Perempuan merupakan pilar pembangunan yang krusial, namun implementasinya sering terkendala terutama dalam pemanfaatan potensi ekonomi. Program Inkubator Tenun Pagatan ini bertujuan memberdayakan komunitas perempuan penenun di Kabupaten Tanah Bumbu melalui pendekatan ekonomi kreatif. Tenun Pagatan sebagai warisan budaya dan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan, permasalahan yang terjadi pada pengelolaan tenun minimnya akses pelatihan manajemen usaha, inovasi produk, dan terbatasnya jangkauan pasar. Metode pengabdian dilakukan selama 7 bulan di Desa Manurung, Kecamatan Kusan Tengah, melalui tahapan Identifikasi Awal, Sosialisasi, Pelatihan Peningkatan Kapasitas (Analisis SWOT, Desain Inovasi, Manajemen Usaha), dan Digitalisasi Usaha. Tujuan spesifiknya meliputi pembentukan Inkubator Usaha, peningkatan kemandirian, regenerasi perajin (membentuk Kelompok Tenun Muda Majang Kaluku), dan perluasan jangkauan pasar melalui digitalisasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas penenun Kelompok SABUMI, ditandai dengan penguasaan manajemen usaha, perolehan NIB (Nomor Induk Berusaha), dan kreasi produk turunan inovatif. Program ini berhasil mengatasi tantangan pemasaran dengan mengimplementasikan pemasaran online melalui marketplace (Shopee). Dampak signifikan yang dicapai adalah penguatan posisi perempuan sebagai aktor ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan perajin, memastikan Tenun Pagatan menjadi aset budaya sekaligus sumber ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan. Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan, Ekonomi Kreatif, Tenun Pagatan, Digitalisasi, Inkubator Usaha