Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kerjasama dalam mewujudkan santri berdikari di pondok modern darussalam gontor kampus 7 dan pondok pesantren ushuluddin kalianda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Manajemen Kerja sama dalam Mewujudkan Santri Berdikari di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 dan Pondok Pesantren Ushuluddin Kalianda, dapat disimpulkan bahwa manajemen kerjasama di kedua pesantren dilaksanakan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan pesantren, bukan sekadar hubungan administratif atau kemitraan kelembagaan. Kerjasama dirancang, dikelola, dan dikembangkan dengan orientasi utama pada pembentukan santri berdikari secara sikap, sosial, dan ekonomi. Perencanaan kerjasama di kedua pesantren disusun berdasarkan visi dan tujuan pendidikan pesantren, dengan penekanan pada nilai kemandirian santri. Hasil penelitian di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7 dan Pondok Pesantren Ushuluddin Kalianda, dapat disimpulkan bahwa manajemen kerjasama di kedua pesantren telah berjalan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi yang selaras dengan visi pendidikan dan berorientasi pada pembentukan kemandirian santri. Gontor Kampus 7 menunjukkan pola manajemen yang lebih sistematis, terstruktur, dan terintegrasi dengan tradisi kelembagaan, sedangkan Ushuluddin Kalianda menerapkan pola yang lebih sederhana, fleksibel, dan kontekstual sesuai kebutuhan lingkungan. Meskipun berbeda dalam pendekatan dan tingkat kompleksitas, keduanya memiliki kesamaan orientasi, yaitu menjadikan kerjasama sebagai sarana pendidikan berbasis nilai ta‘awun yang tidak menimbulkan ketergantungan, melainkan memperkuat pembinaan tanggung jawab, pengalaman belajar langsung, serta refleksi berkelanjutan dalam membentuk santri yang berdikari.Kata kunci: Manajemen Kerjasama, Kemandirian Santri, Pendidikan Pesantren, , Pengembangan Karakter.