Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Keberhasilan Produk Makanan Inovatif Mahasiswa Berdasarkan Respon dan Pembelian Pengunjung Bazar: Success Level of Student Innovative Food Products Based on Responses and Purchases from Bazaar Visitors Primanita Sholihah Rosmana; Syahira Ramadhini; Nita Febri Andini; Aulia Salma Sola; Nurul Candra Imani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9911

Abstract

Mahasiswa sebagai agen perubahan perlu dibekali kemampuan adaptasi dan inovasi, salah satunya melalui pengembangan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberhasilan bazar kewirausahaan mahasiswa secara kuantitatif berdasarkan tingkat kepuasan pengunjung serta faktor-faktor yang memengaruhi penjualan produk makanan inovatif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 51 pengunjung bazar kewirausahaan di Universitas Pendidikan Indonesia yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert 1–4 untuk mengukur persepsi responden terhadap indikator kualitas produk, harga, kemasan, dan minat beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berstatus sebagai mahasiswa sebanyak 74,5% dengan dominasi responden perempuan sebanyak 70,6%. Secara umum, pengunjung memberikan penilaian sangat positif terhadap kualitas rasa produk dan daya tarik kemasan, serta menunjukkan minat yang tinggi untuk melakukan pembelian ulang. Namun, pada indikator keterjangkauan harga terdapat variasi persepsi yang mencerminkan perbedaan daya beli konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa produk makanan inovatif hasil pengembangan mahasiswa memiliki potensi keberlanjutan usaha yang baik, dan kegiatan bazar kewirausahaan efektif sebagai sarana pembelajaran praktis dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan bisnis dan dinamika pasar.
Peningkatan Pemahaman Ipa Pada Materi Siklus Air Menggunakan Metode Game Based Learning: Improving Science Understanding of the Water Cycle Using Game-Based Learning Methods Nadia Luthfiani; Nita Febri Andini; Muhammad Bagas Adisetyo; Nurul Candra Imani; Dillah Kusmawati; Fira Muthia Hanifa; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9912

Abstract

Pembelajaran IPA pada materi siklus air di sekolah dasar masih sering menggunakan metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif dan kesulitan memahami konsep abstrak seperti evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Akibatnya, pemahaman konsep siswa terhadap siklus air tetap rendah meskipun materi ini merupakan kompetensi inti dalam kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Game Based Learning (GBL) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas V sekolah dasar pada materi siklus air. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan pada 40 siswa kelas V di salah satu SDN di Purwakarta, pada tanggal 13 & 20 November 2025. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dengan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, Paired Sample t-Test, dan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara rata-rata skor pretest dan posttest (p = 0,000 < 0,05) dan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,5046 (50,46%) yang termasuk dalam kategori sedang (cukup efektif). Penerapan Game Based Learning terbukti mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman konsep siswa terhadap proses siklus air yang bersifat abstrak melalui pendekatan visual, interaktif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, model Game Based Learning dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya pada materi yang memerlukan visualisasi proses.