Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Problem-Based Learning Berbantuan Roda Ekosistem Terhadap Peningkatan Pemahaman Rantai Makanan Siswa Kelas V SD: The Effectiveness of Problem-Based Learning Assisted by the Ecosystem Wheel on Improving the Understanding of Food Chains in Fifth Grade Elementary School Students Elsa Rahmalia Putri; Mila Inayah; Rizky Nurul Muslih; Sahrany Nurmalasari; Verga Delasiana; Yughnita Azmi; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9736

Abstract

Pembelajaran IPA pada materi rantai makanan di sekolah dasar seringkali menghadapi masalah berupa rendahnya pemahaman dan partisipasi siswa dalam pembelajaran akibat dari penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media visual “Roda Ekosistem” dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dan desain penelitian menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan model desain One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilakukan di salah satu SD di Purwakarta pada siswa kelas V. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model PBL berbantuan Roda Ekosistem, sedangkan variabel terikatnya adalah pemahaman siswa yang diukur menggunakan tes dan observasi. Analisis data penelitian dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif, uji Wilcoxon, dan uji korelasi. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif berbentuk pilihann ganda sebanyak 10 butir soal, serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada rata-rata hasil belajar siswa, dari skor 74,44 pada pretest menjadi 85,56 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000, 17 siswa mengalami peningkatan, tidak ada siswa yang mengalami penurunan. Uji korelasi menunjukkan nilai 0,611 (p = 0,001) yang menunjukkan hubungan sedang kuat. Diskusi menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan media Roda Ekosistem membuat siswa terlibat aktif dalam proses identifikasi masalah, diskusi kelompok, dan pemecahan masalah. Media Roda Ekosistem terbukti mempermudah pemahaman abstraksi aliran energi, mengurangi miskonsepsi, dan mendukung siswa pada tahap operasional konkret. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa penerapan PBL berbantuan Roda Ekosistem efektif untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran yang relevan dengan tuntutan keterampilan abad-21.
Tingkat Keberhasilan Produk Makanan Inovatif Mahasiswa Berdasarkan Respon dan Pembelian Pengunjung Bazar: Success Level of Student Innovative Food Products Based on Responses and Purchases from Bazaar Visitors Primanita Sholihah Rosmana; Cantika Sri Agustin; Caroline Rotua; Fathan Tamam; Rizky Nurul Muslih; Sahrany Nurmalasari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan konsumen sebagai dasar penentuan strategi pengembangan produk makanan berbasis buah yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Penelitian ini merupakan pengembangan dari studi sebelumnya yang berfokus pada analisis deskriptif kepuasan konsumen, dengan penajaman pada penentuan prioritas perbaikan produk berdasarkan indikator kepuasan dan minat beli. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik accidental sampling terhadap 20 responden pengunjung bazar kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–4 yang mencakup indikator rasa/kualitas, harga, kemasan, dan minat beli, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pemeringkatan prioritas pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator rasa/kualitas memperoleh nilai kepuasan tertinggi dan menjadi kekuatan utama produk, diikuti oleh harga dan minat beli yang berada pada kategori baik. Sebaliknya, indikator kemasan memiliki nilai kepuasan terendah sehingga menjadi prioritas utama dalam strategi pengembangan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan desain dan fungsionalitas kemasan berpotensi meningkatkan daya tarik produk serta minat beli konsumen. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya dalam merancang produk makanan berbasis buah yang berdaya saing dan berkelanjutan
Eksplorasi Nilai Budaya Kaulinan Barudak Sunda Pada Permainan Oray-Orayan Dalam Pembelajaran Di SD: Exploration of the Cultural Values of Sundanese Barudak in the Oray-Orayan Game in Elementary School Learning Sahrany Nurmalasari; Aida Nurasyipha; Laila Puspita; Rita Nuraeni; Indah Nurmahanani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11048

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya eksistensi kaulinan barudak Sunda akibat perkembangan teknologi digital, sehingga nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional mulai kurang dikenal oleh anak-anak. Salah satu permainan tradisional yang memiliki nilai budaya dan edukatif adalah permainan oray-orayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional oray-orayan serta relevansinya dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai artikel ilmiah dan literatur yang relevan mengenai permainan oray-orayan dan nilai budaya dalam pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dengan mengelompokkan data berdasarkan indikator nilai budaya, yaitu nilai moral, nilai kearifan lokal, dan nilai karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan oray-orayan mengandung nilai moral berupa sikap saling menghargai dan kebersamaan, nilai kearifan lokal berupa pelestarian budaya Sunda melalui bahasa, lagu, dan tradisi permainan, serta nilai karakter berupa kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Selain itu, permainan oray-orayan memiliki potensi sebagai media pembelajaran kontekstual yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar. Dengan demikian, permainan tradisional oray-orayan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sebagai upaya penguatan pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal.
Peran Aktivitas Musik Ritmis Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak ADHD Di Sekolah Dasar: The Role of Rhythmic Music Activities on Gross Motor Development of ADHD Children in Elementary Schools Aida Nurasyipha; Karin Auliani; Lisna Maulia; Sahrany Nurmalasari; Verga Delasiana; Teten Ginanjar Rahayu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aktivitas musik ritmis terhadap perkembangan motorik kasar anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur, melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam rentang waktu terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak ADHD memiliki karakteristik gangguan motorik kasar seperti kesulitan koordinasi gerak, keseimbangan, serta ketidaksesuaian gerakan dengan irama. Aktivitas musik ritmis, seperti gerak dan lagu, senam irama, serta permainan alat musik sederhana, terbukti mampu memberikan stimulasi multisensorik yang efektif dalam meningkatkan koordinasi, keseimbangan, dan kontrol gerak anak. Selain itu, musik ritmis juga berpengaruh terhadap peningkatan fokus perhatian, pengendalian impulsivitas, serta kemampuan sosial anak. Dengan demikian, aktivitas musik ritmis dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran dan intervensi yang efektif dalam mendukung perkembangan motorik kasar anak ADHD di sekolah dasar, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif.