Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kontrol Diri dan Gaya Hidup dengan Perilaku Konsumtif pada Pekerja Pengguna E-Money di Jawa Timur Ma'ruf, Yunus Diyati; Rr. Amanda Pasca Rini; Bawinda Sri Lestari
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 1 No 2 (2025): December: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/df7jbm35

Abstract

Among workers in East Java using electronic money, self-control appears linked to how much they spend. With digital payments growing fast, buying things takes less effort this ease might weaken restraint. A total of 259 individuals took part, chosen deliberately based on their use of e-payments. Instead of narratives or interviews, numbers shaped the findings here. Not random chance but careful selection guided who was included. What drives spending? One clue lies in how people manage impulses when tapping a phone to pay. Information came from surveys on self-regulation, daily habits, and spending patterns. Analysis shows people with stronger self-discipline tend to spend less impulsively when using electronic money. Those who place more value on lifestyle image show greater tendencies to engage in high consumption. Results suggest how personal habits shape financial choices in modern payment environments. What one prioritizes day to day may influence their impulse to buy just as much as willpower does.
Manajemen Waktu, Intensitas Penggunaan Media Sosial Tiktok dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa di Surabaya Zahra Berliana Ayu Rahmawati; Bawinda Sri Lestari; Amanda Pasca Rini
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1024

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan untuk menunda memulai maupun menyelesaikan tugas secara menyeluruh sehingga menghambat performa kinerja dan keterlambatan penyelesaian. Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara manajemen waktu, intensitas penggunaan media sosial Tiktok dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa di Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini berjumlah 300 mahasiswa di Surabaya dengan teknik analisis regresi berganda. Pengambilan partisipan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala manajemen waktu, intensitas penggunaan media sosial Tiktok, dan skala prokrastinasi akademik yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu dan intensitas penggunaan media sosial Tiktok secara simultan signifikan memprediksi prokrastinasi akademik (F=193.093; p < 0.00; R=0,565). Secara parsial manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik berpengaruh signifikan negatif yang diperoleh nilai skor (t=-12.344 dengan signifikansi 0.000), dan intensitas penggunaan media sosial Tiktok dengan prokrastinasi akademik berpengaruh signifikan ke arah positif yang diperoleh skor (t=9.519 dengan signifikansi 0.000). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan keterampilan manajemen waktu dan literasi digital sebagai upaya untuk menekan perilaku penundaan pada mahasiswa.
Self-acceptance, kecemasan, dan kepuasan hidup pada ibu yang memiliki anak balita Rahmadani Syafitri; Bawinda Sri Lestari; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026 (In Progress)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-acceptance and anxiety on life satisfaction in mothers of toddlers. Mothers of toddlers often face intensive parenting challenges, making them vulnerable to decreased life satisfaction due to anxiety and self-acceptance. The research method used was quantitative with multiple linear regression analysis techniques. Data were collected through questionnaires distributed to mothers of toddlers in Kindergarten X with a total of 70 respondents. The research instrument was developed by the researcher with a Cronbach's Alpha value of more than 0.6. The results showed that self-acceptance has a significant positive relationship with life satisfaction with a score of t = 9.432 with a significance of 0.000 (p < 0.05), while anxiety has a significant negative relationship with life satisfaction with a score of t = -2.110 with a significance of 0.039 (p < 0.05). The effective contribution of self-acceptance and anxiety to life satisfaction is 70.9%. Findings These findings imply that efforts to increase life satisfaction in mothers of toddlers need to focus on self-acceptance and overcoming anxiety. Through family support and a conducive environment, mothers can fulfill their parenting role more optimally. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-acceptance dan kecemasan terhadap kepuasan hidup pada ibu yang memiliki anak balita. Ibu balita sering kali menghadapi tantangan pengasuhan yang intensif, sehingga rentan mengalami penurunan kepuasan hidup akibat kecemasan dan self-acceptance. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada ibu dengan anak balita di TK X dengan total 70 responden. Instrumen penelitian dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan nilai Cronbach's Alpha lebih dari 0,6. Hasil penelitian menunjukkan self-acceptance memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap kepuasan hidup dengan skor t = 9,432 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sedangkan kecemasan memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap kepuasan hidup dengan skor t = -2,110 dengan signifikansi sebesar 0,039 (p < 0,05). Adapun sumbangan efektif dari self-acceptance dan kecemasan mempengaruhi kepuasan hidup sebesar 70,9%. Temuan Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya peningkatan kepuasan hidup ibu dengan anak balita perlu berfokus pada penerimaan diri dan mengatasi kecemasan. Melalui dukungan keluarga serta lingkungan yang kondusif, ibu dapat menjalankan peran pengasuhan secara lebih optimal.