Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PARTIKEL MIKROPLASTIK DALAM DARAH TERHADAP KADAR INDEKS SERUM PENILAIAN FUNGSI GINJAL Simanjuntak, Angeline Rivia; Sincihu, Yudhiakuari; Parengkuan, Irene Lingkan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23956

Abstract

Baru-baru ini beberapa hasil penelitian menduga mikroplastik sebagai salah satu faktor risiko terjadinya gangguan ginjal. Mikroplastik merupakan fragmen hasil degradasi plastik yang berukuran lebih besar. Di dalam tubuh, mikroplastik akan terdistribusi ke seluruh tubuh sehingga memungkinkannya terakumulasi di suatu organ. Akumulasi mikroplastik dapat memicu terjadinya stres oksidatif, sitotoksitas, dan inflamasi yang berujung pada terganggunya fungsi suatu organ. Serum albumin, serum kreatinin, dan blood urea nitrogen merupakan biomarker yang masih rutin digunakan untuk menilai fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh partikel mikroplastik dalam darah terhadap kadar serum albumin, serum kreatinin dan blood urea nitrogen pada Rattus norvegicus Strain Wistar. Penelitian ini membagi 30 ekor Rattus norvegicus Strain Wistar ke dalam 1 kelompok kontrol dan 5 kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diberikan paparan mikroplastik peroral dengan dosis berbeda mulai dari 0,0375 mg/hari; 0,075 mg/hari; 0,15 mg/hari; 0,3 mg/hari; dan 0,6 mg/hari selama 90 hari. Hasil uji analisis data secara statistika menunjukkan adanya keterdugaan korelasi atau pengaruh partikel mikroplastik dalam darah terhadap kadar serum albumin (P = 0,009; R = -0,466) dan blood urea nitrogen (P = 0,010; R = 0,460), serta tidak adanya korelasi atau pengaruh partikel mikroplastik dalam darah terhadap kadar serum kreatinin (P = 0,418). Dapat disimpulkan bahwa pemberian paparan mikroplastik peroral selama 90 hari pada Rattus norvegicus Strain Wistar diduga dapat menyebabkan penurunan kadar serum albumin dan peningkatan blood urea nitrogen. Sedangkan kadar serum kreatinin didapatkan hasil yang hampir sama antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
PENGABDIAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN CAPAIAN ANGKA SKRINING RISIKO STROKE DI PUSKESMAS MANYAR, KABUPATEN GRESIK Gunawan, Felix Tedjo; Intan, Angela Merici; Simanjuntak, Angeline Rivia; Willy, Gerald Ade; Rahayu, Kadek Pratystanti; Tjiandra, Cainely Vionaldyo; Sari, Angelina Yuvista; Lembang, Vany; Tendean, Michelle Angeline; Sari, Aprilia Permata; Santoso, Jonathan Ivan; Dewangker, Audrey Jesie Valencia; Ivana, Stefani Beatrice Ardine; Angeline, Jessica; Liah, Joshua Ngo; Sincihu, Yudhiakuari; Wijono, Steven; Dewi, Dewa Ayu Liona; Puspitasari, Dyan Eka
ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Identifikasi dan pengendalian faktor risiko melalui skrining dini menjadi strategi penting dalam pencegahan stroke, khususnya pada penderita hipertensi dan diabetes melitus. Namun, capaian angka skrining risiko stroke di Puskesmas Manyar, Kabupaten Gresik, masih belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan sebagai upaya mendukung peningkatan capaian skrining risiko stroke. Metode yang digunakan meliputi pembekalan kader kesehatan melalui penyuluhan, pemberian media edukasi (leaflet dan video), serta sosialisasi website SRIKANDI (Skrining Risiko Stroke Mandiri). Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test yang dianalisis secara statistik. Sebanyak 45 kader kesehatan (97,8% dari target) mengikuti kegiatan ini, seluruhnya berjenis kelamin perempuan dengan mayoritas berada pada usia produktif. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rerata nilai pengetahuan kader dari 86,00 menjadi 94,89, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai stroke dan pentingnya skrining risiko stroke. Diharapkan kader kesehatan dapat berperan sebagai perpanjangan tangan Puskesmas dalam mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk melakukan skrining risiko stroke secara berkelanjutan.