Rendahnya tingkat pengetahuan dan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat masih menjadi persoalan penting dalam bidang kesehatan. Banyak individu yang belum memahami cara memperoleh obat dengan benar, membaca aturan pakai, menentukan dosis yang tepat, menyimpan obat sesuai standar, maupun membuang obat kedaluwarsa secara aman. Keadaan tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan dan efektivitas terapi, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih luas, termasuk efek samping, kegagalan pengobatan, hingga pencemaran lingkungan. Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) hadir sebagai upaya untuk memperbaiki perilaku pengelolaan obat melalui peningkatan pengetahuan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas edukasi DAGUSIBU dalam meningkatkan pengetahuan khususnya Siswa MTs Miftahul Ulum Kudus terhadap penggunaan obat. Metode yang digunakan dalam pengabdian Masyarakat ini berupa pemberian edukasi melalui kegiatan DAGUSIBU. materi edukasi DAGUSIBU disajikan dalam bentuk slide dan leaflet. Peningkatan pengetahuan diketahui dari penyebaran instrumen pretest–posttest dalam 3 soal pilihan dan essay singkat yang berisikan pengetahuan dasar mengenai DAGUSIBU. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU mampu meningkatkan pengetahuan Siswa MTs Miftahul Ulum Kudus terhadap penggunaan obat. Soal 1 meningkat dari 6 siswa benar menjadi 57 siswa benar, Soal 2 meningkat dari 10 siswa benar menjadi 60 siswa benar dan Soal 3 meningkat dari 0 siswa benar menjadi 63 siswa benar. Kesimpulan edukasi DAGUSIBU menjadi pendekatan yang relevan dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan obat.