Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL MELALUI PELATIHAN SABLON UNTUK ODMK DI KOMUNITAS GRIYA SCHIZOFREN, SURAKARTA Triana Rahmawati; Ahmad Zuber; Theofilus Apolinaris Suryadinata; Aris Arif Mundayat; Rezza Dian Akbar; Fitri Ayu Handayani; Effieta Alfi Wulandari
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to improve social interaction of People with Mental Health Problems (ODMK) through sublimation screen printing training at the Griya Schizofren Community, Surakarta. Negative stigma towards ODMK causes social isolation and limited access to productive economy. The method used is participatory training with an inclusive approach involving 20 residents of Griya PMI. The results showed a significant increase in participants' social interactions, with more than 50% of residents showing improvements in communication and self-confidence. Participants were able to produce merchandise such as mugs, shirts, and tote bags marketed through the Solvenesia brand. This activity also succeeded in unraveling stigma through social media campaigns and collaboration with various parties. This program contributes to the achievement of SDGs points 3 (Good Health and Well-being), 4 (Quality Education), 8 (Decent Work and Economic Growth), and 10 (Reduced Inequalities). Program sustainability is supported by a funding system through dawn donations and happiness contributors.
PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS KOLABORASI ANTARDISIPLIN: LAYANAN SCREENING TELINGA DAN EDUKASI KESEHATAN UNTUK ANAK DISABILITAS SENSORI DI SUKOHARJO Andri Firmansyah; Nurmala Shofiyati; Triana Rahmawati; Fitri Ayu Handayani
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi antardisiplin antara bidang kesehatan (THT) dengan masyarakat dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2025 di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan difokuskan pada dua kelompok sasaran: (1) anak-anak dengan disabilitas sensori (gangguan pendengaran) beserta orang tua mereka, dan (2) masyarakat umum yang mengalami keluhan telinga. Melalui pendekatan sosiologi klinis, kegiatan ini tidakhanya menyediakan layanan medis berupa screening audiometri dan pembersihan telinga, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang stunting, pelecehan seksual, serta pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pemeriksaan klinis, dan pendampingan sosial. Hasil menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat tinggi, dan banyak kasus gangguan pendengaran ringan hingga sedang berhasil diidentifikasi. Pendekatan sosiologi klinis terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif sekaligus mengurangi stigma terhadap disabilitas sensori. Rekomendasi kebijakan mencakup integrasi layanan kesehatan primer dengan pendampingan sosial berbasis komunitas