Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prophetic-based education: Enhancing self-regulated learning in digital era through patience values Zarkasyi, Azmi; Fadhilah, Linda Dinil; Maulaya, Rosendah Dwi; Mahmudi, Ihwan; Tsabitah, Nurikha Aliefina
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21431

Abstract

The digital era presents major challenges for students in developing Self-Regulated Learning (SRL), particularly due to digital distractions, an instant gratification culture, and weak self-control. This article aims to conceptually explore how the internalization of the value of patience (ṣabr) within the framework of prophetic education can strengthen students’ SRL abilities. Using a library research method, this study examines literature related to SRL, the Islamic concept of patience, and the prophetic education approach. The results of the study show that prophetic education is the basis that the value of patience has a role in building SRL. The first hadith is related to the value of patience that will bring victory, relevant to goal setting and a gradual learning process. The second hadith, patience is afflicted with difficulties and fatigue will erase sins, relevant to instilling values to always strive to evaluate every learning process even though it is difficult. The third hadith is about the value of patience to control anger, relevant to maintaining internal motivation in learning so that it is not easy to give up when facing difficulties and obstacles. So, students need patience to be able to regulate the difficult learning process. Therefore, strengthening SRL requires not only cognitive strategies but also value-based approaches that address the affective and spiritual dimensions of learners. This article offers a conceptual contribution to the development of an integrative Islamic education model that responds to the challenges of the digital age through a prophetic, value-oriented approach centered on patience. Abstrak Era digital menghadirkan tantangan besar bagi siswa dalam mengembangkan Self-Regulated Learning (SRL), terutama akibat distraksi digital, budaya instan, dan lemahnya pengendalian diri. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual bagaimana internalisasi nilai sabar dalam kerangka pendidikan profetik dapat memperkuat kemampuan SRL siswa. Menggunakan metode penelitian kepustakaan, kajian ini menelaah literatur tentang konsep SRL, sabar dalam perspektif Islam, dan pendekatan pendidikan profetik. Hasil kajian menunjukkan pendidikan profetik menjadi dasar bahwa nilai sabar mempunyai peran untuk membangun SRL. Hadist pertama berkaitan dengan nilai sabar yang akan membawa kemenangan, relevan dengan penetapan tujuan dan proses pembelajaran yang bertahap. Hadist kedua, sabar ditimpa kesulitan dan kelelahan akan menghapus dosa, relevan dengan penanaman nilai untuk selalu berikhtiar mengevaluasi setiap proses belajar meskipun hal tersebut sulit. Hadist ketiga, adalah tentang nilai sabar dapat mengendalikan amarah, relevan dengan menjaga motivasi internal dalam belajar agar tidak mudah putus asa apabila menghadapi kesulitan dan hambatan. Sehingga siswa perlu nilai sabar untuk dapat meregulasi proses belajar yang sulit. Dengan demikian, penguatan SRL perlu dilakukan tidak hanya dengan strategi kognitif, tetapi juga melalui pendekatan nilai yang menyentuh aspek afektif dan spiritual peserta didik. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan model pendidikan Islam yang integratif, yang menjawab tantangan era digital dengan pendekatan profetik berbasis nilai sabar.
Penguatan Spiritual Quotient (SQ) Dalam Meningkatkan Etos Kerja Karyawan DDC (Darussalam Distributor Centre) Fadhilah, Linda Dinil; Ashari, Riza; Alamin, Nurul Salis; Syarifah; Tsabitah , Nurikha Aliefina; Hasanah , Nia
Gotong Royong Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i1.279

Abstract

Penguatan Spiritual Quotient (SQ) menjadi kebutuhan strategis dalam membangun etos kerja profesional yang berlandaskan nilai moral dan spiritual di tengah tantangan dunia kerja modern. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam memperkuat SQ karyawan melalui pendekatan partisipatif dan reflektif. Program dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap pemetaan kebutuhan, analisis reflektif, pelatihan interaktif, serta evaluasi berbasis angket. Materi penguatan mencakup internalisasi nilai tauhid, keikhlasan, refleksi amal, dan pemaknaan kerja sebagai amanah serta ibadah. Hasil evaluasi terhadap seluruh karyawan DDC menunjukkan rata-rata skor SQ sebesar 36,92 dari skor maksimum 55 dengan indeks capaian 67,1%, yang mengindikasikan tingkat pemahaman berada pada kategori cukup baik. Refleksi spiritual selama kegiatan memperlihatkan peningkatan kesadaran peserta dalam mengintegrasikan nilai etika dan tanggung jawab profesional ke dalam praktik kerja sehari-hari. Meskipun demikian, variasi skor menunjukkan perlunya pendampingan lanjutan untuk pemerataan internalisasi nilai. Secara keseluruhan, program penguatan SQ berkontribusi dalam membentuk budaya kerja yang produktif, bermakna, dan berorientasi spiritual, sehingga menjadi fondasi penting bagi pengembangan karakter pekerja yang adaptif dan berintegritas di era modern.