Pembelajaran IPA pada materi rantai makanan di sekolah dasar seringkali menghadapi masalah berupa rendahnya pemahaman dan partisipasi siswa dalam pembelajaran akibat dari penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media visual “Roda Ekosistem” dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dan desain penelitian menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan model desain One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilakukan di salah satu SD di Purwakarta pada siswa kelas V. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model PBL berbantuan Roda Ekosistem, sedangkan variabel terikatnya adalah pemahaman siswa yang diukur menggunakan tes dan observasi. Analisis data penelitian dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif, uji Wilcoxon, dan uji korelasi. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif berbentuk pilihann ganda sebanyak 10 butir soal, serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada rata-rata hasil belajar siswa, dari skor 74,44 pada pretest menjadi 85,56 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000, 17 siswa mengalami peningkatan, tidak ada siswa yang mengalami penurunan. Uji korelasi menunjukkan nilai 0,611 (p = 0,001) yang menunjukkan hubungan sedang kuat. Diskusi menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan media Roda Ekosistem membuat siswa terlibat aktif dalam proses identifikasi masalah, diskusi kelompok, dan pemecahan masalah. Media Roda Ekosistem terbukti mempermudah pemahaman abstraksi aliran energi, mengurangi miskonsepsi, dan mendukung siswa pada tahap operasional konkret. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa penerapan PBL berbantuan Roda Ekosistem efektif untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran yang relevan dengan tuntutan keterampilan abad-21.