Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN KESIAPAN MASA DEPAN REMAJA PANTI ASUHAN ALFATH TAUHID MELALUI LITERASI DAN KETERAMPILAN DIGITAL Syahputra, M.; Anita Citra Yeni; Herman Susilo; Imrah Sari; Ihsan Werleam
Abdi Teknoyasa Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan dan dunia kerja. Generasi muda dituntut untuk memiliki kemampuan literasi dan keterampilan digital agar mampu beradaptasi dan bersaing di era transformasi digital. Namun, remaja yang tinggal di panti asuhan sering kali menghadapi keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi dan kurang mendapatkan bimbingan dalam pemanfaatan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapan masa depan remaja Panti Asuhan Alfath Tauhid Kota Padang melalui program literasi dan pelatihan keterampilan digital.Metode kegiatan mencakup sosialisasi, pelatihan interaktif, serta pendampingan langsung. Materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar teknologi informasi, penggunaan aplikasi produktivitas seperti Microsoft Office dan Canva, dasar keamanan data pribadi, serta pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab dalam berinternet. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner sederhana untuk menilai peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta terhadap penggunaan teknologi digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan digital peserta. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi bagi remaja untuk memanfaatkan teknologi dalam kegiatan belajar dan pengembangan diri. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi positif terhadap peningkatan kesiapan masa depan remaja panti asuhan agar lebih mandiri, kreatif, serta siap menghadapi tantangan di era digital.
Analisis Pola Kunjungan Pasien Berbasis Data Pelayanan Kesehatan Untuk Mendukung Program Promotif Dan Preventif Herman Susilo; Dede Fauzi; Imrah Sari; Muhammad Ihksan
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30805

Abstract

Program promotif dan preventif merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang memerlukan perencanaan berbasis data pelayanan kesehatan. Data kunjungan pasien yang tercatat di puskesmas memiliki potensi besar untuk dianalisis guna mendukung perencanaan program promotif dan preventif yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kunjungan pasien berbasis data pelayanan kesehatan dalam mendukung program promotif dan preventif. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Data yang digunakan merupakan data sekunder kunjungan pasien puskesmas sebanyak 5.216 kunjungan yang diperoleh dari sistem informasi pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, analisis bivariat, analisis multivariat, serta pendekatan pengelompokan data untuk mengidentifikasi pola kunjungan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,6% kunjungan pasien berkaitan dengan penyakit tidak menular dan 63,0% merupakan kunjungan ulang. Analisis multivariat menunjukkan bahwa penyakit tidak menular memiliki peluang kunjungan ulang lebih tinggi dibandingkan kelompok penyakit lainnya (OR=2,31), sedangkan kelompok usia ≥46 tahun juga memiliki risiko kunjungan ulang yang lebih tinggi (OR=1,78). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa analisis pola kunjungan pasien berbasis data pelayanan kesehatan dapat menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan penguatan program promotif dan preventif yang terarah dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.Kata kunci: Analisis pola; Kunjungan pasien; Promotif preventif; Data pelayanan kesehatan
OPTIMALISASI PENGELOMPOKAN PASIEN BERDASARKAN FREKUENSI KUNJUNGAN MENGGUNAKAN METODE K-MEANS DI KLINIK MEDIKA SAINTIKA Herman Susilo; Imrah Sari; Muhammad Ihksan; Dede Fauzi; Nurul Abdillah
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.3039

Abstract

Klinik Medika Saintika menghadapi tantangan dalam pengelolaan data kunjungan pasien yang semakin kompleks. Data kunjungan memiliki potensi strategis dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan metode K-Means dalam mengelompokkan pasien berdasarkan frekuensi kunjungan dan jenis layanan yang diterima, guna merancang layanan yang lebih terarah dan efektif. Menggunakan data frekuensi kunjungan pasien dari Januari hingga Desember 2024, penelitian ini menerapkan algoritma K-Means yang diolah melalui software RapidMiner. Hasil pengelompokan menunjukkan tiga cluster dengan centroid sebagai berikut: Cluster pertama (C1) memiliki centroid pada titik (12.0, 3.0, 0.8), yang menunjukkan bahwa pasien dalam cluster ini sering mengunjungi klinik dan memerlukan layanan pemeriksaan umum atau perawatan gigi. Cluster kedua (C2) memiliki centroid (15.0, 2.0, 1.0), yang menggambarkan pasien dengan kunjungan yang lebih terstruktur dan stabil, serta membutuhkan layanan rutin seperti pemeriksaan ibu hamil atau anak. Cluster ketiga (C3) memiliki centroid (5.0, 2.0, 0.25), yang mencakup pasien dengan kunjungan yang jarang dan hanya membutuhkan layanan spesifik atau perawatan sesekali. Pengelompokan ini memberikan wawasan yang berguna untuk merencanakan dan mengelola layanan kesehatan sesuai dengan karakteristik setiap kelompok pasien, serta mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pelayanan kesehatan berbasis data di Klinik Medika Saintika, yang dapat lebih dioptimalkan dengan analisis lanjutan.Kata Kunci: K-Means, Data Mining, Pengelompokan Pasien, Frekuensi Kunjungan, Klinik Medika Saintika, RapidMiner.
PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN UNTUK OPTIMALISASI STRATEGI BISNIS DIGITAL M. Syahputra; Amalia Hanifa; Andri Swandi; Imrah Sari; Anita Citra Yeni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/gj6yrg63

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant transformations in various sectors, including health information management. The integration of AI in health data management not only improves operational efficiency but also opens up strategic opportunities in digital business development in the healthcare sector. This study aims to analyze the role of AI in health information management and its impact on optimizing digital business strategies. The method used is a qualitative approach with a systematic literature review of various recent scientific publications (2020–2025) relevant to the research topic. Data were analyzed using thematic analysis techniques to identify patterns, trends, and contributions of AI in health information management. The results show that the application of AI, such as machine learning, natural language processing, and predictive analytics, can improve data processing accuracy, accelerate decision-making, and support personalized healthcare services. In addition, AI plays a role in increasing operational cost efficiency and creating innovative digital business models, such as telemedicine and intelligent-based electronic medical record systems. However, challenges related to data security, patient privacy, and infrastructure and human resource readiness remain major obstacles to its implementation. In conclusion, AI has a strategic role in improving the quality of health information management while strengthening the competitiveness of digital businesses in the healthcare sector. Therefore, adaptive policies, improved human resource competencies, and strengthened information security systems are needed to support the sustainable implementation of AI.
Sosialisasi Teknologi Data Mining K-Means bagi Petugas Rekam Medis dalam Pengeloaan Berkas Rekam Medis di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr HB Saanin Muhammad Ihksan; Dede Fauzi; Herman Susilo; Nurul Abdillah; Imrah Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 2 (2024): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i2.3022

Abstract

Pengabdian masyarakat bertema "Sosialisasi Teknologi Data Mining K-Means bagi Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. HB Saanin" bertujuan untuk mengatasi tantangan pengelolaan rekam medis yang kompleks akibat meningkatnya volume data pasien. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi tenaga kesehatan dalam penerapan teknologi data mining, khususnya algoritma K-Means, guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, dan simulasi langsung penerapan algoritma K-Means. Hasilnya, 85% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, didukung dengan antusiasme tinggi selama kegiatan. Program ini menjadi awal transformasi digital rumah sakit, dengan rekomendasi pelatihan lanjutan dan pengembangan infrastruktur untuk penerapan data mining berkelanjutan.Kata Kunci: Data Mining, K-Means, Rekam Medis, Sosialisasi
PENGEMBANGAN MODUL EDUKASI DIET KETOGENIK BERBASIS DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF-EFFICACY KELUARGA UNTUK MENURUNKAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI TINGKAT PRIMER WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA Rahmi Novita Yusuf; Rhona Sandra; Imrah Sari; Vino Rika Nofia; Siska Sakti Anggraini; Honesty Diana Morika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30635

Abstract

ABSTRAK Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta rendahnya dukungan sosial dalam penerapan gaya hidup sehat. Salah satu pendekatan yang saat ini mulai dikembangkan dalam pencegahan PJK adalah diet ketogenik, yaitu pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak sehat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan mengontrol berat badan. Namun, keberhasilan penerapan diet ini sangat bergantung pada dukungan keluarga dan keyakinan diri (self-efficacy) individu dalam menjalankannya secara konsisten.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan modul edukasi diet ketogenik berbasis dukungan sosial dan self-efficacy keluarga dalam upaya menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan interaktif kepada kader dan keluarga dengan risiko tinggi PJK di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari pada bulan Agustus 2025, meliputi sesi edukasi gizi, pelatihan penyusunan menu ketogenik, serta diskusi kelompok terarah untuk memperkuat dukungan sosial antaranggota keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 32 peserta keluarga yang mengikuti program, menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 2,6 menjadi 4,3 (naik 5%), rata-rata skor sikap dan self efficacy meningkat dari 2,8 menjadi 4,1 (naik 57%) dan rata-rata peningkatan keseluruhan mencapai 61% melebihi standar minimal 20% efektivitas program edukasi yang mengalami peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam menerapkan pola makan ketogenik serta menunjukkan peningkatan self-efficacy keluarga dalam mendukung perubahan perilaku sehat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul edukasi diet ketogenik berbasis dukungan sosial dan self-efficacy keluarga efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan keluarga untuk menerapkan gaya hidup sehat guna menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Disarankan agar modul ini digunakan secara berkelanjutan sebagai media edukasi promotif dan preventif di tingkat layanan primer.Kata kunci: Diet ketogenik, dukungan sosial, self-efficacy, penyakit jantung koroner, edukasi kesehatan                                                                  ABSTRACTCoronary heart disease (CHD) is one of the leading causes of death in Indonesia, largely influenced by unhealthy eating habits, lack of physical activity, and low social support in adopting a healthy lifestyle. One of the approaches currently being developed for CHD prevention is the ketogenic diet, a low-carbohydrate and high-healthy-fat eating pattern that can help reduce levels of low-density lipoprotein (LDL), increase high-density lipoprotein (HDL), and maintain body weight. However, the success of this diet strongly depends on family support and individual self-efficacy in adhering to the regimen consistently. The purpose of this community service activity was to develop and implement ketogenic diet education module based on family social support and self-efficacy as an effort to reduce the risk of coronary heart disease. The activity was carried out through interactive counseling and training sessions for health cadres and families at high risk of CHD in the working area of Lubuk Buaya Public Health Center. The program was conducted for one day in August 2025, consisting of nutrition education sessions, ketogenic meal planning workshops, and focus group discussions aimed at strengthening social support among family members. The results showed that among 32 participating families, there was a significant increase in the average knowledge score from 2.6 to 4.3 (an increase of 65%), while the average attitude and self-efficacy scores rose from 2.8 to 4.1 (an increase of 57%). The overall improvement reached 61%, exceeding the minimum standard of 20% program effectiveness. These results indicate that the ketogenic diet education module based on family social support and self-efficacy effectively increased participants’ knowledge, motivation, and readiness to adopt a healthy lifestyle to prevent coronary heart disease. It is recommended that this module be implemented sustainably as a promotive and preventive educational medium at the primary healthcare level.Keywords: ketogenic diet, social support, self-efficacy, coronary heart disease, health education