Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

APLIKASI MODEL EVALUASI MULTIKRITERIA MENGGUNAKAN FUZZY AHP UNTUK PENENTUAN LOKASI BUDIDAYA IKAN KERAPU DI KEPULAUAN SERIBU Siregar, Vincentius Paulus; Gaol, Jonson Lumban; Wildan Tino
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i3.40963

Abstract

Perkembangan budidaya ikan kerapu di Kepulauan Seribu berkembang pesat namun terdapat sejumlah kendala seperti terbatasnya lokasi yang sesuai, dampak negatif terhadap lingkungan, dan konflik penggunaan lahan. Kurangnya informasi terkait karakteristik perairan yang sesuai untuk budidaya akan menyebabkan pemanfaatan lokasi yang kurang tepat. Mencegah masalah tersebut penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menentukan lokasi yang sesuai untuk budidaya ikan Kerapu di Kepulauan Seribu dengan menggunakan metode model evaluasi multikriteria Fuzzy AHP berbasis sistem informasi geografis. Hasil pembobotan parameter menunjukkan jarak ketempat penduduk (40,54%), jarak ke pasar (17%), jarak ke jalan (10,65%), arus perairan (27,06%), dan kedalaman perairan (4,75%) dengan konsistensi rasio sebesar 0,0228. Perairan Pulau Tidung, Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Karya, Pulau Kelapa, Pulau Kelapadua, Pulau Kaliage, dan Pulau Pari merupakan perairan yang ideal bagi kegiatan budidaya ikan kerapu karena memiliki kondisi perairan dan faktor sosial infrastruktur yang sesuai. Pemanfaatan model evaluasi multikriteria dengan Fuzzy AHP berbasis sistem informasi geografis memberikan hasil analisis yang relevan dalam pemberian skor pembobotan dan dalam penentuan kriteria yang paling dominan berdasarkan tingkat kepentingan setiap parameter terhadap parameter lainnya dalam memengaruhi kelas kesesuaian budidaya.
Konservasi Rehabilitasi Sumberdaya Pesisir dan Laut untuk Penanaman Mangrove di Tanjung Tiram Desa Poka Ambon Soukotta, Imanuel V.T; Manuputty, Gratia Dolores; Maureen, Tuapattinaja A.; Moniharapon, Domey Lowits; Saleky, D.V; Latue, Milyan Uli; Tino, Wildan; Barcinta, Muhammad Fahrul
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i5.771

Abstract

The importance of mangrove forests in protecting coastlines from abrasion and erosion. The coastal mangrove area is experiencing serious problems in terms of mangrove area pollution, resulting in the death of mangrove seedlings, reducing density and abundance. Mangrove planting is often faced with several problems, such as lack of public awareness about the importance of mangrove ecosystems, environmental damage due to human activities, and lack of resources for planting and maintenance. Protection of mangrove areas is often faced with several problems, such as environmental damage due to human activities like illegal logging, pollution, and uncontrolled infrastructure development. In addition, lack of public awareness about the importance of mangrove ecosystems and lack of law enforcement also become obstacles in protecting mangrove areas. However, solutions to these problems can be done by increasing public awareness through education and campaigns, conducting mangrove planting in a structured and sustainable manner, and involving local communities in the planting and maintenance process. Thus, mangrove planting can be more effective and sustainable in maintaining the balance of coastal ecosystems and improving community welfare. This mangrove planting activity involves students and lecturers who participate actively and runs smoothly. It is expected that this activity will foster a sense of care among students in preserving and conserving mangrove areas in the future.
Pemetaan Bio-Optik Perairan Pesisir Utara Pulau Ambon Menggunakan Citra Landsat 9 untuk Analisis Sebaran Klorofil-a dan TSS Tino, Wildan; Latue, Milyan Uli; Fakaubun, Fahrul Rozy; Barcinta, Muhammad Fahrul; Soukotta, Imanuel Vilian Trayanta; Ratuluhain, Eva Susan; Lautetu, Lisa Meidiyanti
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 3 No 2 (2025): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v3i2.23248

Abstract

Pulau Ambon memiliki dinamika oseanografi dan morfodinamik yang kompleks yang memengaruhi pencampuran massa air, transportasi sedimen, serta variabilitas klorofil-a dan Total Suspended Solid. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis sebaran klorofil-a dan Total Suspended Solid (TSS) di perairan pesisir utara Pulau Ambon menggunakan citra satelit Landsat 9. Proses pengolahan data meliputi koreksi geometrik, koreksi radiometrik, konversi reflektan Top of Atmosphere (ToA), serta penerapan algoritma estimasi klorofil-a dan TSS. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a lebih tinggi pada zona pesisir (0.198–0.265 mg/L) dan menurun ke arah laut terbuka (0.127–0.162 mg/L), menandakan tingginya masukan nutrien dari daratan dan karakter perairan oligotrofik di laut lepas. Sebaran TSS juga memperlihatkan nilai tinggi di sepanjang garis pantai (10.21–20.62 mg/L) akibat limpasan daratan, erosi, dan aktivitas manusia, sedangkan perairan yang lebih jauh menunjukkan nilai lebih rendah (10–14 mg/L). Analisis berbasis penginderaan jauh ini memberikan informasi penting bagi pengelolaan kualitas perairan dan perencanaan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Spatial Analysis Of Chlorophyll-A And Total Suspended Solid In The Western Waters Of Ambon Island Using Landsat 9 Imagery Tino, Wildan; Kartika, Indah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parameter bio-optik seperti klorofil-a dan total suspended solid merupakan indikator penting untuk menilai kondisi ekologis dan mendeteksi area yang berpotensi mengalami eutrofikasi atau sedimentasi berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial klorofil-a dan total suspended solid di perairan barat Pulau Ambon menggunakan citra satelit Landsat 9 sebagai instrumen pemantauan kualitas perairan. Pengolahan data dilakukan melalui koreksi radiometrik dan geometrik serta penerapan algoritma empiris untuk mendapatkan nilai konsentrasi klorofil dan total suspended solid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,127 hingga 0,264 mg/L dan sebaran total suspended solid (TSS) berkisar 10,21 hingga 20,62 mg/L dengan nilai tertinggi berada didaerah pesisir akibat pengaruh limpasan daratan, masukan nutrien, dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini menegaskan peran penting penginderaan jauh dalam mendukung pemantauan bio-optik dan pengelolaan kualitas perairan secara berkelanjutan. Kata kunci: Klorofil-a, Total Suspended Solid, Landsat 9, Pulau Ambon
STOCK ESTIMATE OF SKIPJACK TUNA (Katsuwonus pelamis) CATCHES IN SOUTHERN WATERS OF LATUHALAT, MALUKU, INDONESIA Imanuel V.T. Soukotta; Domey L. Moniharapon; Wildan Tino; J.A.N. Masrikat
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 10 No 1 (2026): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.10.1.053-063

Abstract

Distribution of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) stock, an economically important commodity, has led to a decline in fish size status. Exploitation in the southern waters of Latuhalat village is carried out by various fishing gear, affecting trip and catch production. The study aimed to analyze size distribution, growth pattern, mortality, and sex ratio using Microsoft Excel and FiSAT II software. The results showed a growth coefficient (K) of 0.61 per year and asymptotic length (L∞) of 62.50 cmFL, with a maximum age (t) of 8 years and age at zero length (t0) of -0.23 years. The von Bertalanffy growth equation was Lt = 62.50(1-e^(-0.61(t+0.23))). The cohort pattern consisted of 4 cohorts, with juvenile fish at 23.3 cm and adult fish at 55.5 cm. The fishing mortality rate (F) was 0.03 per year, calculated by subtracting natural mortality rate (M) of 1.07 per year from total mortality rate (Z) of 1.10 per year. The exploitation rate (E) was calculated as E=F/Z, which was 0.03. The sex ratio was 1:1, indicating a balanced population. Recommendation: reduce the catch of adult fish during the third gonad stage to maintain population balance. Key words: Katsuwonus pelamis, Latuhalat waters, population parameters
Peningkatan Literasi Kesehatan dan Lingkungan melalui Pelatihan Ecoenzyme Berbasis Hands-on Learning di SMP 23 Ambon Nur Tasmiah Sirajuddin; Andi Adriani Wahditiya; Dyah Auliah Rachma Ruslan; Wildan Tino
ABDIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): ABDIMAS JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Research and Community Service INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/ecw66j70

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan lingkungan siswa melalui pelatihan pembuatan ecoenzyme berbasis hands-on learning di SMP 23 Ambon. Latar belakang kegiatan didasarkan pada tingginya penggunaan sabun berbahan kimia serta rendahnya pemanfaatan limbah organik di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan literasi peserta. Sebanyak 40 peserta terlibat dalam sosialisasi, praktik fermentasi ecoenzyme, uji pH, dan evaluasi kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan literasi sebesar 85%, keberhasilan praktik teknis mencapai 90%, serta tingkat kepuasan peserta sebesar 95%. Respon peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan komitmen untuk menerapkan ecoenzyme sebagai alternatif ramah lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi edukasi lingkungan dan praktik sains terapan efektif dalam membangun kesadaran ekologis dan perilaku hidup berkelanjutan di lingkungan sekolah.