Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antara Nilai, Citra Diri dan Sunyi: Tantangan Kesehatan Mental Remaja dari Lensa Psikologi Pendidikan: Between Values, Self-Image, and Silence: Adolescent Mental Health Challenges from the Lens of Educational Psychology Kaila Alif Sagita; Ayu Rahayu Nurhajati; Shela Permatasari Setyawati; Dian Christine; Muhammad Bagas Adisetyo; Nurul Hasna Haifa; Andita Pratiwi; Wina Mustikaati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8360

Abstract

Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas, harga diri, dan kesejahteraan psikologis individu. Kajian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tekanan sosial, citra diri, dan rasa kesepian memengaruhi kondisi kesehatan mental remaja, khususnya dalam konteks pendidikan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode kajian pustaka, penelitian ini menelaah berbagai literatur dan data empiris yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekanan akademik, ekspektasi sosial, dan representasi ideal di media sosial berkontribusi pada munculnya gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan makan di kalangan remaja. Ketidakmampuan sistem pendidikan dalam merespons isu-isu psikososial secara sistematis memperburuk kondisi tersebut. Pendekatan psikologi pendidikan, khususnya teori humanistik, ekologi perkembangan, dan pembelajaran sosial-emosional, dipandang mampu memberikan kontribusi dalam membangun intervensi yang lebih empatik, inklusif, dan kontekstual. Kajian ini merekomendasikan pentingnya reformulasi strategi pendidikan yang memperkuat literasi kesehatan mental, sistem pendampingan psikologis, serta integrasi nilai empati dan refleksi diri dalam proses pembelajaran di sekolah.
Peningkatan Pemahaman Ipa Pada Materi Siklus Air Menggunakan Metode Game Based Learning: Improving Science Understanding of the Water Cycle Using Game-Based Learning Methods Nadia Luthfiani; Nita Febri Andini; Muhammad Bagas Adisetyo; Nurul Candra Imani; Dillah Kusmawati; Fira Muthia Hanifa; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9912

Abstract

Pembelajaran IPA pada materi siklus air di sekolah dasar masih sering menggunakan metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif dan kesulitan memahami konsep abstrak seperti evaporasi, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi. Akibatnya, pemahaman konsep siswa terhadap siklus air tetap rendah meskipun materi ini merupakan kompetensi inti dalam kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Game Based Learning (GBL) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas V sekolah dasar pada materi siklus air. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan pada 40 siswa kelas V di salah satu SDN di Purwakarta, pada tanggal 13 & 20 November 2025. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dengan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, Paired Sample t-Test, dan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara rata-rata skor pretest dan posttest (p = 0,000 < 0,05) dan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,5046 (50,46%) yang termasuk dalam kategori sedang (cukup efektif). Penerapan Game Based Learning terbukti mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman konsep siswa terhadap proses siklus air yang bersifat abstrak melalui pendekatan visual, interaktif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, model Game Based Learning dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya pada materi yang memerlukan visualisasi proses.