Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prinsip Al-'Adl dan Musyawarah Dalam Supervisi Akademik: Analisis di Pondok Modern Darussalam Gontor Nawawi, Riswandha Ipnu; Astuti, Vera; Subandi, Subandi; Dermawan, Oki
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 17 No 2 (2025): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v17i2.4234

Abstract

Effective academic supervision focuses not only on the technical-pedagogical aspects, but also on the values ​​and ethics of the process. This study aims to analyze the practice of academic supervision at the Darussalam Gontor Modern Islamic Boarding School through the lens of two fundamental Islamic principles: Al-'Adl and Musyawarah. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with supervisors and supervised teachers, and documentation studies. The research findings indicate that the Al-'Adl principle is manifested in the form of: (1) objectivity in assessment based on clear and transparent criteria; (2) equal treatment regardless of teacher background; and (3) providing proportional and balanced feedback between strengths and areas of improvement. Meanwhile, the Musyawarah principle is implemented through: (1) a dialogic supervision process, where teachers are given space to express their opinions and difficulties; (2) collective discussion of teaching improvement solutions; and (3) final decision-making that takes into account input from the teachers concerned. This study concludes that the integration of Al-'Adl and Musyawarah values ​​in academic supervision creates an environment that emphasizes not only control, but also development (tarbiyah), empowerment, and trust.
Krisis Pembentukan Sumber Daya Manusia Berbasis Konsep Maslahah: Mengatasi Kesenjangan Kualitas di Era Digital Nawawi, Riswandha Ipnu; Apriyadi, Ridho; Romlah; Wakhid, Ali Abdul
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1651

Abstract

The world of Islamic boarding schools currently faces a major challenge in aligning traditional values ​​with the demands of global competence. This journal analyzes the crisis of human resource formation in Islamic boarding schools that causes a gap in the quality of graduates in the digital era. Using the Maslahah framework, this study explores how Islamic boarding schools can transform without losing their identity. This study aims to formulate a Human Resource Crisis Based on the Maslahah Concept as an effective strategy in maintaining the welfare of the public and educational institutions. Through literature studies and qualitative analysis of cases of human resource crises in the quality gap in the digital era, this model proposes five pillars of communication in maslahah: Speed ​​and Informative Honesty (Hifz al-'Aql), Decisions that Guarantee the Safety of Life (Hifz al-Nafs), Fair and Transparent Resource Allocation (Hifz al-Mal), Strengthening Solidarity and Public Morality (Hifz al-Din and Hifz al-Nasab), and Restoring Long-Term Welfare. The results of the study indicate that the integration of digital literacy based on Maqasid al-Shariah is a strategic solution to close this quality gap, so that Islamic boarding school graduates are able to become agents of change that are relevant to the needs of the times while still upholding the principle of the welfare of the people.
Manajemen Kerja Sama dalam Mewujudkan Santri Berdikari di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 dan di Pondok Pesantren Ushuluddin Kalianda Nawawi, Riswandha Ipnu; Hadiati, Eti; Junaidah, Junaidah
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 7, No 2 (2026): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v7i2.29465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kerjasama dalam mewujudkan santri berdikari di pondok modern darussalam gontor kampus 7 dan pondok pesantren ushuluddin kalianda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Manajemen Kerja sama dalam Mewujudkan Santri Berdikari di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 dan Pondok Pesantren Ushuluddin Kalianda, dapat disimpulkan bahwa manajemen kerjasama di kedua pesantren dilaksanakan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan pesantren, bukan sekadar hubungan administratif atau kemitraan kelembagaan. Kerjasama dirancang, dikelola, dan dikembangkan dengan orientasi utama pada pembentukan santri berdikari secara sikap, sosial, dan ekonomi. Perencanaan kerjasama di kedua pesantren disusun berdasarkan visi dan tujuan pendidikan pesantren, dengan penekanan pada nilai kemandirian santri. Hasil penelitian di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 dan Pondok Pesantren Ushuluddin Kalianda, dapat disimpulkan bahwa manajemen kerjasama di kedua pesantren telah berjalan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi yang selaras dengan visi pendidikan dan berorientasi pada pembentukan kemandirian santri. Gontor Kampus 7 menunjukkan pola manajemen yang lebih sistematis, terstruktur, dan terintegrasi dengan tradisi kelembagaan, sedangkan Ushuluddin Kalianda menerapkan pola yang lebih sederhana, fleksibel, dan kontekstual sesuai kebutuhan lingkungan. Meskipun berbeda dalam pendekatan dan tingkat kompleksitas, keduanya memiliki kesamaan orientasi, yaitu menjadikan kerjasama sebagai sarana pendidikan berbasis nilai ta‘awun yang tidak menimbulkan ketergantungan, melainkan memperkuat pembinaan tanggung jawab, pengalaman belajar langsung, serta refleksi berkelanjutan dalam membentuk santri yang berdikari.Kata kunci: Manajemen Kerjasama, Kemandirian Santri, Pendidikan Pesantren, , Pengembangan Karakter.