Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Kearifan Lokal : Studi Komparatif Implementasi Nilai-Nilai Islam-Nusantara di SD Negeri 76 Kasambi Neneng Julianah; Amaluddin Amaluddin; Dadang Sumarna
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.569

Abstract

Pendidikan karakter berbasis adab dan kearifan lokal merupakan pendekatan strategis dalam membangun kepribadian peserta didik yang berakar pada nilai budaya dan religius masyarakat Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif model pendidikan karakter berbasis adab dan kearifan lokal melalui perspektif nilai-nilai Islam-Nusantara serta relevansinya dalam konteks pendidikan dasar, khususnya di SD Negeri 76 Kasambi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, buku referensi, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema pendidikan karakter, adab, kearifan lokal, dan Islam-Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis adab menitikberatkan pada pembentukan akhlak mulia melalui keteladanan, pembiasaan, dan integrasi nilai dalam pembelajaran. Sementara itu, kearifan lokal berfungsi sebagai media kontekstual yang memperkuat internalisasi nilai karakter melalui tradisi, norma sosial, dan budaya lokal yang hidup di masyarakat. Nilai-nilai Islam-Nusantara, seperti moderasi, toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap tradisi, menjadi jembatan harmonis antara ajaran Islam dan budaya lokal. Implementasi model ini di SD Negeri 76 Kasambi berpotensi memperkuat karakter religius, sosial, dan nasionalisme siswa secara holistik. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi adab, kearifan lokal, dan nilai Islam-Nusantara merupakan model pendidikan karakter yang relevan, kontekstual, dan berkelanjutan untuk pendidikan dasar di Indonesia.
Analysis of The Legal Status of Gig Workers in Indonesia’s Digital Platforms: The Urgency of Sufficient Work Regulations as Social Protection Lumban Gaol, Christopher Panal; Bambang Eko Nugroho; Dadang Sumarna; Asnal Hafiz; Irsan Rahman
Jurnal Smart Hukum (JSH) Vol. 4 No. 3 (2026): February-May
Publisher : Inovasi Pratama Internasional. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/jsh.v4i3.1794

Abstract

The rapid expansion of Indonesia's digital economy has created approximately 41.6 million gig workers, yet their legal status remains undefined within the existing labor law framework. This study employs quantitative and normative legal analysis to examine the legal status of gig workers operating through digital platforms (Gojek, Grab, and other service applications) and evaluate the adequacy of current Indonesian labor regulations in providing social protection. Through analysis of statutory instruments including Law No. 13 of 2003 on Manpower and Law No. 11 of 2020 on Job Creation (Omnibus Law), alongside empirical data on worker demographics, income distribution, and social security participation rates, this research demonstrates that gig workers meet substantive criteria of employment yet remain classified as independent contractors. The study reveals that 7.61 percent of informal workers maintain social security coverage, with participation rates as low as 1.6 percent among gig workers specifically. Quantitative analysis of 130 gig workers across three provinces demonstrates income volatility (average monthly earnings: IDR 3.0-3.98 million), excessive working hours (30-40 hours weekly, with 20 percent exceeding 40 hours), and negligible social safety net access (49.23 percent lack health insurance). The research concludes that the Sufficient of Work doctrine, grounded in ILO conventions and the principle of decent work, provides a superior analytical framework for protecting digital platform workers. The study recommends legislative reform incorporating hybrid employment categories, mandatory social protection coverage regardless of classification, and algorithmic transparency mechanisms as essential safeguards for worker dignity and economic security in Indonesia's evolving labor market