Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penerapan Teori Caring Jean Watson Dalam Terapi Okupasi untuk Meningkatkan Motorik Halus pada Anak Autis M.Iqbal Sutisna; Theophylia Melisa Manumara; Tiara Rahmanisa Gauttami; Alya Ayunda Rahmawati; Annisa Rahma Fauziyah; Rahma Apriliani; Ai Sofiyanti; Alia Zahira; Ayu Lisvayanti Leipary; Neng Meri; Sarah Amelia Putri; Silva Eka Artika; Agilatun Nafisah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6vzg5b60

Abstract

Anak-anak dengan kebutuhan khusus adalah mereka yang memiliki perbedaan dibandingkan teman-teman sebaya dalam aspek fisik, mental, cara berpikir, dan sosial, dengan autisme sebagai gangguan spektrum yang menunjukkan berbagai variasi kemampuan di antara individu. Dalam proses perkembangan anak-anak autis, mereka memerlukan perhatian khusus terhadap masalah keterampilan motorik halus, seperti koordinasi antara mata, tangan, dan jari, di mana kemampuan mereka biasanya berkembang lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya, meskipun hampir semua dari mereka menunjukkan kemajuan yang baik. Tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi terhadap perkembangan motorik halus anak dengan autism. motorik halus anak. Metode: dengan menganalisis artikel tentang penerapan teori Jean Watson dalam teorapi okupasi untuk mengembangkan motorik halus pada anak autis. Hasil terapi okupasi adalah salah satu cara yang baik untuk membantu anak-anak autis dan anak-anak dengan kebutuhan khusus lainnya untuk memperbaiki kemampuan gerakan halus mereka. Dengan memakai berbagai cara dan metode yang tepat, terapi ini membantu anak-anak belajar mengasah kemampuan gerakan halus, menjadi lebih mendiri dan meningkatkan kualitas hidup mereka Saran: Penerapan teori caring Jean Watson pada anak autis melalui keceriaan bermain dan pendekatan orang tua mampu meningkatan motorik halus pada anak autism. Terapi okupasi menjadi salah satu cara yang baik untuk membantu anak autis menjadi lebih mandiri dan meningkatan kualitas hidup mereka.
Implementasi Teori Caring Jean Watson Dalam Asuhan Keperawatan pada Pasien Fraktur Humerus M.Iqbal Sutisna; Theophylia Melisa Manumara; Nadia Pebriyanti; Ainna Dinda Fitriani; Fauziah Noeroel Iman; Khansa Alifia Putri Wiharsa; Alfiani Wadilla Rahma; Salwa Ramadhani; Nabillah Maya Salsa Bila; Dewi Cwintadira Nur Fatma; Suci Prissilia Juniar; Nanda Putri Stevani; May Lisa Mutiara Hikmah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/skzh5q23

Abstract

Satuan pendidikan saat ini dihadapkan dengan segudang tantangan seperti kekerasan, perilaku bullying, judi online, dan narkoba di kalangan para pelajar. Guna menghadapi tantangan tersebut diperlukan inovasi program penguatan karakter dengan optimasi konten digital yang diintegrasikan dengan living values education. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lab School UNESA dalam mengoptimasi konten digital berbasis living values education. Metode kegiatan berupa lokakarya interaktif serta praktik pengoptimalan platform digital untuk membuat konten edukasi. Pelatihan berlangsung selama satu hari penuh, mencakup sesi pemaparan materi, simulasi pembelajaran, serta refleksi kelompok. Evaluasi pasca-pelatihan dilakukan melalui kuesioner dan observasi lapangan. Pelatihan ini memberikan dampak signifikan pada peningkatan keterampilan guru. Sebelum pelatihan, 72% guru mengungkapkan masih jarang menggunakan konten digital dalam proses pembelajaran, dan 92% guru mengalami kesulitan teknis saat membuat konten digital secara mandiri dalam menghubungkan materi pembelajaran dengan nilai-nilai karakter. Setelah pelatihan, 98% peserta mengungkapkan rasa percaya diri membuat konten digital secara mandiri untuk kebutuhan pembelajaran. Pelatihan optimasi konten digital edukatif ini memberikan dampak positif terhadap kompetensi guru SMK Lab School UNESA dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik, kreatif dan inovatif. Program pelatihan ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan pengembangan profesionalisme guru di sekolah.
Implementasi Teori Human Caring Jean Watson Dalam Asuhan Keperawatan untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan pada Pasien HIV/AIDS Muhamad Iqbal Sutisna; Theophylia Melisa Manumara; Nafilah Aenil Mardiyah; Fitry Febriyana; Dilla Apriliya; Kintan Elite; Siti Nur Azijah; Najwa Humairo; Siti Ayla Azzura; Silvi Febriyanti; Alda Alda; Regina Melliani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e1n0gg05

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah Kesehatan global yang memerlukan perhatian serius, termasuk di Indonesia yang harus mencatat peningkatan kasus setiap tahun. Pasien HIV/AIDS tidak hanya mengalami penurunan system imun, tetapi juga menghadapi tekanan psikologis dan stigma sosial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Teori Human Caring Jean Watson dalam asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS. Metode penelitian yang digunakan Adalah telaah literatur terhadap jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan pada tahun 2021-2025. Pemcarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci Human Caring, Jean Watson. Hubungan terapeutik, dan HIV/AIDS. Hasil kajian menunjukan bahwa penerapan Teori Human dapat meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani terapi antiretroviral, serta menurunkan Tingkat kecemasan dan dampal stigma sosial. Pendekatan ini membantu perawat memandang pasien sebagai individu yang utuh secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Disarankan agar perawat mengintegrasi prinsip Human Caring dalam asuhan keperawatan yang humanistic dan berpusat pada pasien.
Optimalisasi Caring Perawat dengan Teori Jean Watson pada Pelayanan Keperawatan Pasien Kanker Payudara M. Iqbal Sutisna; Theophylia Melisa Manumara; Alya Sopia Zahra; Anisah Intan; Dianna Angelly; Diska Aulia; Elsa Apriliani; Fadilla Restu Aulia Putri; Hafsoh Abiyah; Illa Aulia Rahmayanti; Muhammad Regza; Septi Aryanti; Tri Seto Wibisono
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jjhea094

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Kondisi ini banyak terjadi karena sebagian besar penderita baru mencari layanan kesehatan ketika penyakit telah mencapai stadium lanjut. Minimnya pemahaman masyarakat mengenai kanker payudara dan pentingnya deteksi dini menjadi faktor dominan yang memperburuk angka mortalitas. Penanganan yang dilakukan lebih awal berpotensi menurunkan risiko kematian, baik pada kelompok usia muda maupun lanjut usia. Pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko serta cara pengelolaan kanker payudara masih tergolong rendah. Beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker payudara meliputi jenis kelamin perempuan, usia di atas 50tahun, riwayat keluarga, kelainan genetik, riwayat penyakit payudara, menstruasi pertama yang terlalu dini, menopause yang terlambat, serta tidak memiliki anak atau tidak pernah menyusui. Terapi yang paling sering digunakan dalam penanganan kanker payudara adalah kemoterapi dan mastektomi. Tujuan melihat karakteristik pasien kanker payudara. Metode yang digunakan berbasis kajian pustaka dengan menelusuri artikel dari Google Scholar, PubMed, Semantic Scholar, dan ScienceDirect melalui pendekatan PICOT. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada di atas usia 40tahun, terutama 40–55tahun. Pada saat terdiagnosis, mayoritas pasien sudah berada pada stadium III dan IV.
Jejaring Mata Katarak POSBINDU NoW CARE di Desa Cihanjuang Rahayu M Iqbal Sutisna; Rahayu Mujiharti; Arie J Pitono; Arieni Ramadhan; Ahmad Arifin; Tentry Fuji Purwanti; Egie Komara Yudha; Mira Harini; Amulia Irlianti; Rizky Gumilang Pahlawan; Metilda Metilda; Theophylia Melisa Manumara; Istianah Istianah; Budi Rustiadi; Meilirianta Meilirianta; M. Sandi Haryanto; Yulinar Indriati
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i2.104

Abstract

Katarak adalah suatu kondisi di mana lensa mata mengalami keruh, yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan dan, jika tidak ditangani, berpotensi menyebabkan kebutaan. Secara global, katarak adalah penyebab utama kebutaan, dengan lebih dari 100 juta orang menderita katarak, dan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan. (WHO, 2022) Katarak merupakan 81% kasus penyebab utama kebutaan di Indonesia. Populasi yang terus bertambah dan penuaan yang meningkat, jumlah kasus katarak diperkirakan akan meningkat seiring waktu. Ini menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan, terutama di negara berkembang banyak individu, terutama di daerah terpencil dan kurang terlayani, tidak memiliki akses yang memadai untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan katarak. Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui Pos Pembinaan Terpadu Nursing Rajawali of Care (POSBINDU NoW Care) yang bertujuan untuk meningkakan pemahaman dan pencegahan komplikasi penyakit tidak menular dalam hal ini kebutaan pada mata akibat Katarak. Lima Tahapan Kegiatan yang dilakukan pada POSBINDU NoW Care: Tahapan I    melakukan pendaftaran dan administrasi peserta, tahapan II melakukan wawancara kepada peserta, tahapan III, melakukan pemeriksaan kesehatan dan screening mata katarak, tahapan IV, edukasi dan rencana tindak lanjut, tahapan V pendokumentasian. Hasil Berdasarkan hasil kegiatan yang melibatkan 48 peserta, ditemukan bahwa 7 peserta (atau sebesar 15%) terdeteksi mengalami katarak. Rentang usia peserta yang teridentifikasi positif katarak adalah antara 37 hingga 69 tahun. Dari total 48 peserta yang hadir dalam kegiatan ini, sebanyak 42 orang (88%) adalah perempuan. Dominasi peserta berjenis kelamin wanita dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang, baik secara sosial, kultural, maupun epidemiologis
Terapi Gerakan Tubuh Asam Urat pada Lansia Tentry Fuji Purwanti; Iqbal Sutisna; Najlaa Fauziyyah Utami; Carla Youlanda; Nasywa Syaadiah Kartika; Dinna Alifia Novitri; Alia Siti Patimah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3006

Abstract

Studi ini dilatar belakangi oleh masalah tingginya kasus asam urat pada lansia, yang sering menyebabkan nyeri sendi dan penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, diperlukan tindakan non-farmakologis sederhana dan mudah diterapkan di Masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui apakah Body Movement Therapy (BMT) berpengaruh terhadap kadar asam urat dan tingkat nyeri pada lansia. Metode yang dipakai adalah deskriptif dengan desain pre-test dan post-test pada seorang lansia perempuan berusia 70 tahun. Kegiatan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Rangkaian kegiatan ini meliputi penyampaian informasi kesehatan, pemeriksaan kadar asam urat dengan alat Point of Care Testing ( POCT), pengukuran nyeri dengan Visual Analogue Scale (VAS), dan pelaksanaa BMT selama 7 menit tiap sesi. Hasilnya menunjukkan kadar asam urat pasien turun dari 7,9 mg/dL menjadi 6,5 mg/dL, dan tingkat nyeri turun dari skala 5 menjadi 3. Dapat disimpulkan bahwa BMT punya dampak baik dalam menurunkan kadar asam urat dan nyeri sendi pada lansia. Kegiatan ini berguna untuk menambah wawasan lansia dan keluarga, serta bisa jadi pilihan tindakan non-farmakologis yang aman, mudah, dan bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat.
Studi Kasus : Terapi Rendam Kaki Air Hangat Jahe sebagai Upaya Nonfarmakologis Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Metilda Metilda; Iqbal Sutisna; Lintang Zahra Febrianti; Tiara Juliani; Syndi Sofia Ristiana; Dwi Lastin Nafisah; Agnes Marthen
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3156

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis seperti terapi komplementer mulai banyak digunakan dalam praktik keperawatan. Rendam kaki menggunakan air rebusan jahe diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol yang bersifat vasodilator, meningkatkan sirkulasi darah, serta memberikan efek relaksasi yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Kegiatan studi kasus ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi rendam kaki air hangat jahe terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode kegiatan dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi prosedur rendam kaki, serta pendampingan praktik terapi selama tiga hari berturut-turut dengan suhu air ±39°C selama 15 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik secara bertahap setelah terapi diberikan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa rendam kaki air rebusan jahe dapat menjadi terapi komplementer sederhana, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.
Upaya Penyuluhan Kesehatan Tentang Terapi Herbal Kayu Manis sebagai Alternatif Penurunan Glukosa Darah pada Lansia Muhamad Iqbal Sutisna; Rani Puspita; Ade Lulu; Astriani Hapsari; Grace Angeliqch; Intan Jesica
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.10870

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia due to impaired insulin secretion, insulin action, or both. The global prevalence of diabetes continues to increase and contributes significantly to morbidity and cardiovascular complications. In addition to pharmacological therapy, the use of herbal-based complementary therapies has gained public interest. Cinnamon (Cinnamomum spp.) is a widely studied herbal plant containing active compounds such as cinnamaldehyde, polyphenols, and flavonoids, which have potential antihyperglycemic effects through improving insulin sensitivity and glucose metabolism. However, public understanding regarding proper usage, safety limits, and scientific evidence of cinnamon utilization remains limited. This community-based health education activity aimed to improve knowledge and understanding of cinnamon as a complementary therapy for diabetes mellitus. The activity was conducted through health education sessions using lectures, posters, leaflets, and interactive discussions targeting patients with diabetes mellitus and individuals at risk. Evaluation results indicated an increase in participants’ understanding of the benefits, active compounds, safe dosage, and limitations of cinnamon use. The findings suggest that health education effectively enhances community knowledge regarding evidence-based herbal utilization. Cinnamon can be safely used as a complementary therapy when consumed within recommended doses and under health professional supervision, but it should not replace standard antidiabetic treatment.