Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND COMMUNITY ACTIONS REGARDING MALARIA INCIDENCE AMONG RESIDENTS LIVING IN KOYA TIMUR SUBDISTRICT, PAPUA PROVINCE Lembang, Vany; Muliono, Ari Christy; Prabantoro, Benedictus Triagung Ruddy
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v11i1.7503

Abstract

Based on data from the Ministry of Health, malaria cases in Indonesia have decreased; however, there are still three provinces that have not been eliminated, namely Papua, West Papua, and Maluku. The reported cases of malaria in Koya Timur Subdistrict amount to a total of 167 cases. Knowledge and community actions have an influence on malaria incidence, making it crucial to enhance the public’s understanding of the causes of malaria. The objective of this study was to ascertain the relationship between knowledge and community actions regarding malaria incidence among residents of Koya Timur Subdistrict, Papua Province. The research methodology employed was an analytical observational method with a cross-sectional research design the sampling, based on respondents meeting inclusion criteria. The research instruments included a questionnaire and a checklist. The data analysis was conducted using the Spearman test. The research findings showed that of the 61 respondents who completed the questionnaire, 54.1% were male and 45.9% were female. The results indicated that 57.4% had adequate knowledge about malaria, and 65.6% practiced adequate malaria prevention measures. The correlation analysis showed a significant p-value of 0.014 with a correlation coefficient (r) of 0.313. It can be concluded that there is a relationship between community knowledge and actions related to the incidence of malaria among residents in Koya Timur Subdistrict, Papua Province.
PENGABDIAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN CAPAIAN ANGKA SKRINING RISIKO STROKE DI PUSKESMAS MANYAR, KABUPATEN GRESIK Gunawan, Felix Tedjo; Intan, Angela Merici; Simanjuntak, Angeline Rivia; Willy, Gerald Ade; Rahayu, Kadek Pratystanti; Tjiandra, Cainely Vionaldyo; Sari, Angelina Yuvista; Lembang, Vany; Tendean, Michelle Angeline; Sari, Aprilia Permata; Santoso, Jonathan Ivan; Dewangker, Audrey Jesie Valencia; Ivana, Stefani Beatrice Ardine; Angeline, Jessica; Liah, Joshua Ngo; Sincihu, Yudhiakuari; Wijono, Steven; Dewi, Dewa Ayu Liona; Puspitasari, Dyan Eka
ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Identifikasi dan pengendalian faktor risiko melalui skrining dini menjadi strategi penting dalam pencegahan stroke, khususnya pada penderita hipertensi dan diabetes melitus. Namun, capaian angka skrining risiko stroke di Puskesmas Manyar, Kabupaten Gresik, masih belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan sebagai upaya mendukung peningkatan capaian skrining risiko stroke. Metode yang digunakan meliputi pembekalan kader kesehatan melalui penyuluhan, pemberian media edukasi (leaflet dan video), serta sosialisasi website SRIKANDI (Skrining Risiko Stroke Mandiri). Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test yang dianalisis secara statistik. Sebanyak 45 kader kesehatan (97,8% dari target) mengikuti kegiatan ini, seluruhnya berjenis kelamin perempuan dengan mayoritas berada pada usia produktif. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rerata nilai pengetahuan kader dari 86,00 menjadi 94,89, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai stroke dan pentingnya skrining risiko stroke. Diharapkan kader kesehatan dapat berperan sebagai perpanjangan tangan Puskesmas dalam mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk melakukan skrining risiko stroke secara berkelanjutan.