Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis atau membandingkan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa serta pemanfaatannya dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa peribahasa Jepang dan Jawa. Data tersebut dikumpulkan menggunakan metode studi literatur. Peneliti menggunakan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan penelitian serupa. Peneliti kemudian menguji keabsahan data yang telah terkumpul menggunakan teknik triangulasi sumber data. Setelah diuji keabsahannya, data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yang berupa kegiatan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat kontras atau perbedaan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa. Konsep nama hewan yang digunakan antara lain monyet, anjing, serangga, ayam, ular, kuda, burung, katak, ikan, dan harimau. Perbedaan penggunaan konsep nama hewan tersebut tampak dari sudut pandang pemaknaan hewan sebagai pengkonotasian sifat atau perilaku yang perlu ditiru atau yang tidak layak ditiru. Akan tetapi, peribahasa-peribahasa tersebut memiliki kesamaan, yakni sebagai ungkapan tidak langsung yang digunakan dalam berkomunikasi.