila; Renaldi Kurnia Pratama; Aprilia, Riana
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.304

Abstract

Latar Belakang: Vertigo didefinisikan sebagai suatu gejala berupa sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar bergerak atau berputar, yang umumnya disertai mual dan gangguan keseimbangan tubuh. Berdasarkan klasifikasinya, kasus vertigo perifer lebih banyak ditemukan, dengan persentase sekitar 75%, dibandingkan vertigo sentral. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus berupa pemberian asuhan keperawatan dengan terapi Brandt-Daroff terhadap nyeri akut (pusing berputar) pada pasien vertigo. Tn.H berusia 73 tahun dengan keluhan utama pusing berputar saat perubahan posisi kepala rasa tidak seimbang. Intervensi utama yang diberikan adalah terapi Brandt-Daroff sebagai bagian dari manajeman nyeri, pencegahan cedera, peningkatan toleransi aktivitas, dan dukungan tidur. Hasil: Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intesitas nyeri akut (pusing berputar), peningkatan kemampuan aktivitas secara bertahap, berkurangnya risiko jatuh, serta perbaikan pola tidur pasien. Kesimpulan: Penerapan terapi Brandt-Daroff secara teratur dan mandiri dapat membantu adaptasi sistem vesribular serta berperan dalam mengurangi gejala vertigo pasien.