Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGABDIAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN CAPAIAN ANGKA SKRINING RISIKO STROKE DI PUSKESMAS MANYAR, KABUPATEN GRESIK Gunawan, Felix Tedjo; Intan, Angela Merici; Simanjuntak, Angeline Rivia; Willy, Gerald Ade; Rahayu, Kadek Pratystanti; Tjiandra, Cainely Vionaldyo; Sari, Angelina Yuvista; Lembang, Vany; Tendean, Michelle Angeline; Sari, Aprilia Permata; Santoso, Jonathan Ivan; Dewangker, Audrey Jesie Valencia; Ivana, Stefani Beatrice Ardine; Angeline, Jessica; Liah, Joshua Ngo; Sincihu, Yudhiakuari; Wijono, Steven; Dewi, Dewa Ayu Liona; Puspitasari, Dyan Eka
ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Identifikasi dan pengendalian faktor risiko melalui skrining dini menjadi strategi penting dalam pencegahan stroke, khususnya pada penderita hipertensi dan diabetes melitus. Namun, capaian angka skrining risiko stroke di Puskesmas Manyar, Kabupaten Gresik, masih belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan sebagai upaya mendukung peningkatan capaian skrining risiko stroke. Metode yang digunakan meliputi pembekalan kader kesehatan melalui penyuluhan, pemberian media edukasi (leaflet dan video), serta sosialisasi website SRIKANDI (Skrining Risiko Stroke Mandiri). Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test yang dianalisis secara statistik. Sebanyak 45 kader kesehatan (97,8% dari target) mengikuti kegiatan ini, seluruhnya berjenis kelamin perempuan dengan mayoritas berada pada usia produktif. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rerata nilai pengetahuan kader dari 86,00 menjadi 94,89, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai stroke dan pentingnya skrining risiko stroke. Diharapkan kader kesehatan dapat berperan sebagai perpanjangan tangan Puskesmas dalam mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk melakukan skrining risiko stroke secara berkelanjutan.
UNRAVELING THE KNOT: DISTINGUISHING HOMICIDE FROM SUICIDE IN LIGATURE NECK CASES Purwanti, Tutik; Morina, Shella; Gilberta, Caecilia Clarissa; Tanto, Stefen Kristian; Hartono, Jennifer Meredith; Angeline, Jessica; Pramudyo, Laurensius Raka Dewantara; Mawi, Loysa Maria Melitry
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v12i1.7870

Abstract

Suicide remains a major public health concern worldwide, with hanging being the most common method of self-inflicted death, particularly among adolescents and young adults. In Indonesia, similar patterns are observed among youth, driven by psychosocial stressors, academic pressure, and untreated psychiatric disorders. This case report presents a hanging incident involving a 20-year-old female found suspended by a scarf in her dormitory room, and emphasizes the medicolegal standpoint required to distinguish suicidal hanging from homicidal strangulation. Findings included full suspension from a door frame using a single-looped scarf with a square knot positioned at the high posterior neck, an oblique, non-continuous ligature mark, pale conjunctiva and lip mucosa, cyanosis of the lips and nail beds, livor mortis and rigor mortis consistent with suspension, and absence of defensive injuries. Internal examination and toxicological analysis were not conducted. The external examination findings strongly support ante-mortem hanging as the mechanism of death due to asphyxia from neck compression, with the manner of death most consistent with suicide. The presence of prior self-harm scars and the absence of features suggestive for homicidal strangulation further support this interpretation. This case illustrates a typical presentation of high-point full-suspension suicidal hanging. However, the absence of internal examination limits definitive confirmation of the cause of death. Accurate medicolegal standpoint requires a scene investigation, external and internal examinations, and toxicological analysis, to reliably distinguish suicide from homicide and accidental hanging.