Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UPAYA PEMERINTAH DAERAH KUDUS DALAM PENCEGAHAN STUNTING Mubaroq, Muhammad Husni; Wachid, Abdul
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.2147

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah yang banyak dialami oleh penduduk di Indonesia, untuk saat ini Indonesia menempati posisi peringkat ke lima di dunia untuk permasalahan stunting pada anak. Stunting lebih dikenal dimasyarakat dengan tubuh dengan kondisi pendek, Stunting diartikan sebagai gangguan pertumbuhan fisik dan otak yang dialami oleh anak anak. Karakteristik stunting antara lain tinggi yang yang tidak sebanding jika dibandingkan dengan anak anak dengan usia yanbg sebaya, penyebab stunting adalah penyakit kronik yang disebabkan masalah nutrisi yang dikonsumsi oleh anak anak. Pada 1000 hari pertama sejak kelahiran merupakan waktu rawan terjadi stunting, kejadian stunting banyak dipengaruhi oleh faktor faktor antara lain adalah faktor sosial, ekonomi, faktor kadar asupan makanan, infeksi, faktor statusYgizi, faktor penyakit menular, faktor kekuranganYmikro nutrient danYfaktorYlingkungan. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dan kajian pustaka. Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor terhadap angka kejadian stunting pada anak, angka kejadian stunting secara langsung banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor penyakit infeksi dan faktor kurangnya kadar asupan gizi yang baik ditinjau dari kualitas maupun kuantitasnya. Pemerintah kabupaten Kudus telah melakukan upaya pencegahan stunting malalui kebijakan yang tertulis dalam Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2021 tentang Peran Desa/keluarahan dalam Penurunan stunting secara Terintegrasi. Kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 dan implementasinya secara ideal dilakukan dengan koordinasi yang baik baik terkait aturan teknis pada ditingkat pusat dan tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai pelaksana sebagai garda terdepan. Untuk Diseminasi informasi dan advokasi memerlukan koordinasi teknis pada stake holder lintas sector dan pemangku kepentingan lain pada tingkatan yang sama. Peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan perlu membuat kebijakan tentang akses pangan bergizi, akses mendapatkan air bersih dan sarana sanitasi serta perlu melakukan monitoring dan evaluasi dan memperkuat suvailans gizi sehingga dapat menanggulangi permasalahan gizi yang dialami oleh masyarakat
Karakteristik Kualitas Susu Sapi Friesian Holstein Hasil Pemerahan Pagi dan Sore di KUD Argopuro Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Ramadhan, Majida; Fitirah, Eka; Khuluqiyyah, Wildhatu Dzati Fiqhul; Wachid, Abdul
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i2.3556

Abstract

ABSTRAK Perkembangan industri susu nasional sangat dipengaruhi oleh tingkat produksi dan kualitas susu. Sapi perah Friesian Holstein (FH) merupakan penyumbang terbesar penghasilan susu segar di dalam negeri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik kualitas susu sapi segar yang ada di Rumah Susu KUD Argopuro Krucil. Pengujian kualitas susu sapi segar yang dilakukan di Rumah Susu KUD Argopuro Krucil meliputi Uji Berat Jenis (BJ), alkohol, karbonat, antibiotik, Methylene Blue Reduction Test (MBRT) yang dilakukan dua kali sehari yaitu di pagi hari dan sore hari, serta uji lemak/fat yang dilakukan setiap periode atau 2 kali dalam 1 bulan. Nilai BJ pagi hari yaitu 1,0240 g/mL dan sore hari 1,0230 g/mL. Pengujian alkohol, karbonat, dan antibiotik pagi dan sore hari memiliki hasil negatif menunjukkan tidak adanya kandungan alkohol, karbonat, dan antibiotik dalam susu sapi segar. Hasil pengujian MBRT pagi dan sore hari menunjukkan lama masa perubahan warna selama 4 jam sehingga masuk dalam grade 1. Kandungan lemak yang dihasilkan rata-rata 4,1%. Kata Kunci : Alkohol, Antibiotik, Berat Jenis, Karbonat, MBRT ABSTRACT The development of the national dairy industry is strongly influenced by the level of production and quality of milk. Friesian Holstein (FH) dairy cows are the largest contributor to domestic fresh milk production. The purpose of this study was to determine the quality characteristics of pure cow’s milk in the dairy barn KUD Argopuro Krucil. Testing the quality of fresh cow’s milk at dairy barn KUD Argopuro Krucil includes a specific gravity test (BJ), alcohol, carbonate, antibiotics, Methylene Blue Reduction Test (MBRT) which is carried out twice a day, in the morning and evening, as well as a Fat test which is carried out every period. or 2 times in 1 month. The BJ test value in the morning were 1.0240 g/mL and 1.0230 g/mL in the afternoon. Alcohol, carbonate, and antibiotic tests in the morning and evening had negative results indicating the absence of alcohol, carbonate, and antibiotics in fresh cow’s milk. MBRT test value in the morning and evening averages 4 hours into grade 1. The fat test performed produces an average of 4.1%. Keywords: Alcohol, Antibiotics, Carbonate, MBRT, Specific gravity,
PENERAPAN PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN TEKNIK OUTBOUND Ariyanto, Ariyanto; Wachid, Abdul
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i3.2179

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk melihat efektifitas penerapan proses belajar mengajar pada materi menulis puisi menggunakan teknik outbound. Metode yang dipergunakan pada riset ini ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berdaur siklus melalui proses  rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, observasi, dan yang terakhir ialah refleksi. Subjek pokok dari penelitian yang dialukan yakni siswa kelas 5 di MIM Langgar Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Cara pengambilan data penelitian yang dilakukan ada tiga, pertama berupa tes tertulis, kemudian yang kedua pengamatan,  serta ketiga berupa dokumentasi. Instrumen dibuat melalui lembar observasi siswa dan penilaian aspek psikomotor berupa lembar keterampilan. Hasil data dari  observasi kemudian dianalisis secara deskriptif, kemudian data hasil berupa tes dianalisis menggunakan rerata. Hasil akhir dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwasanya pembelajaran menulis puisi melalui teknik outbound efektif untuk meningkatkan keterampilan siswa, terutama dalam menulis puisi.
Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Budaya Sekolah di SMAN 2 Ponorogo Ngadhimah, Mambaul; Ramdhani, Abdurrahman Ali; Wachid, Abdul; Nafi’, Abdun; Wibowo, Abdi
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i2.7360

Abstract

School culture is a routine, programmed activity organized by the school. Religious character is one of the important characteristics that students must have to prevent moral degradation by increasing religious awareness, where state public schools tend to be synonymous with not providing many religious activities compared to schools with a religious standard such as madrasas or Islamic boarding schools. However, SMAN 2 Ponorogo can prove that school culture can have a good impact on efforts to develop students' religious character even though they do not provide as much religious learning as in madrasas or Islamic boarding schools. This research aims to identify school culture, the development of religious character through school culture and its impact on the development of students' religious character. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used consists of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that the development of students' religious character at SMA Negeri 2 Ponorogo is carried out programmatically through school culture, namely: (1) Routine Friday activities; (2) Islamic religious literacy; (3) Khatmil Qur'an; (4) Social services and compensation for orphans; (5) Dhuhur prayer in congregation; (6) Friday prayers; (7) Ramadhan Islamic Boarding School. The existence of a school culture, especially in efforts to develop religious character, can provide development of divine values and human values, so that it can have a good impact on improving the religious character of students. This is proven by the finding that students have awareness and independence in applying religious values both from divine values and human values such as the practice of religious fiqh, independent dhuha prayers, congregational prayers, recitations of the Qur'an, spiritual improvement , emotional and social during the month of Ramadan, have a spirit of generosity and like to give alms which is a form of social concern where they can apply these things in their daily lives while studying at school, outside school, even after they graduate and become alumni of school.
Pelatihan Cek Gula Darah Dengan Menggunakan Metode ABA (Aplikasi Berbasis Android) sebagai Upaya Preventif Kejadian Diabetes Mellitus Pada Kader Kesehatan di Kelurahan Langensari Suwanti, Suwanti; Mawardika, Tina; Wachid, Abdul
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.261 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1214

Abstract

The number of elderly people in Indonesia will continue to increase and it is estimated that in 2050 it will reach 21.4%. Along with increasing age, physiological functions decrease so that non-communicable diseases such as DM are common, this can also occur in pregnant women because of the same structure of insulin and estrogen. About 1.3 million people died from Diabetes Mellitus. In 2030 it is estimated that Diabetes Mellitus ranks 7th cause of death in the world. Indonesia in 2030 will have 21.3 million people with DM (4th largest in the world. In Indonesia the mortality rate and amputation rate are still high at 16% and 25% respectively. Efforts to reduce life-threatening things are needed to control/ checking blood sugar levels routinely so that the incidence of elevated sugar levels can be detected early. Based on interviews the Kader have never received socialization of an android-based application (ABA). This application is to assist prevention efforts. This training is to improve the knowledge and skills of Kader in measuring blood sugar independently using the ABA method. The activity was carried out in January 2020 through the stages of measuring data on the knowledge and skills of Kader in measuring blood sugar independently before and after providing education, delivering material about Diabetes Mellitus and operating procedures for blood sugar checks with the Android-Based Application method. After training, there was an increase in the knowledge and skills of the Kader in measuring blood sugar independently by checking blood sugar using the ABA Application method. Training is useful for Kader as an effort to prevent the incidence of Diabetes Mellitus in Langensari Village, East Ungaran, Semarang Regency.ABSTRAK Jumlah lansia di Indonesia akan terus meningkat dan diperkirakan pada tahun 2050 mencapai angka 21,4%. Seiring dengan bertambahnya usia ,fungsi fisiologis mengalami penurunan sehingga penyakit tidak menular seperti DM banyak terjadi, ini bisa juga terjadi pada ibu hamil karena struktur insulin dan esterogen yang sama. Sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat Diabetes Melitus. Pada tahun 2030 diperkirakan Diabetes Melitus menempati urutan ke-7 penyebab kematian dunia. Indonesia pada tahun 2030 akan memiliki penyandang DM sebanyak 21,3 juta jiwa ( ke-4 terbesar didunia. Di Indonesia angka kematian dan angka amputasi masih tinggi masing-masing sebesar 16% dan 25%. Upaya menurunkan hal yang mengancam kehidupan maka diperlukan pengontrolan/ pengecekan kadar gula darah rutin agar bisa terdeteksi lebih dini kejadian peningkatan kadar gula. Berdasarkan wawancara para kader belum pernah mendapatkan sosialisasi aplikasi berbasis android(ABA). Aplikasi ini untuk membantu upaya pencegaha. Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para kader dalam pengukuran GDS secara mandiri dengan menggunakan metode ABA. Kegiatan telah dilaksanakan pada bulan Januari 2020 melalui tahapan pengukuran data pengetahuan dan ketrampilan para kader dalam pengukuran GDS secara mandiri sebelum dan sesudah pemberian edukasi, penyampaian materi tentang Diabetes Mellitus dan cara pengoperasian (SOP) cek gula darah dengan metode Aplikasi Berbasis Android (ABA. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para kader dalam pengukuran GDS secara mandiri cek gula darah dengan metode Aplikasi ABA. Pelatihan bermanfaat bagi para kader kesehatan sebagai upaya preventif kejadian Diabetes Mellitus diKelurahan Langen Sari, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
ANALISIS KONDISI PASAR SEHAT DI KABUPATEN JEPARA Wachid, Abdul; Prasetyo, Eko; Pratama, Muhammad Bintang; Mubaroq, Muhammad Husni
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2024): J-KESMAS Volume 10 Nomor 2, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v10i2.5912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan survei pasar sehat di Kabupaten Jepara berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2020, menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasar di Kabupaten Jepara belum sepenuhnya memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan dalam peraturan tersebut. Faktor-faktor seperti kebersihan, sanitasi, dan manajemen limbah menjadi tantangan utama dalam mencapai pasar sehat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kesadaran dan kerja sama antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Edukasi Pencegahan Low Back Pain (LBP) di Home Industri Gula Merah Prasetyo, Eko; Wachid, Abdul; Ulya, Novi Jauharotul; Rahmawati, Fadzila; Pristianti, Erliana; Alegra, Tasya Eflina
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i2.60

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dari ergonomi yang salah. Program edukasi pencegahan LBP pada pekerja home industri gula merah sangat relevan mengingat besarnya potensi risiko gangguan muskuloskeletal pada mereka. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kerja home industri gula merah tentang ruang lingkup, tanda dan gejala LBP, faktor risiko, penanganan dan pencegahan LBP di home industry gula merah Cendono Kudus. Metode pengabdian masyarakat dalam kegiatan ini dalam bentuk promosi pendidikan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan dan diskusi tentang definisi, tanda dan gejala LBP, faktor risiko, penanganan dan pencegahan LBP dengan jumlah peserta 15 orang di home industri Gula Merah Cendono Kudus. Hasil pengabdian menunjukan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah program pengabdian tentang pencegahan LBP. Tingkat Pengetahuan dengan kategori baik sebelum edukasi dengan prosentase 6,7% meningkat dengan tingkat pengetahuan sesudah edukasi kategori baik dengan prosentase 80,0%. Diharapkan tenaga kerja memahami faktor risiko kejadian LBP dan mampu melakukan upaya penanganan untuk mengurangi risiko LBP di home industri gula merah.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Meningkatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi Masyarakat Kabupaten Kudus: Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Meningkatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi Masyarakat Kabupaten Kudus Dewi, Ervi Rachma; Ulfa, Maria; Caesar, David Laksamana; Prasetyo, Eko; Wachid, Abdul; Mubaroq, Muhammad Husni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/7cdb8h62

Abstract

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tertuang pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK 01.07/Menkes/33/2025 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun. Program ini dilaksanakan serentak di seluruh puskesmas di Indonesia mulai bulan Februari 2025. Sasaran kegiatan PKG adalah bayi baru lahir (2 hari), balita, dan anak usia pra sekolah (1-6 tahun), usia sekolah dan remaja (7-17 tahun), dewasa (18-59 tahun), dan usia lanjut (>60 tahun). Program ini diinisiasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan kemampuan untuk mendeteksi masalah sejak dini. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memperluas informasi tentang PKG sehingga dapat meningkatkan cakupan PKG di Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah koordinasi dengan puskesmas, pemetaan media sosial dan target sasaran, serta penyusunan media dan penyebaran informasi PKG, dengan target seluruh warga Kabupaten Kudus. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah telah disusun media poster digital dan video edukasi PKG, selanjutnya media tersebut dipublikasikan melalui media sosial WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Youtube.
Dynamics of Social Interaction: The Influence of School Environment on Elementary School Student Behavior Wachid, Abdul; Djubaedi, Dedi; Mulyana, Asep
EduBase : Journal of Basic Education Vol. 6 No. 1 (2025): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : LJPI UI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v6i1.3082

Abstract

Objective: This study investigates the dynamics of social interaction at SDN 2 Danamulya, Plumbon, Cirebon, emphasizing the influence of school conditions on students' social engagement and behavior. Social interaction is essential for character formation and social skill development, with the school environment—encompassing policies, relationships, and facilities—playing a pivotal role. Novelty: This research highlights the specific impact of inclusive policies, teacher-student relationships, and peer interactions in fostering positive social development, providing new insights into how school leadership influences social interactions among students. Methods: Using a case study approach, this research examines how inclusive policies, teacher-student relationships, and peer interactions foster positive social development. Results: The findings, grounded in Social Learning Theory, reveal that students acquire social behaviors through observation, reinforcement, and interaction. School initiatives such as collaborative learning, mentoring programs, and structured reward systems create a supportive environment, with school leadership playing a crucial role in sustaining these interactions. Conclusion: The study underscores the importance of continuously enhancing strategies to promote inclusivity and positive social engagement, though it is limited to the internal school environment and does not account for external social influences.
IMPROVING THE ADOLESCENTS’ CAPACITY WITH VIDEO AND DISASTER MITIGATION SIMULATION-BASED TRAINING Dewi, Ervi Rachma; Caesar, David Laksamana; Ulfa, Maria; Wachid, Abdul; Aziza, Naisya Zaidatul
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i4.2514

Abstract

High cliffs in the mountainous area surround the village of Rahtawu make the area more vulnerable and prone to natural disasters. This community service empowered the youth in Rahtawu Village regarding disaster mitigation with interactive training method-based videos and disaster response simulations. The respondents to the community service activity consisted of 55 adolescents from four hamlets in Rahtawu Village. The stages of the community service activities included pre-test, video-based training, disaster mitigation simulation, and post-test. The questionnaire contains 20 questions about adolescents' knowledge and attitudes regarding disasters, disaster prevention, and the role of adolescents during disasters. The community service activity resulted in an increase in knowledge and attitudes both before and after the intervention, taking the form of video-based training and disaster mitigation simulations. The adolescents were very enthusiastic about following each discussion topic. Adolescents Understood the importance of disaster mitigation. The researchers expect these adolescents can spread knowledge about disaster mitigation in their surroundings.