Syafi'i
Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik: Chemical and Physical Characteristics of Fermented Cocoa Beans (Theobroma cacao l.) Wooden Boxes and Plastic Containers Anis Syauqi; Harminto Lahamuddin; Rudi Djatmiko; Ahmad Zamroni; Rusli Anwar; Syafi'i
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2449

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan cukup penting di Indonesia saat ini, salah satunya sebagai sumber devisa Negara. Salah satu proses yang sangat berperan penting pada kualitas biji kakao yang dihasilkan adalah proses fermentasi dan proses pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kimia dan fisik biji kakao (Theobroma cacao L.) hasil fermentasi wadah kotak kayu dan wadah plastik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu perhitungan rata-rata, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan 1 menggunakan kotak kayu pengadukan 24 jam, perlakuan 2 kotak kayu pengadukan 48 jam, perlakuan 3 wadah plastik pengadukan 24 jam, perlakuan 4 wadah plastik pengadukan 48 jam. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah uji kadar air, kadar lemak, asam lemak bebas, dan kadar kulit biji. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan kandungan kadar air dengan wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 5,26%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 5,53%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 5,22% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 5,42%. Kandungan kadar lemak dengan wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 26,87%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 28,31%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 23,52% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 28,01%. Kandungan asam lemak bebas yaitu wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 0,39%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 0,40%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 0,38% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 0,40%. Kandungan kadar kulit biji yaitu wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 11,18%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 11,35%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 11,05% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 11,22%.
Sosialisasi Pemanfaatan Biochar Kompos Limbah Organik untuk Peningkatan Produksi Jagung Manis di Kampung Belimau, Samarinda Syafi'i; Abdul Rasyid Zarta; Nadia Fatimah Azzahrah; Zahrotul Isti'anah Marroh; Eva Nurmarini; Ita Merni Patulak; Muh. Akshar; Muhammad Tahrir; Teguh Rizali Zahroni; Ridwan
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pemanfaatan biomassa dari limbah organik berpotensi besar sebagai bahan baku kompos biochar, sekaligus mendukung sistem pertanian regeneratif. Pengaplikasian biochar dengan pupuk NPK dapat meningkatkan hasil produksi tanaman pada tanah yang terdegradasi atau asam, khususnya jenis tanah di Kalimantan Timur. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat kompos biochar dari bahan organik limbah setempat terhadap produksi jagung manis. Mitra kegiatan pengabdian ini Adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) P4S Puri Leisa. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat berupa sosialisasi penyuluhan dengan membangun kemitraan antara akademisi (fasilitator) dan masyarakat (ahli pengalaman). Peserta berjumlah 20–30 orang dengan durasi selama 1 hari (4 jam). Selain itu, dilakukan konsultasi dan mediasi melalui diskusi antara akademisi, petani lokal, serta dinas terkait. Hasil: Kegiatan diawali dengan tindak lanjut hasil pembuatan biochar dari pengabdian sebelumnya oleh akademisi. Dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pertanian regeneratif dan simulasi pemanfaatan biochar kompos pada jenis tanah di Kalimantan Timur, khususnya terhadap hasil dari simulasi penanaman jagung manis menggunakan media biochar kompos  menunjukkan peningkatan produksi dan percepatan panen. Pada sesi konsultasi, masyarakat menyampaikan permasalahan lapangan dan memperoleh solusi alternatif dari akademisi maupun pihak ketiga. Kesimpulan: Pemanfaatan limbah organik setempat sebagai bahan baku biochar dapat mendukung keberlanjutan pertanian. Penggunaan biochar kompos sebagai media tanam terbukti meningkatkan hasil jagung manis serta mempercepat panen. Gambaran simulasi penanaman ini dipaparkan langsung dalam kegiatan penyuluhan, sehingga masyarakat memperoleh pengalaman serta pengetahuan baru untuk diterapkan pada lahan mereka.
Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Lamina Sengon (Paraserianthes falcataria) Dengan Jumlah Lapisan dan Jenis Perekat Yang Berbeda : Physical and Mechanical Properties of Sengon Laminated Wood (Paraserianthes falcataria) With Different Layer Numbers and Adhesive Types Abdul Rasyid Zarta; Maria Anggelina Medau; Syafi'i; Andi Yusuf; M. Fikri Hernandi
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v21i1.25318

Abstract

Menurunnya ketersediaan kayu berdiameter besar mengimbangi meningkatnya permintaan kayu untuk konstruksi dan industri berbasis kayu. Paraserianthes falcataria, atau kayu sengon, adalah jenis yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang tumbuh dengan cepat. Namun, kerapatan dan kekuatan mekaniknya yang rendah menghalanginya untuk digunakan sebagai bahan struktural. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat fisika dan mekanika kayu sengon laminasi dipengaruhi oleh jumlah lapisan dan jenis perekat. Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor digunakan pada penelitian ini. Faktor-faktor tersebut meliputi jumlah lapisan (dua, tiga, atau empat lapisan) dan jenis perekat (polyvinyl acetate/PVAc atau polychloroprene/Fox). Kadar air, kerapatan, modulus elastisitas (MoE), modulus patah (MoR), dan keteguhan geser adalah beberapa parameter yang diamati. Nilai MoE kayu laminasi 32.632,40–42.144,14 kgf/cm2 dan nilai MoR 372,90–417,99 kgf/cm2. Kadar air kayu laminasi berkisar antara 14,87%–15,14%, menurut hasil penelitian. Kayu laminasi dua lapis dengan perekat PVAc memiliki keteguhan geser tertinggi (26,22 MPa). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa, meskipun jumlah lapisan dan jenis perekat tidak benar-benar memengaruhi sifat fisika, ada kecenderungan untuk meningkatkan kinerja mekanika. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi laminasi memiliki kemampuan untuk meningkatkan sifat mekanika kayu sengon dan memungkinkannya digunakan dalam konstruksi ringan dan produk kayu rekayasa.