Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran Berbasis Keteladanan sebagai Strategi Penguatan Nilai dan Sikap Rosmiati Ramli; Mardiati M; Nursia, Nursia; Zulbina, Zulbina
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 11 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i11.580

Abstract

Role-playing-based learning is a strategic approach to strengthening students' values ​​and attitudes amidst the moral challenges of the era of globalization and digitalization. This article aims to comprehensively examine the role of role models in shaping character, discipline, empathy, tolerance, and a positive learning climate through a literature review method. The study employed a qualitative approach by reviewing various scientific sources in the form of national and international journal articles, proceedings, and relevant academic books published in the last ten years. Data analysis was conducted through the stages of collection, classification, reduction, and synthesis of findings. The results of the study indicate that teacher role models directly influence the internalization of student values ​​through the processes of observation, imitation, and habituation. A school culture built on collective role models has been shown to strengthen attitudes of discipline and social awareness. Furthermore, role models are more effective than instructional approaches in fostering empathy and tolerance. Role models also create a safe classroom climate, increase learning motivation, and strengthen the quality of learning interactions. Furthermore, role-playing-based learning functions as both a pedagogical and moral strategy because it integrates academic objectives with character building. This study confirms that role modeling is not only a method for developing attitudes, but also an important foundation for building meaningful education oriented toward holistic human development. These findings are expected to provide a theoretical and practical basis for developing character education in schools.
Peran Guru sebagai Perancang dan Pelaksana Kurikulum Zulbina, Zulbina; Nur Aisyah; Dadang Sumarna
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 2 (2026): Edisi Mei - Juni 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i2.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru sebagai perancang sekaligus pelaksana kurikulum dalam konteks pendidikan modern melalui pendekatan studi literatur. Guru tidak lagi diposisikan hanya sebagai pelaksana kebijakan kurikulum, tetapi juga sebagai aktor utama yang memiliki otonomi dalam mengadaptasi, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan konteks lokal. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran guru dalam pengembangan kurikulum mencakup lima aspek utama, yaitu sebagai desainer pembelajaran, pengembang materi ajar, pelaksana pembelajaran kontekstual, evaluator kurikulum, dan inovator pendidikan. Selain itu, fleksibilitas kurikulum seperti dalam Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang lebih luas bagi guru untuk berkreasi dalam pembelajaran. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan kompetensi pedagogik, minimnya pelatihan profesional, serta tekanan administratif yang menghambat optimalisasi peran tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan yang berpihak pada guru, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang menempatkan guru sebagai subjek utama dalam pengembangan kurikulum yang adaptif dan relevan.